Liga bangsa-bangsa (league of nations) merupakan sebuah maha karya yang di cetuskan oleh para pemikir0idealisme, tujuan di dirikan liga bangsa-bangsa (league of nations) adalah untuk menjaga perdamaian dunia dan mencegah potensi terjadinya konflik internasional di masa yang akan datang. Liga bangsa-bangsa didirikan pada tahun 1920 merupakan produk dari perjanjian versailes setelah perang dunia I.
Liga ini berpusat di Jenewa, Swiss, dan memiliki anggota-anggota dari berbagai negara di dunia. Pecahnya perang dunia kedua pada tahun 1939 membuat liga bangsa-bangsa tidak mampu untuk merawat dan menjaga perdamaian dunia dan ini menjadi cikal bakal nya di bubarkan liga bangsa-bangsa karna dianggap tidak mampu untuk mencegah agresi dari negara-negara besar seperti jepang dan italia. Serta terbukti tidak efektif dalam menjaga perdamaian dunia.
Setelah di bubarkan nya liga bangsa-bangsa maka di bentuklah PBB(perserikatan bangsa-bangsa atau united nations) pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah perang dunia kedua selesai. Organisasi ini bertujuan untuk mempromosikan kerjasama internasional, menjaga perdamaian dan keamanan dunia, serta mengenbangkan hubungan persahabatan0antar0negara. Organisasi ini bisa dikatakan sebagai wadah untuk menyelesaikan konflik, sengketa, kejahatan perang, genosida dan segala permasalahan internasional yang ada.
Jika0dilihat dari segala fenomena yang terjadi di dunia saat ini terdapat berbagai peristiwa atau konflik yang terjadi terutama di timur tengah, yang sekarang menjadi sorotan atas konflik antara tentara zionis Israel dengan Para pejuang Hamas palestina.
Dewan keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi agar tentara Israel segera melakukan gencatan senjata, namun pihak Israel mengabaikan resolusi ini dan masih melanjutkan penyerangan. Dan disaat ini Israel menghadapi kecaman internasional terhadap apa yang dilakukannya, di mahkamah internasional Israel terbukti melakukan genosida, dan mahkamah international dalam keputusan terbarunya memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah.
Jika Israel tidak mengindahkan atau melaksanakan apa yang telah di tetapkan oleh dewan keamanan PBB dan mahkamah internasional maka Israel harus di hokum dengan seberat-beratnya. Jika dewan keamanan PBB tidak bisa menyelesaikan konflik ini maka besar kemungkinan akan terjadi konflik lain nya di timur tengah.
Pada jumat malam, 19 juli 2024, milisi Houthi di yaman berhasil melaksanakan operasi militer yang menyasar ke Kota Tel aviv, Israel. Serangan ini dilakukan dengan drone udara baru dan berhasil menembus system pertahanan udara yahudi. Bukan hanya itu tentara milisi houthi juga mengancam akan keamanan di kota yahudi tersebut karna akan dijadikan sasaran utama operasi mereka. Merespon penyerangan tersebut pihak Israel membalas dengan menyerang kota pelabuhan al hudaidah di yaman dan mengakibatkan ledakan yang sangat besar.
Dengan terjadi penyerangan ini terjadi ketegangan yang tinggi di kawasan Timur Tengah. Selain itu para pasukan houthi menyerang semua kapal sekutu Israel atau yang bersangkutan dengan Israel jika melintasi Laut Merah, Teluk Aden, dan Perairan Yaman. Dengan peristiwa itu maka yang terjadi adalah ketegangan dalam perdagangan yang mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi dan ini juga merupakan tanggung jawab PBB dalam memelihara dan menjaga keamanan.
Para milisi Houthi melakukan semua ini bukan karena tidak ada alasan atau hanya semata ingin menampakkan kekuatan militer kepada negara besar, tetapi mereka mengaggap hal yang dilakukan ini merupakan sebuah solidaritas dan respon terhadap penyerangan Israel ke gaza, palestina. Houthi menyatakan bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan serangannya bila Israel tak menghentikan pengepungannya di gaza.
Berbagai peristiwa yang telah terjadi dan mengakibatkan ketegangan yang tinggi di Timur Tengah bahkan wilayah konflik yang terus meluas ini merupakan tantangan yang di hadapkan kepada PBB untuk menyelesaikan konflik. Jika PBB terus diam dan tidak menindak lanjuti atas segala kejahatan perang bahkan genosida yang dilakukan Israel terhadap palestina maka dapat dikatakan PBB gagal dalam menjaga dan memelihara perdamaian, walaupun dalam sidang dan berbagai resolusi yang di keluarkan dewan keamanan PBB untuk konflik ini telah dikeluarkan jika salah satu pihak yang konflik tidak mengindahkan resolusi yang telah dikeluarkan maka hasilnya nol tidak akan berdampak apapun terhadap penyelesaian konflik.
Maka dari itu dewan keamanan PBB harus tegas dalam menjalankan tugasnya, walaupun negara yang melakukan kejahatan perang dan genosida merupakan kolega nya sendiri maka tetap harus di tindak. Jangan di saat negara non kolega secara cepat di tindak sedangkan negara kolega sendiri menutup mata serapat-rapatnya seakan tidak terjadi apa-apa. Dengan terjadinya konflik yang bepotensi akan meluas ini organisasi PBB merupakan organisasi yang paling bertanggung jawab untuk menyelesaikan segala konflik yang terjadi, jika PBB gagal dalam menyelesaikan segala permasalahan konflik ini maka lambat laun PBB akan bernasib sama seperti LBB.
Jika PBB gagal dalam memelihara peradamain besar kemungkinan akan terjadi perang dunia ketiga yang akan berpusat di timur tengah dan akan berdampak kepada negara-negara selain di timur tengah dan kemungkinan negara yang terletak di luar timur tengah akan terlibat tetapi secara tidak langsung, seperti Amerika Serikat yang terus membantu Israel dalam perang. Segala sesuatu yang belum terjadi maka dapat di cegah dengan menyelesaikan segala jenis konflik yang sedang terjadi maupun yang berpotensi akan terjadi di masa depan.[]
Penulis :
Nauky Ananda Rezky, Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Almuslim, email : naukyanandarezky@gmail.com
