BULLYING adalah pola perilaku suatu tindakan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh individu maupun kelompok orang yang lebih berkuasa terhadap orang lain yang bertujuan untuk menyakiti terus menerus kepada korban. Ada beberapa macam macam bulying yang harus diketahui yaitu bullying fisik dimana korban ditonjok, dipukul , digigit, ditendang dan lain lain ada juga bullying verbal yaitu dengan cara mengejek korban, menghina, dan mengancam.
Ada beberapa faktor penyebab seseorang melakukan bullying yaitu biasanya pernah merasakan dan menyaksikan kekerasan dilingkungan sekitarnya dan juga faktor keluarga dimana pertengkaran antara kedua orang tuanya yang membuat anak menjadi pelaku bullying. Banyak pelaku bullying pada saat ditanya mengapa melakukan tindakan tersebut, pelaku menjawab bahwa perlakuan tersebut hanya guyonan. Walaupun pelaku mengatakan bahwa perlakuan tersebut hanya guyonan, tetapi secara tidak sadar hal tersebut termasuk ke dalam bullying karena salah satu tindakan yang sudah menyakiti korban.
Kasus bullying masih cukup banyak yang terjadi di Indonesia. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan bahwa, bullying terhadap pelajar yang ada Indonesia masih cukup tinggi. Tingginga kasus tersebut harus menjadi perbincangan agar segera diselesaikan. Nadiem memberi tahu bahwa bullying menjadi salah satu masalah yang besar dalam dunia pendidikan. Ditemukan adanya fakta menurut hasil penaksiran nasional bahwa bullying dapat mempengaruhi sebagian besar pelajar.
Sebesar 24,4 persen dari peserta didik kita berpotensi mengalami insiden perundungan, ini angka yang sangat besar;” kata Nadiem di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 12 April 2022 seperti dilansir dari disway.id.
Pengaruh yang disebabkan karena bullying kepada korban tidak main main, korban dapat mengalami kesehatan pada mental dimana akan ada perasaan rendah diri, kesulitan saat tidur nyeyak, cemas, depresi dan lain lain. Lalu mengalami masalah pada kesehatan, sebab dampak bullying akan membuat korban melakukan tindakan yg beresiko dengan cara menyakiti dirinya sendiri, dampak selanjutnya mengalami penurunan prestasi akademik, hal ini cenderung akan mengalami penurunan dalam mencapai prestasi belajarnya.
Korban akan kesulitan untuk berkosentrasi di kelas dan sering tidak ikut kelas, dan korban akan cenderung menyendiri agar tidak ada lagi yang mengganggunya. Ada juga dampak bullying bagi pelaku yaitu menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang ketika sudah beranjak dewasa, sering berkelahi, melakukan seks bebas, dan berpotensi melakukan tindakan kriminal ketika beranjak dewasa.
Adapun cara untuk mengurangi kasus bullying di pendidikan Indonesia dengan cara satuan pendidikan di Indonesia mengadakan kegiatan anti bullying dimana program tersebut menyebarkan pesan dan perilaku kebaikan untuk membangun adat yang menentang bullying. Program tersebut bisa di selenggarakan di luar sekolah maupun di dalam sekolah. Contoh kegiatan anti bullying yang bisa dilakukan yaitu pencegahan bullying day.[]
Pengirim :
Cyinda Safitri
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Magelang
Email : scyinda@gmail.com
