Piala Dunia U-20 FIFA adalah salah satu ajang pertandingan sepak bola terbesar di dunia, yang mesti sudah banyak di tunggu-tunggu oleh penggemar sepak bola yang ada di seluruh pelosok dunia yang mana pertandingan sepak bola ini menampilkan peserta dari berbagai negara di seluruh dunia yang sebelumnya sudah mengikuti babak kualifikasi antar benua dan yang lolos dapat mengikuti ajang piala dunia tersebut.
Di tahun 2021, Piala Dunia U-20 FIFA yang rencananya akan diadakan di Indonesia, pertama dibatalkan karena pandemi COVID-19 dan kedua dibatalkannya ada beberapa hal keputusan dari FIFA yang tidak meyakinkan Indonesia sebagai tuan rumah dalam menyelenggarakan piala dunia U-20 FIFA ini. Adapun dampak dari pembatalan acara ini cukup signifikan, terutama pada sektor perekonomian Indonesia yang diharapkan akan mendapatkan manfaat dari Event ini. Dalam opini ini, penulis akan membahas mengenai dampak pembatalan Piala Dunia U-20 terhadap perekonomian Indonesia, dan bagaimana dampak tersebut mempengaruhi sektor-sektor ekonomi yang terkait.
Baca juga : Ketua Umum PSSI : Indonesia Terhindar Sanksi Berat FIFA
Dampak Ekonomi
Tentu saja, menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi Indonesia. Dalam persiapan acara tersebut, Indonesia sudah membangun sejumlah fasilitas olahraga dan pariwisata yang diperlukan untuk mengakomodasi para peserta dan penonton. Hal ini telah memberikan dampak positif bagi sektor konstruksi, transportasi, dan pariwisata di Indonesia. Selain itu, sejumlah hotel, restoran, dan usaha kecil menengah juga dipastikan akan mendapatkan penghasilan yang signifikan dari kehadiran para wisatawan selama ajang tersebut.
Baca juga : Kalahkan The Gill, PS Muda Sedia ke Final Open Turnamen Pemuda Upah
Sektor yang sangat berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia atas dibatalnya penyelenggaraan piala dunia U-20 di Indonesia adalah :
1. Pemandu wisata dan Perhotelan
Salah satu sektor yang paling terkena dampak dari pembatalan Piala Dunia U-20 FIFA adalah industri pariwisata dan perhotelan. Sebagai tuan rumah, Indonesia tentunya akan menerima banyak turis dari luar negeri dan dalam negeri yang datang untuk menonton pertandingan dan sambil berwisata. Hal ini akan meningkatkan permintaan akan akomodasi, transportasi, dan makanan di sekitar lokasi. Dampak ekonomi dari sektor ini cukup signifikan, terutama bagi para pengusaha di sekitar lokasi.
Namun, karena Event tersebut dibatalkan, maka turis dan peserta lokal tidak datang ke Indonesia, sehingga sektor pariwisata dan perhotelan tidak mendapatkan manfaat ekonomi yang diharapkan. Namun, dengan dibatalkannya Piala Dunia U-20 FIFA, semua proyek yang telah direncanakan dan dibiayai oleh pemerintah dan swasta tidak dapat dijalankan sepenuhnya. Hal ini tentu akan mengurangi dampak positif yang bisa didapat dari penyelenggaraan Piala Dunia U-20, baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan, dan banyak perusahaan yang berhenti beroperasi karena proyek yang diperlukan telah dibatalkan. Selain itu, negara juga kehilangan potensi pendapatan dari sektor pariwisata dan perhotelan.
2. Konstruksi
Pembangunan lokasi untuk Piala Dunia U-20 FIFA akan menjadi peluang besar bagi sektor konstruksi di Indonesia. Proyek-proyek pembangunan stadion, hotel, dan infrastruktur terkait lainnya akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas bisnis di sektor konstruksi. Namun, di batalnya Piala Dunia U-20 FIFA berarti bahwa proyek-proyek konstruksi tidak perlu dilanjutkan, dan pekerjaan yang diharapkan tidak akan terwujud.
