oleh

FAKSI Desak Baitul Mal Aceh Timur Transparan dan Publish Semua Programnya

Aceh Timur, TERASMEDIA.NET – Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny H, mendesak pihak lembaga Baitul Mal Aceh Timur, lebih transparan soal pengelolaan anggaran dan mempublis setiap programnya, sehingga dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan informasi tersebut.

Hal itu menurut Ronny, sangat diperlukan agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh segala bentuk informasi yang dibutuhkan, terutama terkait bantuan dan sebagainya.

“Kita minta pihak Baitul Mal lebih transparan terkait segala hal, dan bila perlu mungkin setiap programnya tertera di sebuah papan informasi di kantor Baitul Mal, mulai dari jumlah dana zakat yang diperoleh, maupun setiap detail penggunaannya,” kata Ronny, melalui rilis yang diterima terasmedia.net, Kamis (14/04/2022).

Menurutnya, dengan keterbukaan itu diharapkan, terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan dapat terhindari.

” Kita ini kan menganut sistem demokrasi di segala lini, yang mengedepankan keterbukaan, jadi prinsipnya, semakin transparan semakin bagus dan semua orang dapat dengan mudah mengakses informasi, terutama soal bantuan yang ada di sana, jadi tak berkembang polemik lagi,” ujar Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut.

Ronny berharap, Baitul Mal Aceh Timur, lebih optimal dan lebih cepat tanggap dalam hal merespon persoalan fakir – miskin dan yatim piatu serta kaum dhuafa di Aceh Timur, dan mengupayakan berbagai solusi alternatif di tengah keterbatasannya.

” Kita tahu, mungkin Baitul Mal kan punya keterbatasan, tapi kita minta kedepannya bisa lebih optimal lagi, dan bisa merespon lebih cepat soal kaum lemah di Aceh Timur, sehingga bisa terus diandalkan,” sebut pengritik yang concern dengan isu – isu sosial seputar Kemiskinan, Pengangguran, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia itu.

Dia juga meminta media dan LSM di Aceh Timur, lebih ketat mengawasi kinerja lembaga yang satu ini, sehingga manfaatnya dapat benar – benar dirasakan oleh masyarakat di Aceh Timur.

” Ya, setiap rupiah yang ada di situ harus diawasi, demikian pula peruntukkannya kepada masyarakat, kita berharap lembaga ini benar – benar bisa menjadi harapan bagi masyarakat banyak, terutama untuk mengatasi berbagai problem kemiskinan di Aceh Timur,” pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.[] RED/Ril

banner 300250