Apakah Dalam Ke-Kristenan Menerima Keberadaan LGBT?

Oleh : Mia Audina*

Seiring dengan berkembangnya zaman, keberadaan kaum LGBT berkembang secara terus
menerus hingga saat ini. Menurut Lembaga Survei SMRC ada 57,7% menyatakan pembelaan
terhadap kaum LGBT dengan Survey kaum LGBT mempunya Hak untuk Hidup di Indonesia. Salah satu Kota yang banyak kaum LGBT yaitu Jakarta, hasil survey YKPN menunjukkan ada sekitar 4000-5000 penyuka sesama jenis di Jakarta.

Hal ini mengakibatkan Pro-Kontra karna sebagian besar Masyarakata menolak keberadaan Kaum LGBT dikarekan Masyarakat masih bergantungan dengan pemahaman Agama dan Budaya. Keberadaan Kaum LGBT banyak mengalami kekerasan khususnya mengalami perlakuan diskriminatif seperti dihina, dijauhi, diancam, dan bahkan mengalami kekerasan secara fisik lalu mereka harus menerima kejadian terparah yang mereka alami yaitu kehilangan pekerjaan.

Di Indonesia masih sangat sulit untuk menerima keberadaan kaum LGBT. Banyak dari kaum LGBT yang dikucilkan dan diasingkan bahkan mereka sampai merasakan penolakan oleh Keluarganya sendiri, sangat menyedihkan. Hal yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika LGBT disebut suatu penyakit. Mengapa dikatakan suatu penyakit? Jelas bahwa LGBT itu tidak menular dan mereka tidak merasakan sakit apapun dalam tubuhnya. Kejadian ini pun banyak menuai masalah hingga kaum LGBT diusir dari tempat tinggal mereka karna menggagap suatu penyakit yang berbahaya.

Baca Juga :  Konservasi Tambang Timah di Kepulauan Bangka Belitung

Penyebab terjadinya LGBT, ini terjadi karna adanya beberapa faktor yaitu : karna lingkungan
sosial, trauma, dan kurangnya pengetahuan tentang agama. Beberapa pandangan masyarakat menyatakan jika LGBT terjadi karna keturunan. Hal ini menimbulakan beberapa perbedaan karena jika melihata secara agama apakah Tuhan menciptakan LGBT? Tentu tidak. Faktor terbesar yang mempengaruhi seorang dapat menjadi LGBT karna lingkungan social dan kurangnya kasih sayang dari keluarga.

Bagaimana KeKristenan memandang LGBT? Dalam ayat Alkitab Kejadian 1:27-28 “1:27 Maka
Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya,menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak 11 ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Baca Juga :  Pancasila sebagai Kontrol Generasi Z dalam Menghadapi Degradasi Moral

Sudah sangat jelas bahwa Tuhan menyatakan menciptakan lakilaki dan perempun dan beranak cuculah, apakah laki- laki dengan laki-laki dapat menghasilakan keturunan? Tentu tidak begitu pun dengan wanita. Dari Alkitab dapat kita angkat cerita tentang Sodom dan Gomora yang dimana dalam kejadian itu murka Tuhan terjadi karna ketamakan dan pemahaman yang mereka anut yaitu gay(hubungan sesame jenis). Dalam ayat Imamat 18:22 “Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.”lewat ayat ini Tuhan menyampaikan bahwa perbuatan menyukai sesame jenis adalah suatu tindakan yang keji.

Menurut saya sebagai Umat Kristen dan Warga Negara Indonesia sudah seharusnya kita
mengasihi mereka sebagaimana ajaran Yesus Kristus untuk saling mengasihi satu sama lain, tanpa memandang dari rupa, suku, agama, ras, status sosial. Memang benar adanya secara teologi / ajaran dalam Alkitab kita tahu perbuatan mereka menyimpang dari ajaran Alkitab, tetapi alangkah baik dan benar jika kita hendak menegur perbuatan mereka, tegurlah dengan kasih tanpa menghakimi dan sebaiknya kita selalu ingatkan mereka harapan kepada mereka bahwa mereka dapat kembali kepada ajaran yang sebenarnya, yaitu ajaran kasih Yesus Kristus, Alkitab.

Baca Juga :  Hadiah Kecil yang Berpengaruh Besar untuk Membangun Semangat Anak Berkebutuhan Khusus

Karna bagaimana pun juga mereka adalah manusia sama seperti kita, mereka butuh tempat
untuk berlindung, bercerita, dan mereka pun mempunyai hak yang sama untuk hidup di Negara ini tanpa adanya diskrimininasi.[]

*Penulis adalah Mahasiswi Jurusan System Informasi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), email : miaudyna.2017si012@civitas.ukrida.ac.id

banner 300250