Surga Ekowisata Laut Papua Indonesia Terancam jadi Tambang Nikel

Surat Pembaca0 Dilihat

Sebuah tempat di wilayah Kabupaten Raja Ampat di Papua Barat dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut terluas di Indonesia. Di balik kemegahan alamnya, kini terancam dengan adanya aktivitas pertambangan nikel yang mengancam kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat adat sekitar.

Keputusan pemerintah dengan membuka tambang nikel di beberapa pulau di Raja Ampat menimbulkan kekhawatiran luas. Greenpeace dan Lembaga lingkungan telah mencatat adanya pembukaan lahan hutan yang menyebabkan sedimentasi, mengalirkan lumpur ke laut dan merusak terumbu karang yang menjadi habitat utama biota laut tropis. Ini bukan sekadar masalah ekologi, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Raja Ampat bukanlah tanah kosong,  Raja Ampat merupakan surga laut yang patut dijaga. Masyarakat lokal menggantungkan hidup dari laut dan ekowisata. Kehadiran tambang justru merusak sumber penghidupan mereka. Pemerintah dan perusahaan tambang justru seringkali mengambil keputusan tanpa melibatkan komunitas adat sekitar.

Di sisi lain, nikel dibutuhkan untuk transisi energi (baterai kendaraan listrik) yang menguntungkan negara, tapi hal tersebut tidak bisa menjadi pembenaran untuk menghancurkan lingkungan. Zat Kimia berbahaya bisa dengan mudah menyebar oleh dorongan arus, gelombang, dan pasang surut air. Kerusakan kecil dapat memicu kerusakan dalam skala yang lebih besar.

Raja Ampat bukan hanya milik Papua atau Indonesia, tetapi milik dunia sebagai warisan ekologi global. Pemerintah harus menghentikan ekspansi tambang nikel di wilayah tersebut dan mengevaluasi seluruh perizinan yang telah terbit. Solusinya bukan pada eksploitasi alam, melainkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat lokal ekowisata dan pelestarian laut. Jangan sampai kita menyesal ketika surga ekowisata laut itu sudah berubah jadi kenangan karena adanya pertambangan nikel. #SaveRajaAmpat

Pengirim :
Khoirun Nisa
Email : ichakrn55@gmail.com