MANUSIA sebagai makhluk sosial tidak akan lepas dari yang namanya berinteraksi. Interaksi adalah proses hubungan sosial yang terjadi antara seorang individu dengan individu lain atau kelompok yang ditandai dengan kontak sosial dan komunikasi. Manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa berdampingan dengan individu lain. Karena interaksi sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan bermasyarakat untuk saling mengenal dan mempererat hubungan satu sama lain. Melalui interaksi kita bisa mendapatkan informasi dan peka terhadap lingkungan sekitar. Jadi tidak ada satu makhluk sosial pun yang mampu untuk tidak berhubungan satu sama lain. Namun, ada satu tipe kepribadian yang sering dianggap bahkan di cap sebagai pribadi antisosial. Yap, dialah introvert.
“Introvert” istilah yang mungkin tidak asing lagi didengar oleh telinga kita. Introvert adalah salah satu tipe kepribadian dimana orang cenderung lebih suka pada kondisi yang tenang dan sepi. Mereka cenderung menarik diri dari keramaian sehingga tak sedikit orang salah dalam mengartikan introvert. Banyak orang beranggapan bahwa introvert adalah orang yang pemalu, sombong, tidak suka bergaul dengan orang lain bahkan di cap sebagai orang yang antisosial. Hal ini didasarkan karena mereka yang sering menghabiskan waktu sendiri. Lantas benarkah introvert adalah pribadi yang antisosial atau tidak suka berinteraksi?.
Mengutip definisi introvert menurut para ahli
Teori tentang tipe kepribadian pertama kali dikenalkan oleh Carl Jung pada tahun 1920. Menurut Jung (Alwison, 2004) tipe kepribadian terbagi menjadi dua yaitu ekstrovert dan introvert. Seseorang yang introvert memusatkan perhatian pada dunia subjektif atau dunia yang ada dalam dirinya. Lebih tertuju pada pikiran dan perasaan, tidak mudah beradaptasi, jiwanya tertutup, tidak mudah bergaul. (Putri dan Irawan, 2019).
Parviz Alavinia, 2012 mengatakan Kepribadian introvert tidak selalu pasif, murung, atau tidak bisa bergaul. Kepribadian introvert bisa menjadi pribadi yang aktif, ceria, senang berinteraksi. Seorang introvert juga membutuhkan privasi dan ketenangan. (Nursyahrurahmah, 2017).
Dari beberapa definisi diatas tidak ada yang mengatakan introvert antisosial. Menurut Atsushi “Antisosial adalah kelainan kepribadian dimana seseorang mengabaikan dan melanggar hak orang lain, mengulang suatu tindakan illegal secara terus menerus, memiliki kecenderungan untuk memanipulasi seseorang, melakukan tindakan yang membahayakan seseorang, tidak bertanggung jawab, dan biasanya tidak didasari oleh rasa penyesalan” (Teori, 2014). Akan tetapi banyak orang berpandangan antisosial lebih kepada mereka yang selalu menyendiri di dalam rumah. Selalu menarik diri dari lingkungan sosial karena tidak suka bertemu, berbaur dan berinteraksi dengan orang lain. Sehingga pada akhirnya introvert di cap sebagai pribadi antisosial karena orang menilai introvert menghindari untuk berinteraksi. Padahal introvert dan antisosial dua hal yang jauh berbeda.
Mungkin bagi mereka yang introvert sudah terbiasa mendengar orang lain menyebut dirinya sebagai pribadi yang antisosial. Berbicara akan introvert kita tahu bahwa introvert lebih menyukai melakukan segala aktivitas di dalam rumah dan menikmati me time. Mereka yang cenderung tertutup dan lebih senang mendengar daripada berbicara, cenderung menarik diri dari lingkungan sosial terkadang membuat interaksi dan hubungan sosialnya terbatas. Meskipun begitu mereka bukan menghindari interaksi sosial karena bagaimanapun mereka tetap memerlukan interaksi untuk memenuhi kebutuhan sosialnya.
Dalam kehidupan sosial, introvert juga dikenal sombong dan pemalu. Memang mereka lebih banyak diam Ketika bertemu orang namun bukanlah pemalu apalagi sombong. Seseorang yang introvert tidak masalah kalau harus berinteraksi dengan individu lain hanya saja tidak suka banyak bicara mereka bicara tentang sesuatu yang menurutnya lebih bermanfaat dan juga tergantung lawan bicaranya. Itulah mengapa introvert biasanya memiliki sedikit teman. Bukan berarti mereka tidak dapat berteman atau tidak asik diajak ngobrol hanya terkadang lebih menyukai hubungan yang berkualitas tinggi dalam lingkup kecil.
Seseorang yang introvert tidak menyukai berada di keramaian karena sering kali kehabisan energi setelah mereka berinteraksi dengan banyak orang. Ini berarti lingkungan yang terlalu bising dan ramai dapat sangat mengganggu dan menguras energi mereka. Sehingga mereka membutuhkan waktu sendiri yang jauh dari keramaian untuk mengembalikan energinya. Makanya mereka lebih memilih untuk berinteraksi dalam lingkup kecil atau dengan teman dekatnya saja. Jadi, sebutan antisosial yang sering ditujukan kepada seseorang yang introvert tidaklah benar. Karena sejatinya mereka tidak selalu menghabiskan waktu untuk menyendiri, ada kalanya mereka melakukan aktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan individu lain.
Menurut penulis lingkungan yang tenang dan sepi menciptakan kebahagiaan tersendiri bagi introvert. Mereka merasa lebih nyaman melakukan segala aktivitas di dalam rumah dan melakukan interaksi dengan beberapa orang saja. Mereka harus mengumpulkan banyak energi Ketika ingin berinteraksi dengan banyak orang dan merasa kurang nyaman dan terganggu Ketika terlalu lama berada di tengah kerumunan banyak orang yang akan membuatnya sangat kewalahan karena kehabisan energi. Oleh karena itu mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beristirahat agar mendapatkan energi kembali, setelah menghabiskan waktu berada di lingkungan yang ramai. Introvert hanya tidak menyukai berada di lingkungan yang bising dan ramai bukan tidak menyukai interaksi.
Mungkin semua orang memiliki kepribadian introvert, namun ada pada keadaan tertentu. Introvert memang lebih suka menyendiri, tetapi mereka bisa mengendalikan dirinya untuk berinteraksi dengan orang lain. Dikenal sebagai pribadi yang individualis bukan berarti introvert antisosial, karena memang mereka merasa lebih nyaman Ketika berada di lingkungan yang sepi dan tenang.[]*
Pengirim :
Anis, Mahasiswa Sosiologi Universitas Bangka Belitung, email : anisjanila24@gmail.com
