Dinas Kesehatan Aceh Tangani 3.000 Kasus TBC Sepanjang 2021

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Ternyata tidak hanya kasus covid-19 yang menghantui masyarakat saat ini. Disamping itu juga masih ada momok penyakit yang sudah ada sejak lama yang masih harus menjadi perhatian pemerintah.

Dan adanya covid-19 yang terus meningkat, tidak membuat pemerintah khususnya Dinas Kesehatan harus melupakan penanganan penyakit-penyakit lainnya. Hampir sama dengan Covid-19, jika covid disebabkan oleh virus tapi TBC disebabkan karena kuman.

Sebagaimana dilansir aceh.antaranews, Dinas Kesehatan Aceh saat ini telah menangani sekitar 3.000 kasus penderita tuberculosis (TBC) di provinsi Aceh sepanjang tahun 2021. Dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring pelacakan kontak erat secara kontinu yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga :  Dalam Dua Hari 5 Warga Langsa Meninggal Akibat Covid-19

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Aceh, dr Iman Murahman di Banda Aceh, Rabu (07/07) mengatakan, selama tahun 2021 ini sudah dapat sekitar 3.000 kasus TBC di Aceh, yang paling tinggi di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara, itu adalah daerah-daerah yang tinggi kasus TBC”, ujarnya.

Kalau dilihat angka secara nasional, kasus TBC di provinsi Aceh memang masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan angka kasus-kasus TBC di provinsi lain wilayah Pulau Jawa. Kini target DinPkes Aceh adalag terus berupaya untuk dapat mendeteksi sebanyak 20.000 kasus TBC setiap tahunnya, sebut Iman.

Dikatakannya, proses pelacakan kontak erat TBC di lapangan masih terdapat terkendala karena banyak masyarakat yang menganggap TBC seperti penyakit kusta yang menjadi anggap aib. Sehingga banyak warga yang tidak ingin diperiksa apalagi mengikuti pengobatan penyakit menular itu.

Baca Juga :  Laboratorium Komputasi dan Analisis Data FISIP Unimal Gelar Workshop Mendeley

Oleh karenanya kami hanya dapat angka rata-rata sekitar 7.000 kasus TBC setiap tahunnya, tahun 2019 dan 2020 angkanya segitu, dan ini hasil yang kita dapatkan di lapangan, tapi jika kita periksa lagi maka akan lebih dari itu”, kata Iman lagi.

Pihak Dinkes Aceh saat ini terus melakukan pelacakan kontak erat dari orang yang positif TBC. Saat ini seluruh fasilitas kesehatan dan rumah sakit serta Puskesmas di seluruh Aceh telah memiliki alat tes cepat molokuler (TCM) yang dapat mendeteksi orang terinfeksi TBC atau tidak. [] antara

banner 300250