FTK INISNU Temanggung Gelar Kuliah Umum Bertajuk Paradigma Belajar dalam Kurikulum Merdeka

Temanggung, TERASMEDIA.NET – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) INISNU Temanggung menyelenggarakan kuliah umum bersama praktisi dengan tajuk “Paradigma Belajar dalam Kurikulum Merdeka melalui Budaya Positif” pada Jum’at, (13/10/23) melalui platform Zoom Meeting.

Pemilihan tema ini berangkat dari kondisi pendidikan saat ini, terkait Kurikulum Merdeka dengan pembelajaran berdifirensiasi dan integrasi teknologinya. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan memberikan paradigma budaya positif bagi pendidik dan calon pendidik dengan fasilitasi dari para praktisi pendidikan Dian Marta W, M.Pd dan Zefrin, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., menyampaikan kegiatan ini sebagai media dalam menguatkan mindset bagi calon pendidik atau mahasiswa dan bahkan guru terkait kurikulum merdeka yang dimulai dari budaya positif secara sederhana.

Baca Juga :  Yuk Berwisata sekalian Edukasi ke Goa Sarang Walet Aceh Tamiang

“Perubahan paradigma sangat penting dalam perjalanan kurikulum ini. Hal pertama diperlukan perubahan mindset, yang biasanya selalu diarahkan, menjadi ajang pengembangan kreativitas dan inovasi kita. Kedua, paradigma guru sebagai manajer, memimpin dan mengelola kelas. Ketiga, keteladanan dalam melakukan budaya positif Keempat, membangun komitmen dengan siswa dan melakukan refleksi bersama. Kelima, pelibatan stakeholders melalui pentahelix model dalam menguatkan budaya positif dan karakter Pelajar Pancasila”, ungkapnya.

Selanjutnya, Dian Marta W, M.Pd menyampaikan praktik baik pembiasaan dalam budaya positif. “Hal ini dapat dibangun dari diri sendiri selanjutnya diimplementasikan melakukan proses pengajaran dengan peserta didik”, ungkap Kepala Sekolah berprestasi Kota Semarang ini.

Pihaknya menambahkan, “ada beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan tindakan khusus bagi peserta didik, salah satunya adalah paradigma terkait punishment dan reward. Hukuman itu punya dampak yang condong negatif begitu pula dengan reward pasti memiliki dampak bagi peserta didik jika tidak diawali dari kesadaran internal terlebih dahulu.” Maka, kita perlu membiasakan kesadaran siswa terlebih dahulu dan mengganti diksi reward dengan apresiasi diikuti Tindakan sederhana yang kita lakukan dalam membiasakan budaya positif”, pungkas Kepala SDN Gajahmungkur 03 Semarang itu.

Baca Juga :  Pj Gubernur Aceh : Tunjukkan Pemilu di Aceh Paling Aman Dibanding Daerah Lain

Narasumber selanjutnya, Zefrin, M.Pd. memaparkan urgensi teknologi dalm pembelajaran. “Teknologi merupakan salah satu komponen penting dalam proses ajar mengajar. Keberlangsungan pendidikan, tidak bisa dipisahkan dengan teknologi dan peran utama pelaku Pendidikan dalam memanfaatkannya”, ungkap Duta Teknologi Kemendikbud Prov. Gorontalo Tahun 2021.

“Terdapat beberapa aplikasi dan platform digital yang telah difasilitasi oleh pemerintah, namun perlu kita jadikan refleksi terkait bagaimana penggunaannya? Apapun kecanggihan teknologi, tetaplah diciptakan manusia dan guru tidak akan pernah tergantikan perannya. Jika, teknologi ansih, akan sulit dalam membentuk karakter empati, peduli, toleransi dan sikap lainnya. Maka, yang harus menguatkan adalah gurunya. Teknologi hanyalah media atau alat pendukung saja, diperlukan support system dari pendidik, stakeholders dengan fasilitasi dalam mencapai tujuan penguatan budaya positif dan karakter siswa”, pungkas Peserta Diklat Guru Luar Negeri Carles Darwin Universty Australia itu.

Baca Juga :  Bicarakan Lahan Eks Kombatan GAM, Pj Gubernur Aceh Jumpai Menteri ATR/BPN RI

Ratusan peserta terlibat aktif dalam kegiatan yang dibawakan oleh moderator Izzatinnisa. Adapun peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, delegasi guru LP Ma’arif Temanggung dan Magelang serta lainnya. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama seluruh Program Studi dan Ormawa di lingkungan FTK INISNU Temanggung.[] Iis Narahmalia

banner 300250