Mitos Mengenai Keperawanan dan Selaput Dara

Mengenai Keperawanan dan selaput darah masih menjadi topik yang jarang di bahas di masyarakat atau kadang tabu sehingga masih banyak beredar mitos-mitos tentang Keperawanan darah, terutama di masyarakat awam artikel ini akan membahas apa saja sih Mitos tentang selaput darah dan Keperawanan itu?

Selaput dara sendiri memiliki fungsi untuk menyaring kotoran agar tidak langsung masuk ke dalam Miss V. Selain itu, selaput dara bertumbuh seiring dengan berkembangnya organ intim seorang wanita.

Bisa dikatakan bahwa selaput dara bukanlah selaput yang menjadi penanda seorang wanita masih perawan atau tidak. Faktanya, fungsi dari selaput dara tidak ada hubungannya dengan aktivitas seksual.

Di kutip dari Halodoc, berikut adalah beberapa mitos mengenai selaput dara dan masalah keperawanan yang perlu di ketahui:

1. Selaput Dara akan Sobek Jika Kamu Telah Melakukan Hubungan Seksual

Kegunaan selaput dara tidak ada hubungannya dengan aktivitas hubungan intim. Pengalaman berhubungan intim pertama kali bagi wanita terkadang menimbulkan rasa sakit. Namun, itu bukan dampak dari selaput dara yang sobek.

Biasanya, rasa sakit saat berhubungan intim untuk pertama kali disebabkan oleh kurangnya cairan lubrikasi pada Miss V. Kurangnya lubrikasi membuat Miss V kering. Maka dari itu, cairan lubrikasi sangat dibutuhkan oleh wanita saat berhubungan intim.

Baca Juga :  Ini Prediksi Timnas Indonesia vs Burundi 25 Maret 2023

Selain kurangnya lubrikasi, terdapat berbagai macam faktor yang membuat selaput dara menjadi sobek atau tidak utuh. Di antaranya adalah berolahraga, penggunaan tampon, atau kecelakaan.

2. Tidak Mengeluarkan Darah saat Berhubungan Intim Pertama Kali Artinya Tidak Perawan

Tidak mengeluarkan darah saat berhubungan intim untuk pertama kali bukan berarti sudah tidak perawan. Banyak faktor yang menyebabkan kamu tidak mengeluarkan darah saat berhubungan intim untuk pertama kali. Beberapa di antaranya adalah karena cairan lubrikasi yang cukup sehingga vagina sudah sangat siap untuk penetrasi.

Tidak jarang juga wanita yang dilahirkan tanpa selaput dara. Sehingga, sangat tidak adil jika selaput dara dijadikan tolok ukur masalah keperawanan seorang wanita. Pendarahan pada pengalaman berhubungan intim yang pertama kali bisa disebabkan karena kurangnya cairan lubrikasi pada Miss V, sehingga jaringan vagina terluka.

3. Miss V Perawan Lebih Sempit karena Selaput Dara Masih Utuh

Selaput dara yang masih utuh memang akan menyebabkan Miss V sedikit sempit. Namun, hal ini tidak hanya sekadar masalah selaput dara yang masih utuh. Banyak faktor lain yang menyebabkan Miss V terasa sempit saat melakukan hubungan intim. Salah satunya adalah kontraksi pada otot pelvis.

Baca Juga :  Ketupat Opor sebagai Sajian Khas Hari Raya Idul Fitri

4. Selaput Dara Semua Wanita Sama

Selaput dara adalah lapisan kulit yang sangat tipis dan berada sekitar 1-2 sentimeter dari bibir Miss V. Setiap wanita memiliki selaput dara dengan bentuk yang berbeda. Selaput dara juga akan bertumbuh seiring berkembangnya Miss V seorang wanita.

Biasanya wanita terlahir dengan selaput dara. Namun, beberapa wanita memang terlahir tanpa selaput dara. Jadi, tidak semua selaput dara pada wanita sama.

Kondisi selaput dara memang tidak ada hubungannya dengan masalah kesehatan tubuh kamu atau pun hubungan intim. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap menjaga kesehatan agar tubuh kamu selalu sehat dan bugar.

Selaput Dara Dengan Simbol Keperawanan

Terdapat mitos yang berkembang seputar masalah keperawanan, seperti keperawanan bisa dilihat dari bentuk pinggul dan cara berjalan, perempuan yang masih perawan adalah perempuan yang mengeluarkan darah saat berhubungan badan pertama kali, perempuan yang tidak perawan kehilangan harga diri seumur hidupnya. Mitos-mitos tersebut lantas ditegaskan oleh konstruksi sosial masyarakat atau dilegitimasi keberadaannya oleh adat isitiadat maupun ajaran agama. Akibatnya, perempuan semakin terpojok, hampir tanpa kesempatan untuk mendudukan persoalan pada proporsi sewajarnya.

Baca Juga :  [Puisi] Saat Corona Melanda

Banyak yang berkata bahwa keperawanan adalah seorang gadis yang mengeluarkan darah saat pertama kali berhubungan seksual, diakibatkan karena robeknya selaput dara. Mengaitkan keperawanan dan keutuhan selaput dara sebenarnya kurang tepat. Perlu diketahui bahwa tidak semua wanita terlahir dengan selaput dara dan ada bentuk selaput dara yang tidak robek saat melakukan hubungan seksual pertama kali.

Selain itu, selaput dara bisa robek dengan mudah karena aktivitas selain hubungan seksual. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan selaput dara robek, diantaranya cedera saat berkuda, cedera saat bersepeda, masturbasi menggunakan alat bantu seks, menggunakan tampon, menjalani USG transvaginal, sampai pernah melakukan tindakan medis tertentu seperti operasi pada vagina.

Seorang wanita bisa tidak menyadari bahwa selaput daranya telah sobek sebelum melakukan hubungan seksual pertama kalinya. Pasalnya, robeknya selaput dara tidak selalu menimbulkan rasa sakit maupun perdarahan. Jika memang ingin memastikan keutuhan selaput dara, hal ini bisa diperiksakan pada dokter.[]***

Pengirim :
Alexandra A. Polla, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, email : alexandraantonipolla@gmail.com

banner 300250