Oleh : Putri Rahmah Alamsyah, S.Gz., M.Si*
Stunting merupakan kondisi di mana pertumbuhan fisik seorang anak terhambat akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang dan anak sering mengalami penyakit infeksi yang berulang pada usia balita. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2019 sebesar 27,7% yang artinya satu dari empat anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting. Pada 2021, prevalensi stunting di Indonesia menjadi 21,6 persen, walaupun persentase stunting turun namun masih belum sesuai dengan target yaitu 14% pada tahun 2024.
Dampak dari stunting jangka pendek dapat menyebabkan penurunan imunitas sehingga anak sering sakit, penurunan IQ sebesar 10-15 poin sehingga anak yang pernah mengalami stunting memiliki IQ 71-90 poin dan memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari teman sebaya. Dampak jangka panjangnya anak menjadi kesulitan dalam berprestasi di sekolah yang akan berdampak pada pekerjaan dimasa depan, selain itu stunting dapat membuat gangguan metabolisme pada tubuh sehingga lebih berisiko terkena penyakit degenerative seperti diabetes, gangguan kardiovaskular dan kanker pada usia dewasa.
Salah satu faktor yang berperan penting dalam mencegah stunting adalah konsumsi protein yang mencukupi. Pada balita, protein sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif mereka. Dengan asupan protein yang cukup, balita dapat tumbuh secara optimal dan menghindari risiko stunting.
Kekurangan protein pada balita dapat menyebabkan pertumbuhan yang terhambat, kelemahan otot, serta risiko terkena berbagai penyakit akibat sistem kekebalan tubuh yang melemah. Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan pengasuh untuk memastikan bahwa balita mendapatkan asupan protein yang mencukupi setiap harinya. Hari Gizi Nasional 2024 mengangkat tema MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting, yuk kita bahas pentingnya.
Pemberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang mengandung protein hewani yang cukup penting bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Protein hewani memiliki kualitas protein yang tinggi dan mudah dicerna, sehingga sangat baik untuk mendukung pertumbuhan optimal serta mencegah stunting pada balita. Selain itu, pemilihan sumber protein pangan lokal yang harganya terjangkau sangat dibutuhkan ketika harga pangan sedang naik ya moms.
Salah satu contoh sumber protein hewani lokal yang cocok untuk MP-ASI balita adalah telur. Telur adalah sumber protein yang kaya akan asam amino esensial dan nutrisi penting lainnya seperti vitamin D, vitamin B12, dan zat besi. Telur dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, baik dadar, diceplok ataupun direbus, atau menjadi bagian dari berbagai hidangan MP-ASI untuk balita. Harganya pun relatif terjangkau dan mudah ditemui di pasaran.
Untuk sumber protein hewani lokal lainnya, ikan merupakan pilihan yang sangat baik. Ikan adalah sumber protein tinggi yang mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak balita. Di Indonesia, terdapat beragam jenis ikan lokal yang harganya terjangkau seperti ikan teri, ikan lele, dan ikan tongkol. Ikan dapat dimasak dengan berbagai cara seperti digoreng, dikukus, atau dibuat menjadi pindang sebagai variasi menu MP-ASI yang bergizi.
Tidak hanya protein hewani, sumber protein nabati juga penting untuk melengkapi asupan protein balita. Kacang-kacangan seperti kacang hijau, kedelai, dan kacang tanah merupakan pilihan yang baik karena mengandung protein, serat, dan zat besi. Kacang-kacangan ini bisa diolah menjadi bubur atau puree yang cocok untuk MP-ASI balita. Harganya pun relatif terjangkau dan mudah ditemukan di pasaran, menjadikannya pilihan yang ekonomis untuk keluarga.
Dengan memanfaatkan sumber protein pangan lokal yang harganya terjangkau, para orangtua dan pengasuh dapat memberikan MP-ASI yang berkualitas dan bergizi bagi balita mereka tanpa perlu mengorbankan uang belanja keluarga. Kombinasi antara protein hewani dan nabati dalam menu MP-ASI balita akan membantu memastikan asupan protein yang cukup untuk mendukung pertumbuhan optimal, mencegah stunting, dan memastikan kesehatan serta perkembangan balita ke depannya.
Dengan demikian, pentingnya pemberian MP-ASI tinggi protein hewani dari sumber protein pangan lokal yang harganya terjangkau tidak hanya menjadi kunci untuk mencegah stunting pada balita, namun juga sebagai upaya nyata dalam memberikan nutrisi yang cukup bagi generasi masa depan Indonesia. Dengan kesadaran akan pentingnya gizi yang seimbang dan pilihan makanan yang tepat, kita dapat bersama-sama menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, dan berkembang secara optimal.[]
* Penulis Dosen Gizi S1 Universitas Aisyah Pringsewu, berlamat Rusun Cipinang Muara II Lantai 1 No 7 Rt 018/Rw 002, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Email : putri_rahma1059@yahoo.com
