Dampak Pemakaian QR Code untuk Pengisian BBM di Bangka Belitung

Mengenai uji coba transaksi BBM menggunakan QR Code masih menjadi topik yang jarang dibicarakan masyarakat Bangka Belitung, entah ini karena masyarakat yang tidak begitu peduli tentang hal ini atau memang beberapa masyarakat tidak memiliki informasi mengenai hal tersebut. Namun kali ini saya akan membahas apa pengaruh pemakaian QR Code untuk pengisian BBM di Bangka Belitung

Quick Response Code atau biasa dikenal dengan QR Code adalah sebuah code matriks dua dimensi yang didalamnya mampu menyimpan informasi secara langsung. Untuk membuka QR Code ini, diperlukan scan ataupun pemindaian melalui handphone. Untuk QR Code sendiri sangat cocok untuk digunakan pada zaman sekarang, karena QR Code dinilai sangat praktis, kita hanya perlu mengarahkan handphone atau mesin scanner ke depan QR Code. Dan dalam hitungan detik hal-hal yang kita inginkan seperti informasi, pembayaran, dll, telah selesai.

Berdasarkan pernyataan di atas, bisa dikatakan bahwa penggunaan QR Code untuk pengisian BBM di Bangka memiliki banyak dampak positive. Namun walaupun memiliki banyak dampak positive, tidak sedikit masyarakat yang mengeluh mengenai hal ini. Banyak Pro Kontra dimasyarakat terhadap pemakaian QR Code untuk pengisian BBM di Bangka Belitung.

Dikutip dari BANGKAPOS, Menurut salah satu warga yang berinisial R yang tidak setuju dengan hal tersebut”Merepotkan lah, karena menunggunya lama di sini, yang buat lama itu memasukkan aplikasi itu tadi, antrean jadi panjang,”. Menurut R (Inisial), sebenarnya kebijakan penggunaan QR cukup bagus, hanya saja belum stabil pengoperasiannya sehingga menyebabkan antrean panjang dan lamanya proses pembelian.

Penulis sangat mendukung penuh program ini. Selain berfungsi sebagai alat pembayaran, QR Code juga berfungsi agar penyaluran solar bersubsidi tepat sasaran dan terdata, dan setelah diri kita terdaftar,QR Code dapat berfungsi sebagai pemindai data diri konsumen dan Identitas kendaraan. Dengan adanya hal tersebut kita dapat mengetahui dimana kendaraan kita jika terjadi hal yang tidak diinginkan.[]***

Baca Juga :  Mengkritisi Kebijakan Pemerintah Gonta-Ganti Kurikulum di Indonesia : Akankah Menghambat Prestasi Peserta Didik?

Pengirim :
Muhammad Farand, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, email : mfarand06@gmail.com

banner 300250