Pengadilan Yerusalem Bolehkan Pemeluk Yahudi Ibadah di Masjid Al Aqsa

Yerusalem, TERASMEDIA.NET – Seorang anggota parlemen senior Israel (Knesset) menyebut negaranya di ambang perang antaragama. Pemicunya pengadilan Yerusalem pada Minggu kemarin membatalkan perintah penahanan terhadap tiga warga Yahudi yang beribadah di kompleks Masjid Al Aqsa.

Tempat suci ketiga bagi umat Islam, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi itu juga dianggap suci oleh Yahudi dengan menyebutnya sebagai Bukit Bait Suci. Padahal berdasarkan perjanjian Israel dengan otoritas Muslim, Yahudi dilarang beribadah di kompleks masjid.

Sementara itu kantor Perdana Menteri Naftali Bennett menyatakan akan mengajukan banding atas putusan yang melanggar kesepakatan tersebut. Kondisi diperparah dengan rencana pawai bendera warga Israel pada pekan depan.

Baca Juga :  Solidaritas untuk Palestina, 600 Musisi Dunia Boikot Manggung di Israel

Bennett juga harus memutuskan apakah akan memberi lampu hijau untuk pawai bendera tahunan Israel di Kota Tua pekan depan atau melarangnya. Pasalnya ketegangan terus meningkat di Yerusalem.

Ram Ben Barak, kepala Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset menentang keputusan pengadilan. Dia juga mengungkapkan keprihatinan mengenai pemilihan rute pawai bendera yang mencakup kawasan Muslim, Kota Tua.

“Saya kira harus berhati-hati selama periode sensitif ini. Kita tidak boleh, dengan tangan sendiri, menyebabkan perang agama di sini atau segala macam provokasi yang bisa membakar Timur Tengah,” katanya, kepada radio Kan.

Politikus dari partai anggota koalisi pemerintah itu memperkirakan Bennett akan menunggu sampai malam untuk memutuskan rute terakhir pawai bendera guna mencegah konflik semaksimal mungkin.

Baca Juga :  Israel Lakukan Blokade, Anak-anak Palestina Meninggal Kelaparan

Pawai bendera digelar untuk merayakan penaklukan Israel atas Kota Tua dalam perang Timur Tengah 1967. Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, tindakan yang tidak diakui secara internasional. Palestina juga memilih Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depannya.

Bentrokan pecah di Yerusalem Timur sejak tahun lalu, termasuk di Masjid Al Aqsa, memicu perang di Gaza pada Mei 2021 yang menewaskan sedikitnya 250 warga Palestina dan 13 orang Israel.

Setelah berbulan-bulan tenang, ketegangan meningkat lagi dalam beberapa pekan terakhir. Puluhan warga Palestina tewas akibat serangan polisi Zionis dan pemukim Yahudi.

Sementara itu pejabat senior Jihad Islam di Jalur Gaza, Khaled Al Batsh, mengatakan melanjutkan pawai bendera sama saja memberikan pesan perang melawan Palestina.

Baca Juga :  Pengadilan Militer Israel Dakwa Tentara Lemparkan Bom ke Rumah Warga Palestina

“Rakyat Palestina akan menghadapi pawai bendera dan gerakan perlawanan akan melakukan semua yang harus dilakukan untuk melindungi Masjid Al Aqsa dan tempat-tempat suci,” kata Batsh.[] inews

banner 300250