Gagasan Ibnu Sina Terhadap Dunia Pendidikan

Ibnu Sina, siapa yang tidak kenal dengan ilmuan berjuluk bapak kedokteran dunia tersebut. Ibnu Sina, atau yang lebih dikenal oleh orang barat sebagai Avicenna lahir di Bukhara, Uzbekitsan pada tahun 980M dengan nama lengkap Abu Ali Al-Husain ibnu Abdullah ibnu Hasan ibnu ‘Ali ibnu Sina.

Namun, tahukah kalian bahwa pemikiran Ibnu Sina tidak hanya seputar dunia medis melainkan juga seputar pendidikan. Dalam tulisan ini, saya akan coba merangkum gagasan-gagasan Ibnu Sina terhadap pendidikan.

Dalam karyanya yang berjudul Al siyasah fi al-tarbiyyah, Ibnu Sina menegaskan bahwa tujuan pendidikan harus diarahkan pada pengembangan seluruh potensi yang dimiliki secara sempurna, yang meliputi perkembangan fisik, intelektual, dan budi pekerti.

Selain itu, tujuan pendidikan juga harus diarahkan pada upaya mempersiapkan seseorang untuk dapat hidup bersama masyarakat dengan melakukan pekerjaan atau keahlian yang sesuai dengan bakat, kesiapan, kecenderungan, dan potensi yang dimiliki.

Tujuan diatas pastinya dapat dicapai apabila kita menerapkan metode-metode pengajaran yang tepat. Dalam hal ini, Ibnu Sina memiliki pandangannya tersendiri. Seperti yang telah disimpulkan oleh Abuddin Nata, Ibnu Sina menegaskan bahwa materi pelajaran tidak akan dapat dijelaskan dengan satu cara saja, melainkan harus dicapai dengan berbagai macam cara sesuai perkembangan kondisi psikologis peserta didik.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam pelaksanaan metode tersebut, hendaklah disesuaikan dengan sifat materi pelajaran, sehingga relevansi antara keduanya dapat terjaga.

Adapun metode-metode pendidikan yang ditawarkan oleh Ibnu Sina antara lain: talqin, demonstrasi, pembiasaan, teladan, diskusi, magang, dan penugasa. Dari penyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam menerapkan metode-metode pendidikan.

Hal-hal tersebut meliputi: kesesuaian metode dengan kondisi psikologis peserta didik, kesesuaian metode dengan bakat dan minat peserta didik, dan kesesuaian metode dengan materi pelajaran.

Baca Juga :  Hadapi New Normal dengan Update Strategi Pembelajaran Digital

Metode-metode pendidikan akan berjalan baik apabila diterapkan oleh tenaga pendidik yang baik pula. Berkaitan dengan hal ini, Ibnu Sina menyatakan bahwa guru yang baik adalah guru yang berakal cerdas, baik dalam beragama, mengetahui cara mendidik akhlak, cakap dalam mendidik anak, berpenampilan tenang, menghindari diri dari bercanda dan bermain-main di hadapan murid, tidak bermuka masam, sopan, santun, bersih dan suci murni.

Dari pernyataan tersebut, dapat kita ketahui bahwa sosok ideal seorang guru bagi Ibnu Sina adalah bukan hanya cakap dalam kompetensi (pengetahuan) namun juga sosok yang me cerminkan kewibawaan dan akhlak mulia.[]

Pengirim :
Ikhwanul Risqon, mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan, email : ikhwanarrisqon@gmail.com 

banner 300250