Penerapan Media Sosial dan Scan Barcode Menu pada UMKM Kuliner

Dalam era modern ini, industri kuliner semakin kompetitif, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berusaha membedakan diri mereka di antara pesaing. Salah satu strategi yang efektif adalah menerapkan model “The Flower of Service”. Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana UMKM kuliner menggunakan media sosial dan scan barcode menu untuk meningkatkan pengalaman pelanggan mereka.

Core Product (Produk Utama)

UMKM kuliner menggunakan media sosial untuk memperkenalkan produk utama mereka. Dengan konten visual yang menarik, mereka menghadirkan hidangan khas yang unik, menggugah selera, dan menarik minat calon pelanggan. Foto-foto dan video dari hidangan yang lezat membuat pelanggan tergoda untuk mencoba dan menikmati makanan mereka.

Supporting Facility (Fasilitas Pendukung)

Melalui media sosial, UMKM kuliner membagikan foto-foto dan video mengenai fasilitas pendukung mereka. Interior restoran yang nyaman, dekorasi menarik, dan suasana yang menyenangkan ditampilkan, memberikan gambaran kepada pelanggan potensial mengenai pengalaman yang akan mereka dapatkan saat berkunjung ke tempat UMKM kuliner.

Facilitating Goods (Barang Pendukung)

UMKM kuliner menggunakan media sosial untuk mempromosikan barang pendukung yang mereka tawarkan. Mereka menyampaikan informasi mengenai produk-produk berkaitan seperti saus khas, makanan ringan, atau produk kemasan. Konten visual menarik membantu menyoroti kualitas dan keunikan barang pendukung ini, memancing minat pelanggan untuk mencobanya.

Information (Informasi)

Melalui media sosial, UMKM kuliner menyediakan informasi yang penting bagi pelanggan, seperti menu, daftar bahan-bahan yang digunakan, dan informasi tentang alergen makanan. Mereka menggunakan gambar-gambar yang menarik dan video pendek untuk membantu pelanggan memahami dengan jelas apa yang ditawarkan oleh UMKM kuliner tersebut.

Explicit Services (Layanan Eksplisit)

UMKM kuliner menggunakan media sosial untuk menginformasikan kepada pelanggan mengenai layanan eksplisit yang mereka tawarkan. Mereka menyampaikan informasi mengenai pemesanan meja, layanan pengiriman, atau jam operasional. Panduan langkah demi langkah disajikan melalui video singkat atau gambar-gambar yang memudahkan pelanggan dalam memesan atau menggunakan layanan tersebut.

Baca Juga :  Pentingnya Peran Agama dalam Bermedia Sosial

Implicit Services (Layanan Implisit)

Melalui media sosial, UMKM kuliner berbagi testimoni dan ulasan positif dari pelanggan sebelumnya. Ulasan-ulasan ini mencerminkan aspek-aspek layanan implisit seperti kebersihan, kecepatan pelayanan, atau suasana yang nyaman. Informasi ini menciptakan kepercayaan dan keyakinan bagi pelanggan potensial untuk mencoba pengalaman kuliner yang ditawarkan oleh UMKM tersebut.

Scan Barcode Menu

UMKM kuliner juga memanfaatkan teknologi QR code untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mengakses informasi tentang menu mereka. Pelanggan dapat memindai QR code menggunakan aplikasi pemindai kode QR pada smartphone mereka. QR code ini dapat ditempatkan di media sosial, poster, atau menu fisik UMKM. Setelah memindai, pelanggan akan diarahkan ke menu lengkap dengan informasi lebih lanjut mengenai hidangan, harga, dan penawaran khusus yang mungkin tersedia.

Kesimpulan

Dalam upaya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, UMKM kuliner dapat menerapkan model “The Flower of Service” dengan menggunakan media sosial dan scan barcode menu. Melalui platform media sosial, UMKM dapat memperkenalkan produk utama, fasilitas pendukung, dan barang pendukung mereka. Mereka juga dapat menyediakan informasi tentang menu, layanan eksplisit, dan layanan implisit yang ditawarkan. Dengan memanfaatkan teknologi QR code, pelanggan dapat dengan mudah mengakses informasi lengkap tentang menu melalui pemindaian barcode. Dengan demikian, UMKM kuliner dapat meningkatkan kesadaran merek, menarik perhatian pelanggan baru, dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan yang sudah ada.[]

Penulis:
Wirandry Baja Cahaya, Pandapotan Rafli Armando, Ratih Regina Hapsari, Monica Nanda dan Angelica Cleyrn Cesy, Mahasiswa Fakultas Manajemen Universitas Internasional Batam

banner 300250