Kualitaskan Manajemen Mutu, Guru Wajib Memiliki Spirit Inspiring Teaching

Oleh : Iis Narahmalia*

Berkerja dalam dunia pendidikan yang menjadi salah satu pilar dalam mencapai tujuan mencerdaskan anak bangsa menjadi pekerjangan yang begitu mulia, secara eksplisit mampu dikatakan bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang dalam memahamkan peserta didik nya untuk mengurangi kemiskinan secara bidang intelektual dan mengentaskan anak bangsa dari masalah kebodohan.

Perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi yang semakin mencuak di masa distrupsi ini akan sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Karena di era globalisasi ini memerlukan sosok guru yang mampu bersaing dan siap pakai. Artinya guru tersebut harus memiliki kualitas dalam segi pengelolalan sumber daya manusianya sehingga memiliki kesan dan action postif dalam membangun relasi dalam meningakatkan kualitas mutu sekolah.

Dalam rangka pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas ini tentunya tidaklah lepas dari sistem manajemennya, maka keberadaan kependidikan menjadi suatu faktor pendorong yang harus mendapatkan perhatian serius oleh seluruh pihak. Asumsi yang dikembangkan bahwasanya sumber manusia yang terbentuk dan berkualitas itu terlahir dari sistem dan proses pendidikan yang berkualitas juga singkatnya bahwasanya unsur manusialah yang merupakan unsur aktif dan lainya adalah unsur pasif yang akan diubah dengan kreatifitas manusia.

Baca Juga :  Covid-19 dan Pernikahan Dini sebagai Isu yang Berdampak Panjang

Oleh karenanya maka dengan pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan mampu mengkondisikan unsur-unsur yang lainya khsuusnya dalam memanajemen kualitas pendidikan berbasis sekolah karena posisi sumber daya manusia sendirilah yang menjadi konteks titik prioritas untuk menangkis problem yang meniliki segala siklus atau proses kendala pendidikan.

Hakikat Manajemen Berbasis Sekolah

Manajemen berbasis sekolah secara umum di maknai sebagai desentralisasi kewenangan pengambilan keputusan pada lingkup sekolah dan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah dari sisi penyelenggaraan pendidikanya. Manajmen berbasis sekolah (MBS) akan berjalan baik jika ada dukungan dari berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) di mana lembaga pendidikan harus memiliki kemauan dan kemampuan pembaharuan dengan proses pendidikan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan memberikan pelayanan pendidikan yang dapat mengembangkan potensi anak secara maksimal dengan memperhatikan perbedaan individu siswa.

Sehingga ketika manajemen berbasis sekolah (MBS) berjalan dengan baik harapanya mampu menghasilakan output pendidikan yang berprestasi baik dalam ranah akademik maupun non akademik. Di dalam manajmen berbasis sekolah (MBS) sekolah memiliki kewenangan dan kemandirian untuk mengambil keputusan secara partisitatif atas pekerjaan dan kinerja dalam mencapai sasaran pendidikan. Pelaksanaan manajmen berbasis sekolah (MBS) tidak semudah membalikkan telapak tangan namun memerlukan proses yang berangsur-angsur dan dukungan yang kuat dari semua pihak terkait.

Baca Juga :  Pentingnya Manajemen Waktu

Spirit Inspiring Teaching Wajib Dimiliki Guru

Salah satu faktor dalam uapaya meningkatkan kulaitrs SDM sekolah adalah guru, melalui mereka manajemen SDM pendidikan dapat diimplementasikan dalam tatam mikro yang mana berkontribusi langsung dengan pengajaran kepada peserta didik. Guru merupakan modal dan asset pendidikan bila diperdayakan secara maksimal. Sebalikanya akan menjadi beban pendidikan jika pemberdayaanya tidak dibarengi dengan kompetensi yang memadahi. Guru yang berekualitas akan mampu bersaing dan ia perlu mendapat pemngembangan sehingga memiliki komnpetensi yang memadahi dalam mengajar. Dalam segi pandangan islam saja bahwasanya guru merupakan manusia yang sangat mulia karena guru merupakan penerus para ulama sebagai seorang pendakwah baik dalam ranah ilmu agama maupun ilmu umum.

Quraish Shibab menjelaskan bahwasanya seorang cendekiawan yang memiliki intelektual tinggi diperintahkan menyampaikan dakwah dengan hikmah, yakni berdialog dengan kata-kata yang bijak sesuai dengan tingkat kepandaian mereka. Jadi guru tidak boleh berputus asa dalam mendidik murid-muridnya harus mengajar dengan penuh kesabaran dan keuletan maka kesuksesan akan diraih oleh peseta didik. Karena pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis dapat dilaksankan oleh para pendidik melalaui pemanfaatan berbagai metode mengajar yang komunikatif.

Baca Juga :  Paradigma Manusia Indonesia dari Perspektif yang Beragam

Dalam tafsir al-Misbah sendiri dijelaskan bahwasanya konsep keprofesionalitasan guru tentang kompetensi pedagogik terdisi atas kemampuan keilmuan yang mumpuni, mampu menerapkan teori belajar, dan pembelajaran serta dapat menentukan strategi serta metode yang sesuai dengan kemampuan peserta didik dalam penerapan kurikulum, silabus, rencana pembelajaran serta dalam pemanfaatan media teknologi yang ada.

Untuk mencapai semua itu maka guru harus mampu melaksanakan dan memiliki spirit inspiring teaching yaitu bentuk dari semagat guru dalam mengajar peserta didik agar mampu mengilhami murid-muridnya . Karena melalui kegiatan mengajar yang mampu mengilhami murid-muridnya guru harus memiliki gagasan –gagasan yang besar, keinginan yang besar pada murid muridnya. Sehingga guru harus bersemangat dalam menggali berbagai wawasan dan terus memperluas ilmu dan pengetahuannya yang mana ouput nya dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan.[]

*Penulis adalah mahasiswi Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Email : Iisnarahmalia05@gmail.com

banner 300250