Menikmati Angin di Kota Bogor

Liburan adalah suatu hal yang sangat menyenangkan dan ditunggu oleh semua orang. Meskipun hanya jalan-jalan menggunakan kendaraan atau jalan kaki, namun dengan tidak melakukan kegiatan biasanya maka suasananya akan lebih nyaman dan tenang. Liburan juga dapat mengurangi stress, berpikir lebih positif, dan membuat mental menjadi lebih sehat. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) libur adalah bebas dari bekerja atau masuk sekolah. Bukan meninggalkan suatu pekerjaan atau tanggungjawab seseorang, tetapi mengistirahatkan diri dan pikiran dari sibuknya kegiatan atau pekerjaan yang sedang kita lakukan.

Jalan-jalan hanya dengan keliling kota atau ke tempat wisata bahkan hanya duduk di cafe atau tempat yang sunyi dan nyaman, itu merupakan liburan untuk diri sendiri. Semua orang pasti akan merasakan fase dimana dirinya ingin menghindarkan dari kegiatan yang biasa dilakukan, seperti penulis yang ingin libur dan jalan-jalan di Kota Bogor tempat tinggalnya. Kota Bogor memiliki banyak wisata yang nyaman dan unik, maka penuis memutuskan untuk jalan-jalan ke salah satu wisata yang terletak di Situgede, Kota Bogor. Kawasan wisata tersebut masih terbilang asri dan nyaman untuk menjadi tempat santai. Wisata yang terdapat danau dan dapat juga menaiki perahu bebek.

IKLAN_2024

Pada tanggal 25 Februari 2024, penulis pergi ke tempat wisata tersebut dari kos yang terletak di Jalan Lodaya, Kota Bogor. Dalam perjalanan penulis berhenti terlebih dahulu di Masjid Al-Ghifari karena pergi ke tempat wisata tersebut bersama seorang teman, namun teman-teman lainnya juga ikut berkumpul tetapi pergi ke tempat wisata yang berbeda. Setelah berkumpul, penulis dan teman-temannya berangkat menggunakan grabcar sekitar enam orang. Ada empat teman lainnya yang naik kendaraan motor pribadi. Selama perjalanan, penulis memakan waktu sekitar 20 menitan. Selama perjalanan, terjadi macet sekitar 5-8 menitan. Perjalanan yang padat dengan angkot-angkot yang sedang parkir mencari penumpang, sehingga memenuhi setengah jalan raya.

Baca Juga :  Strategi Qatar dalam Mengenalkan Ajaran Islam pada Piala Dunia 2022

Namun, penulis tidak langsung ke tempat wisata tersebut. Akan tetapi berhenti di suatu masjid yang terletak di dramaga, Bogor. Di masjid itu, penulis dan teman-teman beristirahat sejenak sembari menunggu teman lainnya yang belum sampai ke masjid tersebut. Selagi menunggu teman-teman, penulis dan teman-teman lainya tilawah dan sharing bersama di masjid. Tepat pukul jam 12 siang, empat teman penulis yang naik kendaraan pribadi telah sampai. Akhirnya memutuskan untuk sholat terlebih dahulu.

Setelah selesai sholat, penulis dan teman lainnya mencari makan siang di sekitar masjid. Ayam goreng, tempe, tahu, dan sambal menjadi lauk makan siang pada hari itu. Ketika selesai makan, teman penulis memutuskan untuk beristirahat sejenak sekitar 10 menitan di masjid tersebut. Saat itu, hujan rintik-rintik juga turun sekitar 10 menitan. Selagi menunggu hujan penulis dan teman-teman sharing mengenai kehidupan dan kegiatan sehari-hari.

Baca Juga :  Fatwa MUI : Haram Deforestasi, Membakar Hutan dan Lahan

Tak lama hujan berhenti, penulis dan teman-teman lainnya lanjut ke perjalanan, yaitu ke tempat wisata masing-masing. Penulis dan seorang temannya pergi menggunakan motor. Jika melihat maps perjalanan sekitar 15 menitan. Ketika di perjalanan, tidak ada kendala apapun. Namun, jalan raya cukup padat dengan kendara motor dan mobil.

Selama perjalanan juga, penulis sangat menikmati alam dan angin Kota Bogor yang sejuk setelah hujan berhenti. Melewati banyak pedagang buah, warteg, maupun toko-toko lainnya. Berhubung karena hari Minggu, maka wajar jalan raya ramai dengan orang-orang yang sedang jalan-jalan. Ketika mendekati wisata, jalan raya makin padat karena banyak jajanan dan lalu lalang pengunjung dari wisata tersebut. Setelah sampai di tempat wisata yang berada di Situgede, Kota Bogor.

Suasana wisata tersebut sangat ramai, parkiran pun juga penuh dengan kendaraan bermotor. Cuaca yang tidak terlalu panas menambah suasana yang nyaman pada wisata tersebut. Masuk wisata juga tidak menggunkan tiket atau karcis. Sepanjang jalan di samping kanan kiri terdapat banyak jajanan bahkan sampai dalam wisata tersebut. Danau yang luas dan banyaknya pohon yang terdapat di pinggir danau menambah kenyamanan untuk berlama-lama di wisata tersebut.

Banyak pengunjung yang duduk diatas terpal yang sudah disediakan bahkan ada juga tempat melukis untuk anak maupun dewasa. Tempat duduk dengan payung diatasnya dan ditemani makanan yang hangat, seperti bakso dan es the sangat membuat pengunjung untuk tidak beranjak dari wisata tersebut. Selain itu, ada juga perahu bebek yang dapat dinaikan oleh dua orang lebih. Namun sayang, wisata tersebut sangat luas sehingga cukup lelah untuk melihat-lihat suasana wisata.

Baca Juga :  Bagaimana Teknologi Mengubah Cara Kita Memilih Pemimpin

Penulis juga mewawancarai salah satu pengunjung yang berada disana. Jihan Salsabila nama dari pengunjung tersebut yang berasal dari Leuwiliang. Perjalanan Kak Jihan dari William sampai ke wisata tersebut sekitar 30 menit jika tidak macet. Selama perjalanan juga Kak Jihan lancar dan selamat tanpa hambatan macet maupun lainnya. Tanpa persiapan apapun, Kak Jihan langsung ke tempat wisata hanya membawa tas perlengkapan pribadinya.

Menurut Kak Jihan, tempat wisata tersebut masih asri dan nyaman. Bahkan bisa direkomendasikan untuk wisata atau liburan bareng teman maupun keluarga. Kesan Ketika pertama kali Kak Jihan melihat wisata tersebut, tidak sia-sia dan ia sangat senang dapat menemukan wisata yang nyaman dan masih asri.

Setelah berkeliling dan mewawancarai pengunjung, wisata tersebut cukup nyaman namun disayangkan ada beberapa tempat yang masih ada sampah yang berserakan. Meskipun, hal tersebut tidak mengganggu pemandangan danau dengan perahu bebek dan kenyaman pengunjung.[]

Pengirim :
Muthi’ah Bunga Permata, Mahasiswi Prodi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University, Hp/WA : 0823727447XX

banner 300250