Begini Standar Kecantikan di Indoensia

Standar Kecantikan bagi perempuan di Indonesia merupakan hal yang mustahil, mengingat adanya ribuan suku bangsa di nusantara yang menghasilkan warna kulit, jenis rambut, hingva fitur wajah yang sangat beragam. Semakin maraknya gerakan untuk mencintai diri, embrace yourself, pelan-pelan memang menggeser standar cantik yang usang, seperti kulit putih, hidung mancung, dan langsing.

“Kecantikan perempuan Indonesia itu unik, sangat berbeda-beda, dan tidak ada satu standar,” kata dokter Olivia Aldisa, praktisi estetika di Jakarta, dalam sebuah wawancara. Sebagai dokter yang sudah menangani ribuan pasien dari berbagai suku di Indonesia, Aldisa memahami bahwa fitur dan karakteristik wajah orang unik, sehingga tidak bisa disamaratakan.

Ia menyayangkan bahwa standar cantik perempuan Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya negara lain, mulai dari era kolonial, hingga sekarang ini Korea Selatan. “Hasilnya, banyak perempuan Indonesia, terutama yang muda-muda, ingin terlihat seperti bintang-bintang Korea, yaitu kulit super putih, muka tirus, dan hidung mancung,” ujarnya. Padahal, menurutnya belum tentu jika dagu kita dibuat lebih tirus, atau bibir ditambah tebal, akan cocok dengan fitur wajah kita. Karena terlalu mengidolakan dan mengagumi artis-artis luar negeri.

Menurut saya, sampai saat ini “Standard kecantikan” ini masih sangat diutamakan dan menurut saya belum tergeser sedikitpun tentang kecantikan yang berbeda-beda dan tidak ada satu standar. Masih banyak orang di Indonesia, terutama anak-anak muda yang menilai segala sesuatu dari fisik atau penampilan atau bisa dibilang “kecantikan”. Dan terkadang sampai adanya tindak “bully” tentang fisik dan membuat orang insecure karena kata-kata mereka.

Kita memang cantik dan sempurna di mata kita sendiri dan mata orang yang tepat, tetapi jika bukan orang yang tepat maka kita akan selalu kalah dengan mereka yang lebih “sempurna” di mata mereka yang memiliki standard kecantikan yang luar biasa.

Baca Juga :  Cara Mendidik Anak Zaman Old Vs Zaman Now

Seperti harus berkulit putih, tinggi, mancung, berbadan langsing, berlesung pipi, bergigi gingsul, bermata besar, dan lain sebagainya. Tanpa mereka sadari mereka terlalu mencari yang “Sempurna”.

Sehingga melupakan bahwa yang sempurna itu bisa dibentuk dari kecantikan dalam diri atau dari hati orang tersebut, mereka akan melewatkan sesuatu yang “sempurna” karena mereka terlalu mencari yang “sempurna”.[]

Pengirim :
Jeslyn Aurelia, mahasiswi Universitas Bangka Belitung, email : jeslynaurelia889@gmail.com

banner 300250