Cara Meningkatkan Imunitas dengan Tanaman Herbal agar Terhindar dari COVID-19 pada Bulan Puasa

Kondisi pandemi Covid-19 sangat memberi dampak bagi keberlangsungan aktivitas bermasyarakat.Dalam upaya penanganan penularan virus Covid-19 perlu dilakukan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu hal penting yang perlu dilakukan dalam pencegahan serta pengendalian penyebaran Covid-19 adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau dapat pula disebut sistem imun tubuh.

Selama menjalani ibadah puasa, tak jarang daya tahan tubuh menjadi menurun.Hal ini sebenarnya wajar terjadi, karena perubahan pola makan serta jadwal tidur bisa jadi alasan utama mengapa daya tahan tubuh melemah di bulan puasa. Dalam tiga penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Cell, pada beberapa kasus puasa dapat memperburuk disfungsi metabolisme dan menyebabkan gangguan respon imun yang signifikan dalam studi ini.

Puasa yang berkepanjangan disertai kurangnya pola hidup yang sehat dapat menyebabkan tingkat sel darah merah yang rendah (anemia), sistem kekebalan yang melemah dan berbagai kekurangan vitamin dan mineral sehingga dapat membuat seseorang rentan terinfeksi virus COVID-19

Baca Juga :  Strategi Pencapaian Bank Jatim

Apa itu Imun Tubuh?

Sistem imun atau imunitas adalah sistem pertahanan tubuh untuk melindungi tubuh dari penyakit atau infeksi bakteri. Ketika bakteri atau zat asing (antigen) yang dapat menyebabkan penyakit masuk ke dalam tubuh, antibodi di dalam tubuh mengeluarkan, menetralisir dan menghancurkan bakteri atau antigen tersebut, sehingga melindungi atau melindungi tubuh dari penyakit

Upaya Meningkatkan Imun

Peningkatan imunitas dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai ramuan tradisional yang dikenal dengan istilah jamu. Potensi peningkatan imunitas dari olahan jamu dapat diperoleh dari tanaman obat keluarga atau yang dikenal dengan istilah TOGA. Tanaman obat banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu, yang apabila dikonsumsi dapat meningkatkan kekebalan tubuh (immune system).

Tanaman obat memiliki sifat yang spesifik bekerja sebagai pencegahan (preventif) dan promotif melalui kandungan metabolit sekunder.Jamu tidak dapat menyembuhkan yaitu bersifat kuratif, namun lebih ke arah sebagai pencegahan dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga lebih bermanfaat untuk mencegah COVID-19.Berikut beberapa tanaman obat yang berkhasiat sebagai peningkat imun

Baca Juga :  Eksistensi Kepala Sekolah di Tengah Pandemi

Jahe (Zingiber officinale)

Jahe bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Indonesia tumbuhan ini banyak di jumpai di pasar tradisional dan petani di samping itu di dalam rimpang jahe banyak sekali kandungan senyawa aktif yang menyehatkan bagi tubuh.

Tumbuhan ini dapat diolah jadi minuman yang enak dan bermanfaat seperti minuman jahe hangat, wedang uwuh, saraba, dan jamu dengan campuran rimpang kunyit, temulawak dan jahe

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)

Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza Roxb merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai obat-obatan yang tergolong dalam suku temu- temuan (Zingiberaceae). Salah satu kandungan terbanyak yang dimiliki tumbuhan temulawak ialah pati, pati temulawak mengandung kurkuminoid yang membantu proses metabolisme dan fisiologis organ badan. Penggunaan temulawak dalam pengobatan tradisional banyak digunakan dalam pengobatan gangguan pencernaan, sakit kuning, keputihan, meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan

Baca Juga :  Wapres Sebut Vaksin Booster Syarat Mudik Lebaran 2022

Kunyit (Curcuma Longa L)

Kunyit merupakan tanaman tropis yang banyak terdapat di benua Asia. Dalam sejarah perobatan rakyat India, kunyit dianggapkan sebagai bahan antibiotik yang terbaik sementara pada masa yang sama kunyit juga digunakan untuk memudahkan proses pencernaan dan memperbaiki perjalanan usus.

Dari ketiga bahan diatas diketahui mengandung senyawa kurkumin yang memiliki banyak sekali manfaat seperti : antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus yang sangat cocok apabila digunakan untuk meningkatkan imunitas agar tetap sehat dikala pandemi seperti saat ini selain bahan utama tersebut dapat juga ditambahkan bahan lain untuk menambah rasa dan memberi aroma yang menggugah selera seperti kayu manis, serai, dan gula aren.[]

Pengirim :
M. Shadam Gusbian CH
Mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Binawan
Email : muhamad.shadamgusbian@student.binawan.ac.id

banner 300250