PERTUMBUHAN manusia baik dari segi fisik, mental maupun intelektual bisa dikatakan ditentukan oleh pertumbuhan saat masih anak-anak. Pada masa ini anak harus diperhatikan apa saja yang harus dilakukan untuk tumbuh kembang kedepannya, sebab masa anak ini adalah saat-saat proses tumbuh kembang manusia saat dewasa nanti. Jadi, termasuk gizinya pun harus diberikan yang baik pula demi masa depannya nanti. Oleh karena itu, untuk menunjangnya harus diberikan gizi yang baik dan cukup.
Beberapa aspek berkaitan dengan gizi anak usia prasekolah, agar dapat menentukan makanan yang tepat untuk seorang anak, perlu diketahui mengenai keadaan seorang anak. Anak usia prasekolah sedang mengalami masa tumbuh kembang yang amat pesat. Pada masa ini, proses perubahan fisik, emosi dan sosial anak berlangsung dengan cepat. Proses ini dipengaruhi oleh berbagai faktor dari diri anak maupun lingkungan. Tumbuh kembang anak prasekolah dapat dipantau melalui pengukuran fisiknya dan pengamatan sikap atau perilaku anak. Secara Nasional telah ditetapkan standar ukuran fisik maupun perkembangan emosi dan perilaku anak yang diperoleh melalui kuesioner atau instrument lain yang digambarkan pada suatu kartu , seperti Kartu Menuju Sehat (KMS) sehingga dapat diperoleh gambaran kondisi anak tersebut.
Gizi yang diperoleh anak melalui konsumsi makanan setiap hari berperan besar untuk kehidupannya. Untuk dapat memenuhi dengan baik dan cukup, ternyata ada beberapa masalah yang berkaitan konsumsi zat gizi anak usia dini. Contoh masalah gizi masyarakat mencakup berbagai defisiensi zat gizi atau zat makanan, anak juga dapat mengalami defisiensi zat gizi tersebut yang berakibat pada aspek fisik dan mental. Masalah ini dapat ditanggulangi secara cepat, jangka pendek, dan jangka panjang serta dapat dicegah oleh masyarakat sendiri sesuai dengan klasifikasi dampat defisiensi zat gizi, antara lain melalui pengaturan makanan yang benar.
Anak dapat memiliki kebiasaan makan dan selera makan, yang terbentuk dari kebiasaan dalam masyarakatnya. Jika menyusun hidangan untuk anak, perlu diperhatikan disamping kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat dan tumbuh kembang. Kecukupan zat gizi ini berpengaruh pada kesehatan dan kecerdasan anak, maka pengetahuan dan kemampuan mengelola makanan sehat untuk anak adalah suatu hal yang penting.
Yang harus kita perhatikan pada pemberian makanan pada anak prasekolah adalah :
Asupan makanan anak-anak
– Kebutuhan anak usia prasekolah pada dasarnya sama dengan kebutuhan mereka saat masih muda, tetapi jumlahnya berbeda sesuai dengan nafsu makannya.
– Jenis dan jumlah makanan lebih ditingkatkan sesuai dengan ukuran tubuhnya yang semakin besar dan psikologinya.
– Makanan bukan hanya dipertimbangkan pada fungsi gizi yang terkandung, tetapi kemampuan makanan tersebut untuk dimakan, tingkat pengenyangan, serta nilai emosi dan sosial yang terdapat pada makanan tersebut.
– Anak-anak harus diberi pengalaman dalam memilih makanan sebelum orang tua membimbing mereka agar tidak kekurangan gizi.
– Anak usia prasekolah merupakan masa penting untuk membentuk sikap terhadap makanan dan kebiasaan makan yang kondusif untuk mencukupi asupan zat gizi.
Cara Pemberian makanan di PAUD/RA/TK/TPA
– Membuatnya tersedia dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan tubuh, memberikan energy dan regulasi makan.
– Menyediakan makanan termasuk variasi makan ditawarkan dalam jumlah cukup untuk memenuhi kepuasan nafsu makan.
– Menambahkan susu dalam makanan lain, seperti pudding, es krim, dan minuman lainnya, seperti cokelat karena terdapat kecenderungan penurunan asupan susu.
– Bekal makan siang disiapkan dengan baik dari rumah atau makan yang dimakan anak –anak saat disekolah harus memenuhi sedikitnya 1/3 dari kebutuhan makan harian.
– Cemilan bergizi disediakan sebagai sumber gizi tambahan harus direncanakan sebagai bagian dari makanan sehari-hari.
Edukasi gizi
– Tahun pertama adalah periode yang ideal untuk menyediakan informasi gizi dan mendorong sikap positif terhadap semua makanan.
– Makanan dapat digunakan dalam pengalaman sehari-hari untuk anak prasekolah dan mendorong perkkembangan bahasa, kognitif, dan kebiasaan individu (seperti menyebut sesuatu, menggambarkan ukuran, bentuk, dan warna, mengurutkan, membantu menyiapkan, dan menilai rasa makanan)
– Aktifitas dan informasi yang diberikan harus fokus pada dunia nyata anak-anak kemudian dihubungkan dengan makanan untuk mendapatkan hasil yang positif.
– Makanan berat, cemilan, dan kegiatan menyiapkan makanan buat anak-anak merupakan kesempatan dan ajang untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang gizi serta mendemonstrasikan pemahaman kognitif mereka.
– Keterlibatan orang tua akan memberikan hasil yang positif.
Anak yang bergizi baik memiliki ciri-ciri perkembangan tubuhnya baik dan berat dan tinggi badan yang normal, perkembangan ototnya baik dan kuat, postur tubuhnya bagus, kulitnya sehat, tidak ada luka dan dispigmentasi, rambutnya lembut dan berkilau, matanya jernih, perkembangan emosi dan wataknya baik, tidur nyenyak, pencernaan dan pengeluaran baik, nafsu makan baik.[]
Pengirim :
Kuni Masrohati Ulya
Mahasiswi PIAUD INISNU Temanggung
Email : kuniulya80@gmail.com
