Pascabencana, Sekolah di Aceh Tamiang Aktif Kembali 5 Januari

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET — Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi mengimbau para orang tua dan wali murid agar memberikan dukungan penuh serta memotivasi anak-anak untuk kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah yang akan dimulai pada 5 Januari 2026 mendatang.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari langkah percepatan pemulihan sektor pendidikan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah daerah menilai keberlanjutan proses pendidikan sangat penting untuk menjaga semangat belajar dan masa depan generasi muda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto, menyampaikan bahwa imbauan tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Aceh Tamiang.

“Saya menerima arahan langsung dari Bapak Bupati terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan pemulihan sektor pendidikan setelah wilayah Aceh Tamiang terdampak bencana,” ujar Sepriyanto, Sabtu (3/1/2026).

Sepriyanto menjelaskan, terdapat beberapa poin penting yang disampaikan Bupati Aceh Tamiang, di antaranya mengimbau para orang tua atau wali murid untuk mendukung dan mendorong anak-anak agar kembali hadir ke sekolah tepat waktu pada 5 Januari 2026.

Dalam rangka memahami kondisi pascabencana, peserta didik tidak diwajibkan mengenakan seragam sekolah. Siswa diperbolehkan menggunakan pakaian bebas yang tersedia, selama tetap sopan dan rapi.

Selain itu, proses pembelajaran akan difokuskan pada pemulihan trauma (trauma healing). Kurikulum dan metode pembelajaran akan disesuaikan dengan kondisi psikologis peserta didik pascabencana.

“Fokus utama saat ini adalah pemulihan trauma melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia di masing-masing sekolah,” jelas Sepriyanto.

Para guru juga diberikan keleluasaan untuk berkreasi dalam proses belajar mengajar, menyesuaikan metode pembelajaran dengan situasi dan kebutuhan di satuan pendidikan masing-masing, serta tetap mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Republik Indonesia.

Sepriyanto menambahkan, Bupati Aceh Tamiang berpesan agar semangat belajar anak-anak tidak luntur meskipun baru saja mengalami bencana.

“Meski bencana baru saja melanda, semangat belajar tidak boleh padam. Cita-cita harus tetap dijaga. Anak-anak harus bangkit dan mulai menata masa depan kembali, karena pendidikan adalah kunci utama kemajuan Aceh Tamiang,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, generasi penerus Aceh Tamiang dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, hebat, dan berdaya saing di masa depan.

Sementara itu, terkait kesiapan sarana pendidikan, Sepriyanto menyebutkan bahwa pembersihan gedung-gedung sekolah telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI dan Polri, serta diperkuat dengan penugasan sekitar 4.000 aparatur sipil negara (ASN) dari Pemerintah Aceh yang diturunkan sebagai relawan untuk bergotong royong membersihkan sekolah-sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang.[]