Antusias Siswa SD Dalam PTM Terbatas di Masa Pandemi

Oleh : Febi Tias Indriyani*

Pendidikan merupakan hal yang sangat esensial dalam proses perkembangan anak. Pendidikan sebagai proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat interaksi antara peserta didik dan guru. Pembelajaran dalam pendidikan dapat dijadikan sebagai proses belajar yang akan mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan keterampilan peserta didik.
Saat ini, adanya pandemi membahayakan yang disebut dengan COVID-19 sebagai virus yang dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan dan menyebar secara cepat.

Tingginya angka kejadian dan potensi kematian menjadikan banyak pihak memutuskan untuk mencegah terjadinya penularan. Untuk mencegah adanya penularan virus tersebut pemerintah melarang berkerumunan, selalu mencuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker. Dampak dari COVID-19 menyebabkan perekonomian merosot, dirasakan oleh dunia pariwisata, dunia bisnis, kesehatan, kebudayaan, bahkan dunia pendidikan juga ikut merasakan dampak adanya virus tersebut.

Di masa pandemi untuk pendidikan dalam meminimalisir terjadinya penyebaran COVID-19 maka pembelajaran dilakukan secara online. Kegiatan belajar mengajar online ini dilakukan untuk mengganti kegiatan pembelajaran langsung atau tatap muka. Bahkan selama pandemi berlangsung, pembelajaran daring dilaksanakan hampir di seluruh penjuru dunia. Adanya pembelajaran daring tersebut memberikan dampak bagi peserta didik baik secara positif maupun negatifnya.

Seiring berjalannya waktu kurang lebih dua tahun dirasakan ternyata pembelajaran daring sangat kurang efektif dilakukan. Terutama pada tingkat sekolah dasar, dimana peserta didik benar-benar masih perlu bimbingan dan pengajaran secara langsung agar dapat menerima dan memahami apa yang diajarakan. Dengan adanya pertimbangan mengenai banyak hal akhirnya pemerintah memutuskan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Pendidikan merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. dalam bahasa Yunani pendidikan dikenal dengan istilah paedagogie yang artinya bimbingan yang diberikan kepada anak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran, dan pelatihan.

Pendidikan merupakan sebuah aktivitas yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu yang dapat digunakan untuk mengetahui dan mengembangkan potensi yang dimiliki individu. Pendidikan termasuk bagian penting dari proses pembangunan yang memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan suatu negara. Karena perkembangan suatu bangsa dapat dilihat dari bagaimana perkembangan pendidikan bangsa tersebut.

Baca Juga :  Pentingnya Manajemen Waktu

Dalam buku karangan Munir Yusuf dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar atau terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, agar memiliki akhlak mulia, kekuatan spiritual keagamaan, keterampilan, kemandirian, pengendalian diri, dan kecerdasan, yang nantinya diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Salah satu komponen penting pada sistem pendidikan adalah pendidikan sekolah dasar. Pendidikan formal rendah yang sangat menentukan terbentuknya karakter pada diri peserta didik adalah pendidikan tingkat sekolah dasar. Pada jenjang pendidikan ini awal peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan dan penanaman nilai-nilai pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan pada kehidupannya. Pentingnya suatu pendidikan tidak bisa dilaksanakan secara asal-asalan dan harus dilakukan dalam mempersiapkan peserta didik melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Adanya wabah COVID-19 yang semakin memanas di seluruh dunia dan termasuk virus membahayakan yang dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan dengan penyebarannya yang sangat cepat. Menjadikan adanya perubahan pada sistem pendidikan sebagai salah satu upaya untuk mencegah adanya penularan virus tersebut. Untuk mecegah adanya penularan, pemerintah melarang berkerumunan, selalu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

Untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut dirasa tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka maka pembelajaran dilaksanakan secara online atau daring (dalam jaringan). Pembelajaran tersebut merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan peserta didik tetapi pembelajaran secara online menggunakan jaringan internet. Dalam pembelajarn daring biasanya menggunakan berbagai macam aplikasi seperti; grub WhatsApp, Zoom, Class room, dan lain sebagainya. Namun pada lingkup sekolah dasar kebanyakan masih menggunakan grub WhatsApp sebagai media pembelajaran online.

