Bogor, TERASMEDIA.NET – Mahasiswa IPB University yang terdiri dari Irfan Manaf, Evita Maharani, Lintang Ashfa, Hanifah Adha, dan Fajar Maulady di bawah bimbingan dosen Ivone Wulandari Budiharto S.Si., M.Si. berhasil mengolah bahan limbah sayur seperti daun singkong, daun pepaya, dan daun kangkung serta gulma Lemna sp. menjadi produk inovasi pelet ikan nila yang berprotein tinggi.
Mahasiswa IPB ini dengan Ketua tim Irfan mengatakan timnya mengembangkan produk inovatif ini karena
Indonesia memiliki masalah sampah yang berbahaya bagi lingkungan. “Ide pembuatan pelet ini bermula dari melihat banyaknya sampah sayuran yang menumpuk di pasar dan tidak dibuang dengan baik, padahal masih banyak sampah sayuran yang perlu diolah, dan produk ini dinamakan Nilet karena singkatan dari nila pelet untuk ikan nila,” ucapnya.
Produk Nilet ini diciptakan sebagai bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa
(PKM). Sistem ini disponsori oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan telah diterapkan sejak Februari 2024. Produksi skala besar dijadwalkan akan dimulai pada Juni 2024 di lokasi produksi di Bogor, Jawa Barat. Produk Nilet kini sudah tersedia untuk dijual beli di berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, serta media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Whatsapp.
NILET ditujukan bagi para petani ikan khususnya ikan nila yang tidak memiliki waktu untuk membuat pakan ikan sendiri dan membutuhkan produk pakan ikan nila yang
harganya terjangkau namun dapat memperoleh keuntungan dengan mengurangi waktu panen ikan nila. Dengan motto “Sahabat Ikan, Petani Sejahtera”, produk Nilet ini membantu para petani ikan nila menghasilkan produk ikan nila yang berkualitas dari pelet ikan nila yang tinggi protein namun dengan harga yang sangat terjangkau.
Banyak petani ikan nila yang masih belum mampu memproduksi pakan sendiri karena keterbatasan waktu dan dukungan untuk memproduksi pelet ikan. Pakan ikan merupakan
elemen penting dalam budidaya perikanan; ikan dibutuhkan sebagai sumber makanan untuk pertumbuhannya. Nutrisi yang cukup dan tepat mendukung keberhasilan pertumbuhan ikan sehingga dapat tumbuh dengan cepat dan dipanen sesuai permintaan konsumen.
Banyak petani ikan yang sering menggunakan produk pelet untuk ikannya tanpa mempertimbangkan kandungan nutrisi dari pelet itu sendiri. Petani mungkin hanya membeli produk pelet yang umum tersedia di pasaran karena ingin memakan ikan yang dipeliharanya, namun dengan menyediakan pelet ikan dengan kandungan nutrisi yang cukup dan sesuai, Produsen dapat menekan biaya produksi. Dengan mengurangi waktu panen dan pengeluaran untuk pakan ikan.
Oleh karena itu, dengan adanya inovasi produk Nilet yang memiliki keunggulan yaitu harganya cukup terjangkau, kandungan protein yang tinggi dan mampu mempercepat pertumbuhan pada ikan nila, serta bahan pembuatan pelet yang ramah lingkungan diharapkan mampu menjadi solusi bagi para peternak ikan nila terutama yang berada di wilayah Jawa Barat untuk mempercepat masa panen ikan nila dengan penggunaan produk pakan yang tidak berlebihan. Produk Nilet ini juga dikemas dalam bentuk karung dengan berat pada tiap karung sebesar 25 kg yang lebih praktis dan mampu dibeli oleh peternak ikan nila dengan harga yang cukup terjangkau.
Informasi lebih lanjut terkait produk Nilet dapat dilihat melalui akun official Instagram Nilet yaitu instagram.com/nilet.inc dan Official TikTok yaitu https://www.tiktok.com/@nilet.inc serta dapat dibeli melalui official marketplace yaitu https://id.shp.ee/niletpkmk.[]
Pengirim :
Evita Maharani, email : emaharani@apps.ipb.ac.id
