Begini Sejarah Kampung Bangka Kota (Kute)

Sejarah asal mula bangka kota (kute) pada tahun 2021 berpenduduk 3,781 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 1,125 desa yang berada di kecamatan simpang rimba kabupaten Bangka selatan provinsi kepulauan Bangka belitung.

Desa Bangka kota atau sering di sebut kute diketahui merupakan salah satu desa tertua dikepulauan Bangka Belitung ,ini buktikan dengan banyaknya situs-situs makam peninggalan pada era para kesultanan dinusantara,setidaknya pernah ada 4 (tempat) kesultanan di Nusantara yang pernah mendiami desa Bangka kota (kute), yakni kesultanan bangka, kesultanan Aceh, bahkan kesultanan Banten dan kesultanan palembang bahkan sampai sekarang pun makam-makam tersebut masih ada meski kurang perawatan dari masayarakat Bangka kota dan sangat di sayangkan sebetul nya peninggalan para sejarah di desa bangka kota masih sangat kental dengan sejarah-sejarah pada zaman itu.

Bangka kota pada awal mulanya sudah ada sejak tahun 1724 masehi ketika kesultanan Bangka terbentuk dan di dirikan oleh sultan muhammad Ali. Namun sayang kesultanan Bangka tidak bertahan lama karena invansi /penaklukan oleh Belanda dan sekutunya, kesultanan pun runtuh pada tahun 1851.sejak saat itu nama Bangka kota hanyalah tinggal nama namun tidak ada lagi kejayaan setelah runtuhnya kesultanan pada masa sekarang nama Desa Bangka kota biasanya di pakai secara formal untuk segala administrasi, semisal untuk kartu keluarga, akta kelahiran ataupun surat menyurat lainnya yang bersifat formal.

Sedangakan sebutan ‘’KUTE’’ sebenarnya sudah lama ada bahkan jauh sebelum masa kesultanan Bangka didirikan. Penamaan “KUTE”sendiri berasal dari bahasa/dialeg ACEH (Nangroe aceh darussalam) yang berarti kota/pemukiman yang sudah lama ada. Ini tidak lepas dari peran penyebar agama islam pertama dipulau bangka oleh rombongan yang berasal dari kesultanan aceh yang pertama kali datang kepulau bangka tepatnya diDesa Bangka kota (kute) pada tahun 1500-an masehi.ini dibuktikan dengan ada makam-makam para tokoh/ulama yang berasal dari kesultanan Aceh pada abad -15, abad-16 bahkan abad-17 nama “kute” biasanya di pakai untuk sehari-hari saja sebagai dialeg lokal.

Desa bangka kota ada juga berpendapat mengenai nama kampung kute ini awal mula nya berasal dari bahasa daerah yaitu kota banteng karena banyak perampok yang membuat desa bangka kota ini merasa tidak aman jadi masyakat bangka kota ini membuat suatu benteng ,yang mana benteng itu juga disebut bahasa palembang nya yaitu kuto yang artinya tempat berlindung,maka dari itu lah asal mula disebutnya desa bangka kota, kata salah satu tokoh masyakarat didesa bangka kota dan ketua (MUI) simpang rimba salah satu warga desa bangka kota yaitu bapak rosidi.

Nama desa kute yang asalnya dari benteng itu tadi, sekarang benteng itu sudah tidak ada lagi akibat kelalaian dan kurang peduli masayakat terhadap peninggalan pera sejarah di bangka kota ini udah mulai punah.Desa Bangka kota ini mempunyai sebutan identik dengan sebutan ‘’KUTE BESIOK’’yang artinya melaju dengan kencang nama ini di ambil karna mayoritas nya yaitu membuat perahu nelayan.

Hal yang sangat unik ini diambil dari para nelayan yang apa bila melaut dia ber iringan melaju dengan kencang bersama para nelayan lain nya ini lah yang membuat masyakarat bangka kota identik dengan sebutan kute besiok dan nama ini sekarang sangat lah populer di kalangan para remaja dan komunitas bangka kota akan tetapi sekarang para nelayan sudah mulai jarang akibat sudah masuk nya tambang timah (ti) yang membuat penduduk desa bangka kota sudah tidak banyak lagi yang melaut. Bangka kota ini juga terkenal juga dengan udang satang (gala) yang dimana banyak orang pendatang yang mancing di sungai bangka kota.[]***

Pengirim :
Beliya Dwi Putri, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, email : beliyadwiputrifh@gmail.com