Strategi Pencapaian Bank Jatim

SEKITAR akhir tahun 2021 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Tbk mengalami isu bocornya data nasabah yang beredar dan isu tersebut telah tersampaikan dengan cepat di telinga nasabah. Namun, PT Bank Jatim dengan cepat menolak hingga membantah berita tersebut serta memastikan bahwa bocornya data hanya dari server penunjang, bukan dari data nasabah. Tidak hanya itu, Bank Jatim dengan cepat dan tanggap memastikan kepada nasabah bahwa data nasabah aman.

Menanggapi berita tersebut, Tonny Prasetyo selaku Direktur TI & Operasi Bank Jatim memastikan bahwa “Selama isu berita tersebut beredar pelayanan operasional tidak mengalami permasalahan, dan dapat berjalan dengan baik serta normal. Karena bank Jatim telah berkomitmen dan memastikan komitmen tersebut kepada nasabah bahwa layanan akan tetap dilakukan tanpa gangguan apapun”.

Berita tersebut merupakan salah satu dari berita hoax yang beredar dengan cepat di Indonesia. Ketika kita mendengar berita tersebut dan pada saat itu kita menjadi nasabah di Bank Jatim, pasti kita memiliki kecemasan hingga khawatiran yang amat tinggi, dan mungkin kita langsung tidak percaya bahkan bisa menuntut bank tersebut mengenai jaminan perlindungan data yang ditawarkan. Hal tersebut dilakukan karena faktor kecemasan saat menjadi nasabah dan menyangkut privacy data pribadi. Ditambah faktor minimnya keamanan siber di Indonesia.

Indonesia sendiri merupakan Negara yang masih dianggap minim keamanan siber. Menurut Bhima Yudhistira selaku Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) menyebutkan bahwa “Indonesia dalam ranking National Cyber Security Index (NCSI) berada di posisi peringkat 83 dari 160 negara”. Hal tersebut berarti kualitas keamanan siber masih perlu perbaikan yang signifikan.

Pihak Bank Jatim harus cepat melakukan tindakan, karena menjaga nama baik perusahaan tersebut. Menurut Tonny Prasetyo selaku Direktur TI & Operasi Bank Jatim menjelaskan bahwa “Bank Jatim telah bergerak dengan cepat saat terdapat isu berita bocornya data nasabah Bank Jatim, seperti melaporkan langsung mengenai isu berita bocornya data kepada OJK sehingga hal tersebut sangat diapresiasi oleh pihak Kominfo. Selain itu, pihak dari Bank Jatim juga mempercepat proses investigasi serta analisis forensik untuk melakukan kajian lebih dalam”.

“Tidak hanya itu, Bank Jatim juga akan terus menerus melakukan peningkatan perlindungan data perseroan” ucap Tonny. Peningkatan perlindungan data tersebut seperti memberikan edukasi hingga jaminan perlindungan data. Mengenai hal yang pertama yaitu memberikan edukasi, sangat diperlukan kepada masyarakat hingga pelaku usaha dengan cara memberikan pengetahuan, pelatihan hingga pendampingan terkait perlindungan data pribadi.

Hal yang kedua yaitu memberikan jaminan perlindungan data, seperti kerja sama yang telah dilakukan Bank Jatim dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menerapkan standar pengamanan sistem informasi. Dua hal tersebut dilakukan agar dapat meminimalisir rawannya kejahatan cyber dan mengharapkan kenyamanan serta keamanan nasabah Bank Jatim ini sendiri.

Dalam upaya pemulihan citra hingga peningkatan nasabah, Bank Jatim membuat strategi yaitu dengan cara menghadirkan layanan e-channel Bank Jatim seperti JConnect Mobile Banking dan JConnect Internet Banking yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah dalam melakukan transaksi dengan cepat, mudah, dan aman sehingga dapat meminimalisir kejahatan Perbankan.

Setelah dibersihkan isu berita mengenai bocornya data Bank Jatim. Hal tersebut tidak mematahkan semangat Bank Jatim dalam membersihkan nama baiknya, serta usaha yang dilakukan untuk memajukan perusahaan tersebut. Karena, pada tahun 2022 Bank Jatim telah berhasil meraih dalam ajang Indonesia Financial Top Leader Awards 2022 ‘Penghargaan Bank Terbaik 2022’. Berkat usaha dan strategi yang dilakukan Bank Jatim membuahkan hasil yang baik bagi perusahaanya. Walaupun Bank Jatim sudah diberikan penghargaan, Bank Jatim masih terus berharap dalam peningkatan kinerjanya.

Beberapa hal penting tersebut, jika dilakukan oleh seluruh Bank yang ada di Indonesia, dalam menanggapi dan membenahi kasus yang sama, dapat menjadikan Bank Jatim ini sebagai patokan serta acuan. Karena Bank Jatim dapat dengan sigap dan cepat menanggapi kasus berita hoax tersebut, sehingga citra perusahaan pun meningkat dan nama perusahaan menjadi baik. Tidak hanya itu, beberapa hal tersebut juga membuahkan hasil yang baik karena pada tahun 2022 Bank Jatim berhasil meraih penghargaan sebagai Bank Terbaik. Dan mengenai keamanan data, diharapkan berbagai strategi serta usaha yang dilakukan Bank Jatim maupun seluruh Bank yang ada di Indonesia dapat meningkatkan peringkat Indonesia pada segi keamanan siber.[]

Pengirim :
Nurhaliza Rosa
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka Jakarta
Email : lizarosa03@gmail.com