Baca juga : Lewat Drama Adu Penalti PS Muda Sedia Hentikan Langkah Apella FC ke Semifinal
Ini dapat berdampak pada keberlangsungan bisnis konstruksi, dan menyebabkan dampak negatif pada perekonomian secara keseluruhan dan kerugian material yang sangat besar terhadap pembangunan-pembangunan yang hampir selesai dan yang sudah selesai tetapi batal di gunakan karena dibatalnya Event besar sekelas Piala Dunia U-20 FIFA.
3. Penjualan Tiket
Penjualan tiket untuk pertandingan Piala Dunia U-20 FIFA diperkirakan akan menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi Indonesia. Tiket diharapkan akan terjual dalam jumlah besar, dan pendapatan dari penjualan tiket dapat memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia. Namun, karena acara tersebut dibatalkan, penjualan tiket tidak terjadi, sehingga Indonesia kehilangan peluang pendapatan yang diharapkan.
4. Investasi
Piala Dunia U-20 FIFA di Indonesia diharapkan akan menjadi ajang yang baik untuk menarik investasi dari dalam maupun luar negeri. Yang peluang bisnis yang dihasilkan oleh Event tersebut dapat mendorong investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, yang pada gilirannya dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, Indonesia juga kehilangan peluang untuk mempromosikan diri sebagai destinasi wisata dan tuan rumah acara internasional.
Baca juga : Menpora Luncurkan Po Meurah Sebagai Maskot PON XXI Aceh-Sumut 2024
Piala Dunia U-20 FIFA tentunya akan menarik banyak perhatian dari media internasional dan mungkin akan membawa banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Indonesia di masa yang akan datang. Dengan dibatalkannya acara tersebut, Indonesia kehilangan kesempatan untuk menarik perhatian dunia pada potensi wisata dan pariwisata yang dimilikinya.
5. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Pembatalan Piala Dunia U-20 FIFA tentunya berdampak negatif pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama di sektor pariwisata dan perdagangan. Sebagai contoh, UMKM di sekitar stadion dan kawasan pariwisata yang seharusnya menikmati penghasilan tambahan selama acara, mungkin mengalami penurunan pendapatan karena tidak adanya kegiatan tersebut.
Selain itu, pengusaha di sektor perdagangan dan ritel juga dapat terkena dampaknya. Karena para pendukung tim sepak bola dan pengunjung biasanya membeli suvenir, makanan, minuman, dan barang-barang lainnya selama mereka berada di kota tuan rumah. Dengan pembatalan acara, maka UMKM tersebut mungkin kehilangan potensi pendapatan dari penjualan produk mereka.
Baca juga : PS Muda Sedia Kontra PSMS Medan di Ramadhan Cup 2023
Namun, dampaknya juga bergantung pada seberapa besar pengaruh Piala Dunia U-20 FIFA terhadap UMKM di wilayah setempat. Jika kehadiran acara tidak begitu signifikan bagi UMKM di wilayah setempat, maka dampaknya mungkin tidak begitu besar.
Pembatalan Piala Dunia U-20 FIFA di Indonesia pada tahun 2021 memiliki dampak ekonomi yang signifikan pada sektor-sektor terkait, seperti pariwisata dan perhotelan, konstruksi, penjualan tiket, dan investasi. Sebagai tuan rumah, Indonesia telah membangun sejumlah fasilitas olahraga dan pariwisata yang diperlukan untuk mengakomodasi para peserta dan penonton, dan banyak perusahaan yang telah menginvestasikan dana dalam proyek-proyek tersebut. Namun, dengan dibatalkannya acara tersebut, sektor pariwisata dan perhotelan kehilangan potensi pendapatan dari turis dan peserta lokal, sektor konstruksi mengalami kerugian material yang signifikan, dan penjualan tiket serta investasi menjadi tidak terwujud.[]
Pengirim :
Muhammad Herdiansyah, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, email : herdiherdiansyah196@gmail.com
