Nilai Agama dan Moral Perlu Diterapkan Sejak Anak Usia Dini

Oleh : Ning Supinah*

Zaman sekarang anak bangsa mengalami krisis moral yang sangat signifikan, hal ini bisa kita lihat dari cara mereka berpakaian yang sangat tidak sopan dan cenderung terbuka bahkan berani mengumbar aurot di media massa dengan memperlihatkan bagian sensitif tanpa merasa malu sedikitpun, Pakaian yang di pakai sangat ketat sehingga terlihat jelas setiap lekuk tubuhnya sehingga hal ini mengundang terjadinya pelecehan seksual dimana mana, terjadi pemerkosaan dan pembunuhan.

Keprihatinan saat ini ketika kita membahas tentang pendidikan agama sejak anak usia dini, karena pendidikan anak usia dini masih di anggap remeh, Bahkan cenderung tidak di pedulikan karena mereka menganggap pengetahuan umum sudah cukup untuk di jadikan bekal anak. Namun itu merupakan asumsi yang salah sebab peran orang tua sangatlah besar dan penting dalam membentuk kepribadian seorang anak. Jadi perlu memberikan arahan yang positif dan menjadi teladan buat anak supaya dapat mendorong pembentukan sikap dan perilaku yang baik buat anak.

Mengapa pembelajaran agama dan moral perlu di berikan sejak dini? Karena sejak dini itulah kepribadian seorang anak bisa di bentuk. Selain itu sejak usia dini lah anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang memiliki karakter yang baik.

Bahkan untuk nilai-nilai agama sangat berperan penting untuk di terapkan karena nilai agama memiliki dasar kebenaran yang paling kuat di bandingkan dengan nilai-nilai pengetahuan yang lain, karena nilai agama Bersumber dari kebenaran tertinggi yang datangnya dari Allah SWT. Sedangkan untuk nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruk perilaku manusia, istilah moral sering disebut sebagai akhlak, budi pekerti ataupun susila.

Baca Juga :  Apakah Kopi itu Sehat atau Tidak?

Mengapa nilai agama dan moral perlu di terapkan sejak dini? Antara lain untuk membekali anak supaya mengenal memahami dan mengetahui mempraktekkan ilmu agama sejak dini sehingga menjadikan pondasi iman yang kokoh, kuat pendirian tidak goyah dengan godaan yang negatif.

Sebenarnya nilai agama dan moral itu memiliki kesamaan yaitu Sama-sama memiliki aturan untuk mengajarkan kebaikan. Bedanya kalau nilai agama mencakup tentang Hablumminallah (hubungan antara manusia dengan Allah) dan habluminannas (hubungan antara manusia dengan manusia) sedangkan moral hanya sebatas habluminannas saja. Metode yang digunakan untuk pendidikan anak usia dini di RA. Annafi ‘ Ngadisepi tentang pendidikan agama dan moral adalah: metode bercerita misal cerita tentang Nabi terutama nabi Muhammad SAW yang sangat bagus akhlaknya, metode bernyanyi misalnya Nyanyi tentang rukun islam, 10 Nama malaikat yang wajib di ketahui. Metode bersyair misal anak menirukan membaca syair tentang bakti anak terhadap orang tua, metode karya wisata yaitu dengan mengajak Anak-anak ke kebun binatang sehingga anak langsung melihat hewan ciptakan Allah SWT, metode pembiasaan misal anak di biasakan berdo’a sebelum dan sesudah belajar, sebelum makan dan minum, sebelum tidur dan bangun tidur, sebelum ke kamar mandi dan sesudahnya dst, metode bermain jangan berebutan alat permainan, sabar menunggu giliran, metode bermain peran misal siapa yang berperan sebagai Pak kyai, Pak ustad, ataupun ustazah, metode diskusi misal tanya jawab tentang benda ciptaan Allah SWT, tentang sikap dan perilaku, tentang baik buruk, tentang yang boleh dan yang tidak.

Apa manfaat menggunakan berbagai metode di atas? Supaya anak mampu melakukan semua perilaku yang di ajarkan guru bukan karena terpaksa jadi dengan metode- metode tersebut anak bisa melakukan ajaran agama dengan hati yang bahagia. Manfaat yang lain adalah anak mampu membedakan baik dan buruk mengenal pakaian yang sopan,sehingga mau menutup aurat, mau beribadah dengan senang, mau bersedekah, mau berbagi dengan teman, mau membantu orang tua, anak mampu menjaga ucapan dan perbuatan dan berakhlakul karimah.

Baca Juga :  Memilih Childfree Bukan Pilihan yang Dianggap Egois

Untuk nilai moral yang didapat untuk anak antara lain anak terbiasa membuang sampah pada tempatnya, menghargai orang lain, berterima kasih apabila di beri sesuatu, anak mampu membedakan baik dan buruk dan lain-lain.

Apa yang harus dilakukan orang tua supaya anaknya lebih religius dan berakhlakul karimah? Yaitu orang tua haruslah tetap memantau setiap perilaku anak dengan mengajak anak untuk melakukan beribadah bersama, mengaji iqro’ atau juz amma, mengajarkan do’a-do’a harian, melatih tanggung jawab terhadap tugas yang di berikan baik dari sekolah atau guru ngajinya, mengajarkan sikap saling menyayangi baik terhadap teman saudara atau hewan ciptakan Allah SWT, menanamkan sikap disiplin, mengajak anak bergaul dan bersosialisasi terhadap teman sebayanya. Semoga artikel ini bisa di jadikan motivasi baik untuk guru ataupun orang tua didalam mengajarkan nilai agama dan moral pada anaknya dimana harus di mulai sejak anak masih usia dini karena disitulah pembentukan karakter anak mulai terbentuk.[]

*Penulis adalah Mahasiswi Prodi PIAUD INISNU Temanggung, Jawa Tengah

banner 300250