Penerapan Esensialisme pada Pendidikan Indonesia

FILSAFAT pendidikan adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan tujuan, metode dan nilai-nilai pendidikan. Salah satu aliran filsafat pendidikan Indonesia yang paling berpengaruh adalah esensialisme. Esensialisme adalah aliran pemikiran yang menekankan pentingnya memperoleh pengetahuan dasar dan keterampilan yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia. Mazhab menekankan bahwa manusia memiliki fitrah yang tetap dan universal, fitrah, dan bahwa pendidikan harus mengembangkan potensi manusia sesuai fitrah tersebut.

Arus esensialis memiliki beberapa ciri: 1) Mengutamakan kurikulum tetap dan terstandar yang mencakup mata pelajaran inti seperti bahasa, matematika, sains, sejarah dan geografi; 2) Menerapkan metode pengajaran yang berwibawa dan bijaksana di mana guru bertindak sebagai sumber informasi dan menyampaikan informasi secara langsung dan sistematis kepada siswa; 3) Mengevaluasi hasil belajar siswa menggunakan tes standar yang mengukur kemahiran dalam pengetahuan dan keterampilan dasar; dan 4) Menyediakan lingkungan belajar yang disiplin dan ketat selama siswa mengikuti aturan dan peraturan sekolah.

Arus esensialis dapat dilihat dalam praktek pendidikan di Indonesia seperti di bawah ini:
– Kurikulum 2013 merupakan kurikulum nasional untuk semua jenjang pendidikan di Indonesia dan terdiri atas mata pelajaran inti dan mata pelajaran pilihan. Mata pelajaran utama meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, IPA, IPS, seni dan kerajinan, pendidikan agama dan pendidikan moral. Mata pelajaran inti ini dianggap sebagai pengetahuan dan keterampilan dasar yang harus diperoleh semua siswa.
– Metode ceramah, tanya jawab dan latihan masih menjadi metode pengajaran utama yang biasa digunakan oleh guru bahasa Indonesia. Metode ini mengandalkan otoritas guru sebagai sumber informasi dan menuntut siswa untuk menghafal dan memahami apa yang diajarkan guru.
– Ujian Nasional (UN), ujian berstandar nasional yang mengukur kemampuan siswa pada akhir pendidikan dasar dan menengah. PBB mencakup mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains dan Ilmu Sosial. Ujian negara adalah salah satu persyaratan kelulusan siswa dan dianggap sebagai dasar untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.
– Tata tertib sekolah yang memberlakukan aturan dan tata tertib terhadap siswa seperti Seragam sekolah, waktu kelas, kehadiran, pekerjaan rumah, etika, hukuman untuk pelanggaran, dll. Tujuan dari kebijakan sekolah ini adalah untuk menyediakan lingkungan belajar yang disiplin dan ketat bagi siswa.

Dari beberapa contoh di atas, dapat dilihat bahwa aliran esensialisme memiliki pengaruh yang besar terhadap sistem pendidikan Indonesia. Tren ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Manfaatnya adalah membekali siswa dengan pengetahuan dasar dan keterampilan yang sangat penting untuk menghadapi tantangan hidup di masa depan. Kelemahannya adalah bahwa aspek-aspek lain dari pendidikan seperti kreativitas, kritik, kolaborasi dan multikulturalisme mungkin terabaikan. Oleh karena itu, esensialisme tidak dapat diterapkan secara definitif pada pendidikan Indonesia. Jurusan ini harus terintegrasi dengan sekolah filsafat pendidikan lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keragaman siswa. Pendidikan di Indonesia harus inklusif, fleksibel dan relevan dengan konteks sosial budaya saat ini.[]

Pengirim :
Augusta Ghozy Falah, mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan, email : augusta.ghozy.falah@mhs.uingusdur.ac.id