Pengaruh Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap IPM di Sumbar Tahun 2013-2021

Pada hakikatnya pembangunan adalah proses perubahan yang berjalan secara terus menerus untuk mencapai suatu kondisi kehidupan yang lebih baik, secara material maupun spiritual. Pembangunan haruslah dipandang sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, serta institusi-institusi nasional, disamping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan.

Sebagai suatu proses, pembangunan tentu saja dilakukan dengan melihat kebutuhan-kebutuhan yang ada sekaligus merespon perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan tuntutan-tuntutan pergeseran waktu akibat berkembangnya peradaban, sistem sosial kemasyarakatan, dan teknologi yang lebih maju.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengukur berhasil tidaknya suatu negara atau wilayah dalam bidang pembangunan manusia. IPM merupakan suatu indeks komposit yang mencakup tiga bidang pembangunan manusia yang dianggap sangat mendasar yang dilihat dari kualitas fisik dan non fisik penduduk. Adapun tiga dimensi dasar untuk mengukur Indeks Pembangunan Manusia yaitu meliputi umur panjang dan hidup yang sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup yang layak (desent standart of living). Dalam mengukur dimensi kesehatan digunakan angka harapan hidup waktu lahir. Selanjutnya untuk mengukur dimensi pendidikan gabungan dari indikator rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah. Apabila mengukur dimensi hidup yang layak dapat menggunakan indikator kemampuan ekonomi dari daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita dalam pencapaian hidup yang layak (BPS, 2021).

Modal manusia (human capital), merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembangunan ekonomi. Dengan modal manusia yang berkualitas, pembangunan ekonomi yang diukur dengan meningkatnya output atau pertumbuhan ekonomi, diyakini akan lebih baik. Demikian pula sebaliknya, pembangunan ekonomi dapat pula meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan pertumbuhan ekonomi, akan menjamin tersedianya dana yang cukup guna peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, terdapat hubungan yang saling mempengaruhi atau hubungan dua arah antara pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan manusia.

Suatu pengukuran kemiskinan yang lazim digunakan biasanya untuk melihat fenomena yang terjadi disuatu daerah, fenomena yang biasanya sering terjadi atau berpengaruh terhadap kemiskinan adalah pendapatan dan kesehatan. Dimana fenomena pendapatan berkaitan dengan kesejahteraan yang dicapai oleh penduduk karena dengan adanya pendapatan penduduk bisa memenuhi kebutuhannya untuk proses keberlangsungan hidup. Fenomena lain bisa dilihat dari kesehatan dimana kesehatan akan berpengaruh dalam suatu kehidupan penduduk, kesehatan dapat memberikan banyak peluang suatu makhluk untuk mendapatkan berbagai peluang seperti peluang umur panjang.

Kemiskinan terkadang membuat suatu penduduk kehilangan atau mendapatkan keterbatasan untuk mensejahterakan hidupnya atau mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Indeks pembangunan manusia merupakan konsep pembangunan manusia yang memperhatikan kualitas hidup masyarakat untuk memberikan pilihanpilihan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kesehatan, pendidikan dan kemampuan dalam meningkatkan daya beli. Dengan berbagai hubungan antara kemiskinan dengan indeks pembangunan manusia idealnya untuk mencapai angka indeks pembangunan manusia yang stabil dengan mempunyai persentase kemiskinan yang rendah.

Adapun terjadinya kemiskinan di antaranya disebabkan oleh keterbelakangan manusia dan sumber daya alam. Pengelolaan sumber daya alam sangat tergantung kemampuan produktif manusia. Jika penduduknya banyak yang miskin dan berpendidikan rendah maka akan mengakibatkan langkanya keterampilan teknik, pengetahuan, dan aktivitas kewiraswataan yang secara otomatis akan menyebabkan sumber daya alam yang tersedia justru terbengkalai, tidak berkembang, atau bahkan salah guna. Sumber daya alam ini akan memengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, kurangnya sumber daya alam akan menyebabkan kemiskinan karena sumber daya alam adalah sumber utama kebutuhan hidup manusia. Kemiskinan sumber daya alam merupakan sebab dan sekaligus akibat kemiskinan manusia (Jhingan, 2016:34).

Perkembangan penduduk miskin di Provinsi Sumatera Barat dari tahun ke tahun berfluktuatif sehingga diperlukan beberapa program guna meminimalisasi tingkat fluktuasinya, dengan demikian pembangunan manusia dapat lebih stabil. Kemiskinan dapat menjadikan efek yang cukup serius bagi pembangunan manusia karena masalah kemiskinan merupakan sebuah masalah yang kompleks yang sebenarnya bermula dari kemampuan daya beli masyarakat yang tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan pokok sehingga kebutuhan yang lain seperti pendidikan dan kesehatan terabaikan. Hal tersebut menjadikan gap pembangunan manusia diantara keduanya pun menjadi besar dan pada akhirnya target capaian IPM yang ditentukan oleh pemerintah menjadi tidak terealisasikan dengan baik.[]***

Pengirim :
Sarifah Aini, mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, email : syarifah.aini0720@gmail.com