Kasatpol PP WH Aceh Singkil Bantah Petugas Siksa Anjing Warga Pulau Banyak

Aceh Singkil, TERASMEDIA.NET – Heboh beredernya sebuah video petugas Satpol PP Aceh Singkil saat melakukan evakuasi seekor anjing dari Kecamatan Pulau Banyak yang diduga kemudia anjing tersebut mati semakin menjadi buah bibir di medsos.

Sinna Sherina Munaf yang merupakan seorang penyanyi menjadi trending di Twitter. Dalam akun Twitter @sherinasinna, ia menaruh perhatian pada tragedi hewan peliharaan bernama Canon.

Salah satu twit Sinna Sherina adalah “Ini bukan soal generalisasi sebuah daerah, ataupun soal agama. Ini soal KESEJAHTERAAN HEWAN yang dimana hewan ini dipelihara dari kecil dan diambil PAKSA hingga tewas. Kami di sini bersuara demi keadilan Canon, pemiliknya, dan anjing2 di bagian INDONESIA manapun”, tulisnya.

Baca Juga :  Pemuda Lintas Agama Aceh Singkil Bicarakan Toleransi Bersama Sejumlah Organisasi

Sementara itu, dilansir aceh.antaranews, Minggu (24/10), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Singkil Ahmad Yani menegaskan pihaknya membantah telah melakukan tindakan penyiksaan terhadap seekor anjing bernama Canon, seusai diamankan dari sebuah lokasi wisata di Pulau Banyak beberapa hari lalu.

“Tidak ada penyiksaan yang dilakukan anggota di lapangan, anjing itu diduga mati karena stres seusai diamankan oleh anggota saat akan dibawa ke daratan,” kata Ahmad Yani yang dihubungi dari Meulaboh, Ahad.

Ia mengatakan, anjing tersebut ditangkap oleh petugas Satpol PP Aceh Singkil setelah pihaknya menerima surat dari camat terkait pemberlakuan wisata halal di kawasan Pulau Banyak Aceh Singkil.

Baca Juga :  Partai NasDem Tepis Anggapan PSI Anies Intoleran

Sebelum dilakukan penangkapan terhadap anjing di lokasi wisata, kata dia, pihaknya melakukan koordinasi dengan Muspika di Pulau Banyak terhadap kegiatan penangkapan anjing yang akan dilakukan, di sebuah resort tempat anjing tersebut dipelihara.

Saat akan dilakukan penangkapan, kata Ahmad Yani, pemilik anjing diduga sempat berusaha mempersulit petugas dengan cara mengulur waktu agar anjing tersebut tidak ditangkap atau dievakuasi petugas.

Setelah dilakukan koordinasi dengan pemilik resort, kemudian petugas berupaya melakukan penangkapan menggunakan peralatan yang aman dan ramah hewan.

Karena kondisi anjing itu galak, dan berusaha memberikan perlawanan ketika akan ditangkap petugas.

Karena kondisi tersebut, selanjutnya anjing yang bernama Canon itu dibujuk oleh pemilik dan kemudian dimasukkan ke dalam keranjang, guna dibawa ke daratan di Singkil, ibu kota Aceh Singkil.

Baca Juga :  Aceh Singkil Tuan Rumah Pra Pora Sepak Bola Grup A

“Ada dua ekor anjing yang kita tangkap, nah ketika tiba di Singkil, satu ekor anjing ditemukan sudah mati. Sedangkan seekor lainnya masih hidup dan sehat,” katanya. []

banner 300250