Kwarcab Pramuka Atam Gelar Edukasi Wawasan Kebangsaan dan Pencegahan Radikalisme

Aceh, Berita0 Dilihat

Karang Baru, TERASMEDIA.NET – Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Aceh Tamiang kembali menggelar kegiatan berupa edukasi wawasan kebangsaan dan pencegahan radikalisme dan terorisme, Rabu (30/07/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karang Baru itu dihadiri oleh ratusan siswa anggota pramuka Kwarcab Aceh Tamiang.

Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Aceh Tamiang, Agus Salim dalam sambutan dan arahannya mengatakan, kegiatan yang digelarnya itu sangat penting dan strategis, yaitu berupa penguatan wawasan kebangsaan dan pencegahan radikalisme dan Terorisme dalam rangka menyiapkan Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.

Menurutnya, Gerakan Pramuka sejak awal lahir merupakan garda terdepan dalam pembentukan karakter bangsa. Pramuka bukan hanya soal tepuk tangan, tali-temali dan baris-berbaris, tapi lebih dari itu, Pramuka adalah tempat terbaik menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air.

Agus Salim mengatakan, di tengah arus globalisasi dan derasnya informasi digital, generasi muda dihadapkan pada tantangan serius, yaitu penyusupan paham radikalisme, intoleransi, dan bahkan terorisme yang mengatasnamakan agama, ideologi, atau identitas tertentu.

Sehingga menurutnya, generasi muda perlu dibentengi dengan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila yang kuat.

“Kita ingin generasi Pramuka kedepan bukan hanya cakap secara pengetahuan, tapi juga tangguh secara mental, berani menyuarakan kebenaran, dan tidak mudah terprovokasi oleh ideologi sesat yang ingin memecah belah bangsa”, tegas Agus Salim.

Agus Salim juga berharap, agar Pramuka Aceh Tamiang dapat mengambil peran aktif dalam menyiapkan SDM unggul, berkarakter kebangsaan, dan siap bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri sebagai anak bangsa.

Dalam memperkuat edukasi wawasan kebangsaan dan pencegahan radikalisme/terorisme ini, Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang, juga menghadirkan nara sumber eks napiter Rahmad Shaleh Siregar.

Rahmad Shaleh di hadapan ratusan peserta membagikan kisahnya saat mulai bergabung dengan organisasi terlarang Jamaah Islamiyah (JI) dan tentang proses hukum yang telah ia jalani hingga akhirnya insaf dan menyadari kesalahannya.[]