Medan, TERASMEDIA.NET – Di tengah derasnya arus gaya hidup modern, sekelompok anak muda di Kota Medan justru memilih menyalurkan energi dan kreativitas mereka untuk kegiatan sosial kemanusiaan. Melalui komunitas Wujud Baik, para pemuda ini menebar semangat berbagi dan kepedulian kepada sesama melalui berbagai aksi nyata di lapangan.
General Manager dari Pagi Publisher, Daffa Haris, yang juga mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU), dalam rilisnya kepada terasmedia.net, Selasa (11/11/2025), menyampaikan bahwa kehadiran Wujud Baik menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Semarak anak muda di tengah gaya hidup modern yang peduli akan kemanusiaan tercermin melalui Wujud Baik, sebuah komunitas sosial yang lahir dengan semangat untuk berbagi kebahagiaan melalui kegiatan bakti sosial, berbagi ke panti asuhan, hingga edukasi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Daffa.
Komunitas Wujud Baik resmi berdiri pada 9 Juni 2024, digagas oleh empat anak muda inspiratif: Farid Haikal Nasution, Mohammad Falih Dhafir, Muhammad Dandriansyah, dan Muhammad Furqon Azhari. Gerakan ini lahir di Kota Medan dengan harapan dapat membangkitkan kembali semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kini, kepemimpinan komunitas ini dipegang oleh Nabil Syauqi Nasution sebagai Ketua Wujud Baik Kota Medan. Di bawah koordinasinya, Wujud Baik terus melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Melalui langkah kecil yang kami lakukan bersama anak muda lainnya, kami ingin memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” kata Nabil.
Sejumlah kegiatan sosial telah mereka jalankan, di antaranya Eco Explorer Day berkolaborasi dengan Kita Bisa (30 Agustus 2025), Wujud Berbagi Rumah Pejuang Kanker Ambu (13 September 2025), serta Pangkas Gratis di Panti Asuhan Ade Irma Suryani Nasution (19 Oktober 2025). Selain itu, Wujud Baik juga rutin mengadakan kegiatan berbagi dan edukasi sosial di berbagai titik di Kota Medan.
Nama “Wujud Baik” sendiri memiliki makna mendalam. “Wujud” melambangkan aksi nyata dari kepedulian, sementara “Baik” menggambarkan nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Filosofi ini menjadi dasar bagi gerakan mereka bahwa kebaikan adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia dari berbagai latar belakang.
Menariknya, kiprah Wujud Baik mendapat perhatian dari mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno. Dalam sebuah video apresiasi, Sandiaga menyampaikan dukungan dan rasa bangganya terhadap semangat komunitas ini.
“Saya mengapresiasi gerakan sosial Wujud Baik. Wujud Baik telah menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Setiap langkah kecil untuk membantu sesama memiliki kekuatan besar. Teruslah menebar kebaikan, karena kebaikan yang kita lakukan bersama dapat menciptakan Indonesia yang lebih baik,” ujar Sandiaga.
Dengan semangat menebar kebaikan dan membangun solidaritas, Wujud Baik menjadi ruang bagi generasi muda untuk beraksi nyata dalam kegiatan kemanusiaan. Gerakan ini bukan sekadar komunitas, tetapi simbol harapan baru bagi lahirnya generasi muda yang peduli, kreatif, dan berjiwa sosial di tengah tantangan zaman modern.[]
Editor : Yeddi Alaydrus