Pembelajaran daring memiliki beberapa kelebihan dan kekuarangan. Khususnya pada peserta didik di jenjang sekolah dasar pembelajaran daring memiliki banyak kekurangan yaitu bahwa tidak semua peserta didik mampu memahami pembelajaran tanpa dampingan dari guru, komunikasi melalui internet terdapat berbagai kendala, banyak peserta didik yang belum mempunyai Handphone android, peserta didik yang tinggal di daerah susah sinyal akan kesulitan mengikuti pembelajaran tersebut, dan adanya penyalahgunaan media yang seharusnya buat belajar tetapi malah digunakan untuk game. Peserta didik bisa ketinggalan menerima materi pelajaran yang disampaikan karena terkendala dengan berbagai hal tersebut. Tetapi disisi lain terdapat peserta didik yang sudah memenuhi semua fasilitas pembelajaran daring sehingga mereka memilih pembelajaran daring daripada pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Realisasikan Program PPL, Mahasiswa PGMI INISNU Bentuk Tim Paspara

Kelebihan dari pembelajaran daring ini kita bisa memperkenalkan teknologi kepada peserta didik, peserta didik dapat mengaplikasikan media pembelajaran, siswa yang pasif jika pembelajaran secara tatap muka bisa cenderung aktif, dan siswa bisa mengulang materi. Banyak pendapat dari peserta didik dan orang tua mengenai pembelajaran daring yang mempunyai banyak kelebihan dan kekurangan. Karena peserta didik dam guru juga tidak terbiasa dengan pembelajaran daring sehingga masih dianggap repot. Terutama dalam penggunaan aplikasi untuk pembelajaran karena tidak semua peserta didik bisa menggunakananya terutama pada tingkat sekolah dasar yang masih minim dalam pengetahuan menggunakan media elektronik.

Untuk mengatasi berbagai permasalah tersebut, guru mengarahkan peserta didik yang belum mempunyai media pembelajaran bisa gabung dengan teman yang dekat rumahnya. Guru juga melakukan pemantauan pembelajaran dengan mengkomunikasikan kegiatan siswa pada grub Whatshapp. Dan juga beberapa guru melaksanakan homeschooling 1 minggu sekali untuk mengatasi permasalah yang dihadapi peserta didik agar pembelajaran tetap bisa berlangsung dan dengan harapan peserta didik bisa memahaminnya.

Pada awal pandemi, pemerintahan menerapkan prinsip untuk mengutamakan kesehatan dengan adanya pembatasan sosial. Setelah kurang lebih dua tahun pembelajaran dilaksanakan secara daring ternyata banyak menimbulkan dampak negatif pada sebagian peserta didik. Peserta didik menjadi hilang semangat untuk belajar, seringkali tugas dikerjakan oleh orang tua dan peserta didik tidak memahami meteri pembelajaran, sehingga guru kesulitan dalam mengukur hasil pembelajaran.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal tersebut bisa dilaksanakan karena angka penyebaran COVID-19 sudah menurun. Sesuai dengan SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/menkes/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19, satuan pendidikan yang membuka pembelajaran tatap muka harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan pencegah penularan COVID-19.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini Sebagai Upaya Kemajuan Bangsa

Pada saat hari pertama dilaksanakannya pembelajaran tatap muka bisa menjadi hari bahagia untuk peserta didik karena dapat kembali merasakan kebersamaan dalam aktivitas pembelajaran dengan guru dan teman-temannya. Peserta didik sangat antusias mengikuti pembelajaran secara tatap muka dengan semangat yang tinggi menyambut hari pertama masuk sekolah. Setelah kurang lebih selama dua tahun dilaksanakan secara daring. Meskipun sudah diperbolehkan secara tatap muka namun tidak lupa untuk tetapi menerapkan protokol kesehatan. Bahkan waktu dan jumlah peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran juga masih dibatasi.

Setelah adanya pembelajaran tatap muka terlihat perbedaan kebiasaan peserta didik yang tadinya bangun siang dan malas belajar menjadi bangun pagi untuk siap-siap ke sekolah. Dan semangat belajar mereka terbangun tumbuh kembali. Diharapakan pandemi ini benar-benar segera berakhir dan pembelajaran bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Salah satu jenjang pendidikan adalah tingkat sekolah dasar. Sekolah dasar merupakan salah satu jenjang pendidikan formal rendah yang sanget menentukan pembentukan karakter peserta didik kedepannya. Pada jenjang pendidikan ini awal peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan dan penanaman nilai-nilai pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan pada kehidupannya.

Adanya COVID-19 menjadikan perubahan sistem pendidikan yang semula dilaksanakan scara tatap muka menjadi daring. Terdapat beberapa kelebihan dalam pelaksanaan pembelajaran daring yaitu; ini kita bisa memperkenalkan teknologi kepada peserta didik, peserta didik dapat mengaplikasikan media pembelajaran, siswa yang pasif jika pembelajaran secara tatap muka bisa cenderung aktif, dan siswa bisa mengulang materi. Namun juga terdapat banyak kekurangan pembelajaran daring, salah satunya pada peserta didik yang tinggal di daerah susah sinyal akan kesulitan mengikuti pembelajaran tersebut dan banyak peserta didik yang tidak memahami materi.

Meskipun demikian pembelajaran daring tetap dirasa kurang maksimal. Setelah adanya informasi penurunan angka penyebaran COVID-19 maka pemerintahan memutuskan untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.[]

*Penulisan adalah Mahasiswi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Jawa Tengah, email : febitiasindriyani019.gmail.com

banner 300250