Oleh : Hesti Mardiah
Mahasiswa Universitas Bangka Belitung
Pantai Beriga di Bangka Tengah adalah bagian dari jiwa masyarakat Bangka Belitung (Babel). Bukan hanya soal keindahan alamnya, tetapi juga soal budaya dan sejarah yang melekat di setiap sudutnya.
Dengan ancaman tambang yang kini mengintai, masyarakat Babel bersatu menyuarakan penolakan, bukan tanpa alasan, tetapi karena mereka paham betul makna menjaga warisan alam dan budaya demi masa depan anak negeri.
Di Babel, ada ungkapan lama, “Jage alam, alam jage kite” (jaga alam, alam menjaga kita). Masyarakat sini sudah hidup beriringan dengan alam sejak zaman nenek moyang. Laut bukan cuma tempat cari rezeki, tapi juga sumber kehidupan yang mesti dirawat.
Tambang di pesisir seperti di Pantai Beriga bukan cuma ancam laut, tapi juga kepercayaan kita untuk hidup selaras dengan alam. Kalau laut rusak, siapa lagi yang rugi kalau bukan kite-kite juge?
Di Pantai Beriga, banyak masyarakat yang jadi nelayan. Kehidupan mereka tergantung dari hasil laut yang melimpah. Kalau tambang masuk, air laut kotor, ikan pun makin susah dicari. Kite tahu, dari dulu nelayan Babel sudah punya cara tradisional untuk menjaga hasil laut tetap berkesinambungan. Tapi kalau tambang datang, mau pakai cara apapun, tetap hasilnya laut jadi tak lagi seperti dulu.
Bukan cuma itu, pantai ini juga bagian dari pariwisata Babel. Orang luar yang datang ke Pantai Beriga bukan cari tambang, tapi cari keindahan dan suasana alami. Kalau pantai ini rusak, siapa lagi yang mau datang? Kita bakal kehilangan sumber ekonomi yang bisa bertahan lama.
Orang Babel tahu betul apa yang terjadi kalau tambang terus-terusan jadi andalan. “Dapat untung hari ini, besok tinggal kenangan.” Banyak contoh tempat di Babel yang rusak karena tambang, tapi masyarakatnya tak kunjung sejahtera. Tambang memang kasih duit cepat, tapi habis itu kite jugak yang susah.
Di Babel, kite selalu ingat pesan orang tua, “Apa yang kite jage hari ini, itu jugelah yang anak cucu kite rasakan besok.” Kalau pantai ini rusak, apa yang bakal kite wariskan ke anak-anak kite? Kite mesti pikir panjang, jangan cuma karena mau kaya hari ini, kite lupa soal tanggung jawab untuk generasi berikutnya.
Pantai Beriga adalah warisan dari nenek moyang kite, dan kite punya tanggung jawab besar untuk jaga supaya tetap indah dan bermanfaat.[]
