Jakarta, TERASMEDIA.NET – Ada kabar terbaru untuk tenaga honorer yang tak terdata di database BKN. Masih ada kesempatan untuk tenaga honorer yang terdata di BKN untuk diangkat menjadi PPPK.
MenPAN RB akan mengangkat tiga kategori tenaga honorer yaitu eks THK II, Non ASN terdata di BKN dan non ASN yang aktif bekerja di instansi pemerintah.
Seperti diketahui bahwa sisa tenaga honorer yang terdata di BKN berjumlah 1,7 juta orang. Pemerintah juga akan mengangkat tenaga honorer menjadi PPPK melalui seleksi CASN 2024 yang akan diselenggarakan mulai bulan Juli mendatang.
Nanti tes yang dilakukan tenaga honorer hanya sebuah formalitas. setelah diangkat menjadi seorang ASN berpangkat PPPK nantinya tenaga honorer juga akan langsung diberi NIP.
Lalu bagaimana nasib tenaga honorer yang tidak terdata di BKN?
MenPAN RB memberikan kesempatan untuk tenaga honorer yang tidak terdata di BKN untuk mengikuti tes CAT CASN 2024. Namun ada syarat yang harus dipatuhi yaitu tenaga honorer harus aktif bekerja di instansi pemerintah.
Nantinya kelulusan tenaga honorer di CASN 2024 ini ditentukan oleh peringkat terbaik.
Tenaga honorer juga harus memiliki pengalaman kerja di bidang yang relevan dengan bidang yang akan dilamar dan ijazah yang dimiliki.
Untuk masa kerja sendiri tenaga honorer yang ingin mengikuti seleksi harus memiliki masa kerja minimal 2 tahun untuk jenjang pemula.
Pengisian formasi PPPK ini akan dilakukan secara berurutan pertama untuk THK II, ke dua untuk Tenaga non ASN yang terdata di BKN dan Non ASN yang bekerja di instansi pemerintah tapi tidak terdata di BKN.
Walaupun ada kesempatan, namun pemerintah tetap mengutamakan THK II dan Non ASN yang terdata di BKN terlebih dahulu.
Untuk Skema pengangkatan tenaga honorer sendiri pemerintah akan mengangkat tenaga honorer menjadi PPPK penuh waktu dan paruh waktu.
Sebelumnya perlu diketahui bahwa tenaga honorer yang tidak terdata di BKN akan diangkat menjadi PPPK jika usulan formasi tidak terpenuhi oleh THK II dan non ASN terdata di BKN.
Seperti contoh Ahmi Pratama Perawat membuka formasi 5 orang namun pelamar ada 50 orang, ketika sudah diperingatkan dan ditemukan peringkat terbaik maka yang akan didahulukan adalah THK II.
Jika THK II tidak ada yang melamar di bidang tersebut maka akan di prioritaskan tenaga honorer terdata di BKN.
Namun jika Non ASN hanya ada 3 orang maka 2 orang lagi akan mencari dari tenaga honorer yang tidak terdata di BKN atau tenaga honorer yang tidak terdata di BKN berdasarkan peringkat terbaik.[]
Sumber : Ayo Bandung
