KEPEDULIAN akan sampah menjadi permasalahan mendasar dan sudah menjadi penyakit yang hadir baik di kalang masyarakat perkotaan hingga masyarakat pedesaan. Berbagai fenomena yang disebabkan oleh sampah mulai dari banjir,penyakit,hingga kerusakan lingkungan.
Kesadaran akan sampah di indonesia sangatlah perlu ditingkatkan kembali demi mencegah hal hal sebelumnya terjadi. Sampah menjadi tolak ukur kebersihan maupun kesehatan pada kawasan tertentu,adanya tempat pembuangan sampah yang disediakan di sudut sudut tertentu pada kota maupun desa tidak akan berfungsi dengan baik jikalau kesadaran akan sampah masih kurang. Bukan hanya itu, petugas kebersihan sampah pada bagian bagian kawasan pun tak akan beroperasi dengan maksimal jika lagi lagi kesadaran itu tidak ada.
Pemberian sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan pada masyarakat perlu diterapkan,dan dipraktekan di lingkup awal yaitu keluarga. Edukasi pentingnya membuang sampah di lingkup keluarga terutama pada anak usia dini sangatlah berpengaruh bagi kehidupan anak mengenai sampah kedepannya,dengan diajarkannya anak mengenai membuang sampah pada tempatnya sejak dini maka kedepannya anak tersebut menjadi kan membuang sampah yang baik sebagai kebiasaan baik serta bentuk moral kepedulian akan lingkungan.
Tumbuhnya kebiasaan baik ini pada lingkup keluarga merupakan langkah awal dalam menyikapi sampah,kedepannya pada lingkup sosial kebiasaan ini tidak mudah diterapkan,kenapa? kepedulian kepribadian individu terhadap sampah sungguh beragam, ada yang berpendapat bahwa sampah merupakan urusan petugas kebersihan,dan kurangnya
kesadaran itu perlu diluruskan. Bencana banjir merupakan bencana alam yang disebabkan oleh penyumbatan sampah pada titik titik tertentu yang membuat air tidak dapat mengalir dengan semestinya. Kesadaran kelompok sosial akan sampah pada permasalahan ini sungguh sangat dibutuhkan seperti gotong royong membersihkan gorong gorong, pengumpulan sampah, membersihkan sampah di area area tertentu.
Kesimpulannya, kebiasaan membuang sampah yang baik dan benar perlu ditingkatkan, diawali dengan lingkup kecil,seperti keluarga akan menanamkan pemahaman maupun kepedulian hidup sehat tanpa adanya sampah,dan diteruskan ke lingkup sedikit lebih luas di kehidupan bersosial, jikalau tidak memungkinkan untuk bergotong royong setidaknya,setiap individu memiliki kesadaran kebersihan akan sampah.[]
Pengirim :
M. Ridwan Hanif
Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung
Email : ridwanhanifoi01@gmail.com
