Gubernur Aceh : Generasi Muda saat ini Dihadapkan pada Empat Tantangan

Banda Aceh, TERASMEDIA.NET – Generasi muda saat ini dihadapkan pada 4 tantangan yaitu di bidang ekonomi, mental dan ideologi, teknologi serta moral, demikian dikatakan Gubernur Aceh Nova Iriansyah Rabu (18/08).

Pesan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA) yang diikuti Gubernur secara daring di ruang rapat Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh.

“Di tengah besarnya harapan terhadap pemuda saat ini, kita akui tantangan yang dihadapi juga cukup berat. Setidaknya ada empat tantangan yang dihadapi generasi muda sekarang ini, yaitu tantangan di bidang ekonomi, seiring adanya pergeseran usaha di tingkat pasar”, ujar Nova.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Dukung PT Waskita Karya Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Air di Aceh

Di masa depan, sambung Gubernur, Siap atau tidak, sektor ekonomi harus berbasis pada sistem e-commerce. Pemuda era milenial harus siap menjawab tantangan ini. Oleh karena itu, pemuda dituntut untuk melek digital jika tidak ingin tersingkir dari persaingan.

“Selanjutnya, tantangan di bidang ketahanan mental dan ideologi. Seiring ketatnya persaingan yang memaksa pemuda cenderung memikirkan dirinya sendiri. Akibat sikap individualis ini, pemuda berpotensi terlibat dalam konflik dan perpecahan. Radikalisme juga bisa merasuki pikiran pemuda, karena persaingan itu berperan memunculkan sikap saling curiga dan ingin menang sendiri,” sambung Gubernur.

Ketiga, lanjut Nova, tantangan untuk menyesuaikan diri dengan teknologi. Gubernur mengingatkan, keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki, menuntut pemuda untuk mampu menerapkan konsep teknologi terbarukan yang murah dan praktis.

Baca Juga :  Lewat jalan Tol Sibanceh, Sigli-Banda Aceh Hanya 1 Jam

“Untuk itu pemuda harus siap menerapkan konsep teknologi yang handal, serta aktif memperluas jejaring di tingkat dunia. Kondisi ini berpotensi membuat pemuda lebih fokus untuk urusan global, dan mulai melupakan nilai-nilai kearifan lokalnya,” kata Gubernur.

Terakhir, ancaman dekadensi moral akibat teknologi informasi yang membuat dunia seakan tanpa batas. Banyak pemuda yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, perilaku seks bebas, dan berbagai tindakan kriminal lainnya. Gubernur khawatir, jika pemuda Aceh semakin banyak yang terjerumus ke dalam tindakan berbahaya ini, niscaya masa depan negeri ini akan suram.

“Empat tantangan ini harus mampu diatasi pemuda kita. Oleh karena itu, penguatan organisasi pemuda penting kita lakukan agar pembinaan berjalan efektif. Sejalan dengan itu, pengurus IPPEMATA saya harap dapat menyusun program kerja yang mampu menjawab tantangan dan peluang tersebut. Dengan demikian, organisasi ini akan mampu memfasilitasi Pemuda Aceh Tengah untuk bersaing di tingkat global,” ujar Nova.[] humasacehprov

banner 300250