Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dalam Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang adalah sebuah organisasi mahasiswa yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan perwakilan mahasiswa di tingkat fakultas. Tugas utama DEMA adalah mengkoordinasikan dan mengatur berbagai kegiatan akademik, sosial, dan kemahasiswaan di lingkungan fakultas mereka.
Struktur organisasi DEMA FST UIN Walisongo mencerminkan keragaman tanggung jawabnya, dengan beberapa departemen yang berperan dalam bidang-bidang spesifik seperti keuangan, komunikasi, dan hubungan eksternal. Badan Pengurus Harian menjadi penggerak utama dalam menjalankan organisasi, sementara departemen Pengembangan dan Pemberdayaan Mahasiswa bertanggung jawab atas pemenuhan potensi dan bakat mahasiswa. Departemen Komunikasi dan Informasi memastikan aliran informasi yang lancar, sementara departemen Sosial dan Politik serta Dalam Negeri dan Luar Negeri berperan sebagai perwakilan mahasiswa dalam berinteraksi dengan pihak fakultas dan universitas.
Salah satu bukti konkret dari komitmen DEMA FST UIN Walisongo dalam mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa adalah melalui penyelenggaraan acara Saintek Education Festival. Di dalam festival ini, berbagai kegiatan digelar, termasuk seleksi mahasiswa berprestasi dan acara puncak berupa seminar. Namun, salah satu acara yang menarik perhatian adalah Lomba Microteaching. Lomba Microteaching merupakan panggung bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mengajarnya. Lomba Microteaching mengangkat tema “Cipta Rasa, Cipta Karsa, dan Cipta Karya dalam Pembelajaran yang Gemilang juga Menyenangkan”, tema ini mencerminkan semangat untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga memikat dan menyenangkan.
Sekretaris DEMA FST UIN Walisongo, Ni’matul Kasanah, menjelaskan bahwa lomba ini telah membuka kesempatan bagi mahasiswa aktif S1 dari berbagai universitas negeri dan swasta di Indonesia untuk berpartisipasi. Proses seleksi dilakukan secara online dari tanggal 9 April 2024 sampai 10 Mei 2024 yang lalu, dengan penilaian berdasarkan modul ajar dan video pembelajaran yang diunggah oleh peserta di Google Form pendaftaran. Final dilaksanakan secara offline pada tanggal 14 Mei 2024 di gedung IsDB Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang, di mana sepuluh peserta terbaik dari seleksi sebelumnya bertanding untuk meraih gelar juara.
Melalui Lomba Microteaching ini, DEMA FST UIN Walisongo tidak hanya berharap melahirkan generasi mahasiswa yang kreatif dan percaya diri, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik. Program ini menjadi salah satu wujud komitmen dari organisasi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi dan bakat di kalangan mahasiswa.
Tidak hanya sebagai ajang kompetisi semata, Lomba Microteaching di Saintek Education Festival menjadi wadah yang mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam mengajar. Dengan demikian, langkah ini tidak hanya membantu meningkatkan keterampilan mengajar mahasiswa, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mereka di lingkungan akademik.
DEMA FST UIN Walisongo berharap bahwa program ini tidak hanya menjadi sekadar acara tahunan, tetapi juga akan terus menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa untuk terlibat dalam aktivitas yang mempromosikan inovasi dan kreativitas di masa mendatang. Dengan demikian, Sanitek Education Festival bukan hanya sebuah perayaan pendidikan, tetapi juga sebuah tonggak perubahan yang memberi dorongan bagi perkembangan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam bidang pendidikan.
DEMA FST UIN Walisongo, melalui Saintek Education Festival dan Lomba Microteaching, menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberdayakan mahasiswa untuk berkembang secara holistik. Dengan fokus pada kreativitas, inovasi, dan komunikasi, mereka membuka jalan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi mereka dalam pendidikan yang inspiratif dan menyenangkan. Semangat untuk terus berinovasi dan menginspirasi adalah kunci bagi pertumbuhan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan dalam dunia pendidikan.[]
Pengirim :
Siti Agustina Fitriani, Hilda Kharista, Sinung Tresnasihing Gusti, mahasiswi UIN Walisongo Semarang
