Becak Panser dan Jetor jadi Alat Transportasi saat Banjir di Kampung Durian

Aceh Tamiang, TERASMEDIA.NET – Dampak banjir yeng menggenangi badan jalan di Kampung Durian Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, jalur jalan yang menghubungkan 7 desa dalam wilayah Sapta Jaya Kecamatan Rantau nyaris terputus.

Sejak Senin 3 Januari 2022 menjelang sore hari, luapan air sungai menggenangi permukiman penduduk, sehingga jalan menuju ke Sapta Jaya yang terdiri dari Desa Suka Jadi, Desa Suka Rahmat, Desa Suka Mulia, Desa Suka Rakyat, Desa Ingin Jaya, Desa Jamur Labu dan Desa Jamur Jelatang jadi terputus.

Terkecuali mobil yang dapat menjangkau ke Sapta Jaya,namun kendaraan jenis sepeda terpaksa harus memanfaatkan jasa becak panser dan jetor untuk dapat mencapai ujung dua titik genangan air yang kedalamannya mencapai paha orang dewasa.

Baca Juga :  Ditjen Pemasyarakatan Pindahkan 19 Napi Bandar Narkoba ke Lapas Nusakambangan

“Kalau mau menyeberangi banjir, kereta (sepeda motor) bapak bisa kami angkut dengan becak atau jetor”, tegas warga setempat menawarkan jasanya.

Menurutnya, setiap satu unit sepeda motor yang memanfaatkan tumpangan becak dan jetor tersebut, pemilik kendaraan dibebani uang jasa sebesar Rp 20 ribu.

“Banjirnya kan ada di dua tempat, jadi kami akan antar sampai genangan banjir paling ujung,” jelasnya.

Sementara itu, terkait banjir kali ini yang tergolong besar, seorang tokoh masyarakat Desa Durian, Nur Akmal kepada mengatakan, sejak banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2006 lalu, baru kali ini terjadi banjir yang sampai nyaris memutuskan hubungan antara 7 desa yang tergabung di Sapta Jaya dengan desa luar.

Baca Juga :  Kalahkan Putra Jaya FC 3-0, Sei Liput FC Susul Putra Tamiang ke Perempat Final

Orang yang akrab disapa Datok Kemek ini memprediksi kalau banjir di dua titik yang menggenangi badan jalan menuju 7 desa Sapta Jaya tersebut bisa bertahan hingga 3 atau 4 hari sejak hari pertama banjir.

“Dititik pertama ini, jalan yang digenangi air panjangnya Sekitar 250 meter dan dititik kedua yang didaerah persawahan paya perang itu ada sekira 150 meter,” ungkapnya.

Lanjut Nur Akmal, di desa Durian ada 3 dusun yang terimbas banjir, yakni Dusun Maju, Dusun Subur dan Dusun Metro Jaya dan Dusun Permai,

“Rumah penduduk yang terendam banjir sekitar 360 KK,” terang Nur Akmal. [] L24

banner 300250