Rajeg yang Kurang Diperhatikan Pemerintah: Jalanan Rusak, Bau Limbah Pabrik dan Sampah, Banyak Polusi

Opini0 Dilihat

Rajeg- Sebuah Kecamatan Terpencil Di Kabupaten Tangerang yang kurang perhatian dari pemerintahan Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten. Harusnya di rajeg ini tidak ada lagi jalanan rusak, bau limbah pabrik, banyak polusi dari padatnya penduduk dan truk yang lewat kalau di perhatikan sama pemerintah, namun pemerintah kurang perhatian atas itu semua.

Sawah-Sawah Yang Menjadi Perumahan

Sawah-sawah yang dulunya hijau tapi sekarang sudah berubah menjadi perumahan karena adanya tempat yang strategis untuk dibikin bisnis perumahan di rajeg yang masih sepi penghuni, tapi sekarang sawah-sawah dan lahan hijau itu sudah tidak ada karena sudah dibikin perumahan, dengan adaanya perumahan itu banyak orang yang mau pindah ke rajeg karena masih banyak perumahan yang baru dibangun dengan harga murah karena di kecamatan yang terpencil dan jauh.

Banyaknya Perumahan Baru Dan Penduduk

Dengan adanya perumahan baru dan banyak orang pindah ke rajeg, rajeg menjadi tambah padat, tapi tidak adanya perhatian dari pemerintah kabupaten tangerang dan provinsi banten. Rajeg masih kaya dulu, tidak mengikuti perkembangan dari pemerintah karena kurangnya perhatian. Yang bertambah cuma perumahan baru dan penduduknya saja, Tapi fasilitas umumnya tetep sama saja.

Banyaknya Perumahan Baru Yang Menjadi Alasan Seringnya Banjir

Perumahan baru yang ada di rajeg tidak memikirkan dampak membangun perumahan bekas sawah. Asal membuat perumahan baru tapi tidak mementingkan kondisi sekitar, banyak perumahan baru yang banjir karena salah memlilih tempat untuk pembangunan dan tidak adanya irigasi air karena itu bekas sawah.

Jalanan Yang Rusak Dan Sempit

Perumahan baru dan banyaknya penduduk tidak membuat pemerintah buka mata untuk memperbaiki kecamatan rajeg, banyak jalanan yang sempit dan rusak. Adanya penduduk baru malah menjadi bomerang karena dari segi fasilitas jalanan dan semuanya belum memadai, masih banyak jalanan yang rusak dan sempit. Macet dimana-mana karena jalanan tidak dibenerin dan sempitnya ruas jalan yang membuat terjadinya kemacetan itu, warga yang pindah kesini kena “SCAM” perumahan murah tapi tidak dengan fasilitas umum yang ada.

Bau Limbah Pabrik Dan Sampah

Dengan adanya perumahan baru dan banyaknya penduduk terus kurangnya perhatian dari pemerintah malah banyak oknum yang memanfaatkan. Tidak adanya tanggung jawab dari pemilik dan pekerja dipabrik itu, limbah pabrik dibuang disungai dan membuat sungai menjadi hitam, dan masih banyak warga yang membuang sampah disungai dan pinggir jalan. Warga sekitar sungai dan jalan itu komplen kenapa ini bau limbah dan sampah terus, bukannya mecium udara pagi yang segar, malah mencium bau limbah dan sampah. Pemerintah tetap tidak ada penanganan terhadap kasus itu, dan setiap pagi warga terus melihat sungai yang hitam dan mencium aroma yang tidak sedap karena limbah pabrik.

Banyaknya Debu

Ada beberapa faktor yang menyebabkan debu, adanya perumahan baru, tambahnya penduduk, banyaknya truk yang lewat. Adanya perumahan baru jelas membuat banyaknya debu karena sawah yang dulunya hijau dan enak dipandang sekarang menjadi perumahan dan truk-truk yang lewat untuk mengangkut barang atau keperluan perumanahan itu jelas membuat polusi, debu dan terjadinya kemacetan karena jalanannya rusak dan sempit, penduduk baru dan banyaknya kendaraan mejadikan itu polusi dan debu.

Kapan Rajeg Bisa Lebih Di Perhatikan Pemerintah

Dengan huru-hara yang ada, kabupaten tangerang rajeg juga mau lebih di perhatikan sama pemerintah. Tentang jalanan yang rusak, bau limbah pabrik, polusi debu dan lain-lain. Semoga dengan adanya perumahan baru dan tambahnya penduduk, pemerintah lebih memperhatikan kabupaten tangerang rajeg. Karena semua warga rajeg juga berhak untuk mendapatkan itu.[]

Penulis :
Zakka Maulana Yusuf, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang dan Warga Rajeg