Pabrik Tapioka di Dukuh Karangasem Selatan Masih Kokoh Berdiri Selama 40 Tahun

Batang, TERASMEDIA.NET – Dukuh Karangasem Selatan, Sekalong, RT 03 RW 02, merupakan salah satu tempat di daerah Batang dengan ciri khas adanya pabrik pembuatan tepung tapioka. Tapioka sendiri merupakan bahan makanan yang digunakan untuk mengentalkan masakan atau sebagai bahan baku pembuatan makanan lainnya.

Pabrik tapioka di dusun tersebut sangat iconic karena berdiri kurang lebih 40 tahun dengan pemilik yang bernama Bambang Milaseno dan para pekerja yang sudah dari kecil atau masa remaja ikut menjadi bagian buruh pabrik tersebut. Upah dari bekerja di pabrik ini tergantung masing-masing karyawan. Biasanya bagian kupas tujuh ribu rupiah per kwintal, bagian penjemuran dua puluh lima ribu rupiah per kwintalnya, dan bagian penggilingan seratus dua puluh lima ribu untuk tiga karyawan.

Adanya pabrik tepung tapioca ini dimulai pada tahun 1977 di Bejebon Batang dan sekarang menetap di Karangasem Batang sampai tahun 2023 ini. Para pekerja yang berasal dari lingkungan setempat merasa terbantu dengan adanya pabrik tepung tapioca karena ini merupakan maa pencaharian mereka.

“Saya kerja disini dari jaman masih remaja, karena saya tidak sekolah. Kalau mau pulang untuk makan siang juga dekat nanti jam 12 siang saya pulang kesini lagi jam satu” jelas Tarmudi salah satu karyawan.

Hal lain yang menjadi menarik dalam pabrik tersebut ialah proses pembuatannya. Proses dari pengupasan hingga pencuciaan masih menggunakan tenaga manusia, kemduian Ketika masuk ke tahap penggilingan menggunakan mesin penggiling yang sudah otomatis memisahkan antara air singkong dengan ampasnya.

Proses pertama yang dilakukan dalam pembuatan tepung tapioka berawal dari pengupasan kemudian dicuci menggunakan air bersih. Setelah itu langsung singkong dimasukkan kedalam mesin penggiling. Lalu ampas dari singkong tersebut dijemur dibawah terik matahari selama seharian.

Baca Juga :  FOKDEM : Ajang Pemilu Jangan Rusak Demokrasi

Singkong yang diambil dari pabrik ini berasal dari Kecamatan Blado, Kabupaten Batang yang kemudian hasil tepungnya bisa dipasarkan hingga ke Kota Pekalongan hingga Kecamatan Comal. Hal menarik dari hasil produksi dipabrik ini adalah semua bagian singkong dapat dimanfaatkan dan dijual kembali. Seperti kulit singkong dijual perkarungnya bisa mencapai lima belas ribu rupiah, ampas singkong bisa dijual dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat nyamuk, air singkong yang pahit dapat dimanfaatkan sebagai obat sakit gatal-gatal.[]

Laporan :
Kristalia Sabita Rasadi (Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan)

banner 300250