Generasi Z adalah generasi yang lahir di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Mereka tumbuh dengan internet, media sosial, dan informasi yang bisa diakses kapan saja. Karena itulah, Gen-Z dianggap sebagai generasi yang paling siap menghadapi masa depan.
Mereka punya banyak potensi cerdas, kreatif, dan cepat beradaptasi. Banyak dari mereka sudah membuat perubahan, baik lewat kampanye sosial, bisnis kreatif, maupun aksi lingkungan. Gen-Z juga punya semangat tinggi untuk berbicara soal keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan.
Benarkah Gen-Z adalah agen perubahan masa depan ?
Gen-Z sering mengalami kecanduan media sosial, sehingga sulit fokus dan mudah terpengaruh oleh tren yang belum tentu baik. Selain itu, banyak dari mereka yang merasa tertekan secara mental, seperti cemas, stres, bahkan depresi, karena tuntutan hidup yang semakin tinggi.
Mereka juga menghadapi tantangan dalam membedakan informasi yang benar dan hoaks, karena tidak semua terbiasa berpikir kritis. Di sisi lain, persaingan kerja di masa depan akan makin berat, apalagi dengan munculnya robot dan kecerdasan buatan yang bisa menggantikan pekerjaan manusia.
Tak semua Gen-Z juga mendapat akses pendidikan dan peluang ekonomi yang sama. Ini membuat kesenjangan antar anak muda bisa semakin lebar. Selain itu, masih banyak Gen-Z yang tidak tertarik dengan isu sosial dan politik, padahal masa depan bangsa juga ada di tangan mereka.
Karena itu, Gen-Z perlu disiapkan bukan hanya pintar teknologi, tapi juga kuat secara mental, punya empati sosial, dan peduli pada masa depan bangsa. Jika mereka mampu melewati tantangan ini, Gen-Z benar-benar bisa menjadi agen perubahan Indonesia menuju tahun 2045.
Dalam berbagai kesempatan, Anies Baswedan tokoh pendidikan dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menekankan pentingnya peran Generasi Z dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan alam atau pembangunan infrastruktur, melainkan oleh kualitas manusia dan karakter generasinya.
Ferry Irwandi memandang Generasi Z sebagai ujung tombak perubahan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Dalam berbagai kesempatan, ia menyuarakan pentingnya menyiapkan generasi ini bukan hanya sebagai pelengkap demografi, tetapi sebagai aktor utama transformasi bangsa.
Bagi Ferry, Gen-Z hidup di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi. Mereka adalah generasi yang paling terhubung secara digital, namun di sisi lain, paling rentan terhadap disinformasi, budaya instan, dan disorientasi arah hidup. Oleh karena itu, tantangan terbesarnya bukan hanya soal akses, tapi soal karakter dan kesadaran diri.
Dalam konteks visi Indonesia 2045, Ferry Irwandi menegaskan bahwa Gen-Z adalah fondasi utama bangsa ini. Jika mereka mampu mengasah daya kritis, menjauhi jebakan gaya hidup semu, serta mengambil peran aktif dalam perubahan sosial-politik, maka Indonesia bukan hanya akan maju secara ekonomi, tetapi juga dewasa secara demokrasi.
Generasi Z memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Mereka tumbuh di era digital, cepat beradaptasi dengan teknologi, serta memiliki semangat kreativitas dan kepedulian sosial yang tinggi.
Namun, untuk benar-benar menjadi kekuatan perubahan, Gen-Z perlu mengatasi berbagai tantangan, seperti kecanduan teknologi, krisis identitas, tekanan mental, dan rendahnya literasi kritis. Selain itu, penting bagi mereka untuk lebih aktif dalam kehidupan sosial, politik, dan pembangunan bangsa.
Dengan dukungan pendidikan yang tepat, pembinaan karakter, serta kesempatan yang merata, Gen-Z bisa menjadi generasi pemimpin yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, maju, dan berkelanjutan.[]
Penulis :
Radit Azwir, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
