Pentingnya Bahasa Arab bagi Seorang Muslim

Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin,agama yang dapat diterima di seluruh kalangan baik orang miskin, kaya, perkotaan, pedesaan, perantauan, dan dalam profesi apapun, baik laki-laki beragama Islam yang disebut Muslim maupun perempuan beragama Islam disebut Muslimah. Agama Islam adalah agama dari Allah yang diturunkan kepada umat manusia yang dibawa melalui utusan-Nya yang menjadi rasul dan nabi yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam sebagai penyempurna dari ajaran agama yang sebelumnya disampaikan oleh para nabi dan rasul. Allah Swt. Berfirman:
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”(QS. Ali Imran [3]: 19).

Hal inilah yang menjadikan Agama Islam disebut agama terakhir yang merupakan penyempurna dari agama sebelum Islam. Selain perkembangan agama Islam dalam penelitian ini juga akan membahas tentang ebagi bahasa Arab juga merupakan hal terpenting dalam mendalami agama Islam di Indonesia .

Menurut al-Ghulayini, bahasa Arab yaitu kalimat-kalimat yang digunakan oleh orang Arab untuk menyampaikan maksud dan tujuan (pikiran dan perasaan) mereka. Bahasa Arab yaitu bahasa paling dari segi jumlah penutur dalam keluarga Bahasa Semitik. Bahasa Arab adalah kalimat yang digunakan oleh orang Arab untuk mengutarakan maksud dan tujuan mereka. Yang berbentuk huruf hijaiyah yang dipergunakan oleh orang Arab dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial baik secara lisan maupun tulisan. Setiap Bahasa adalah komunikatif bagi para penuturnya.

@IKLAN_2023

Apabila ditinjau dari aspek ini, maka bahasa itu mempunyai fungsi dan manfaat yang sama tanpa ada pembeda antara bahasa satu dengan bahasa lainnya, karena fungsi dari bahasa adalah untuk alat komunikasi yang digunakan untuk bertukar pikiran satu dengan yang lainnya. Dari sinilah fungsi dari pada bahasa digunakan yaitu yang menyampaikan maksud tujuan pembicara dapat diterima oleh pendengar sehingga maksud dan tujuan bahasa tercapai. Bahasa di Negara Indonesia adalah bahasa Indonesia. Namun, dengan mayoritas warga negara Indonesia adalah muslim, bahasa Arab adalah bahasa terpenting setelah bahasa Indonesia.

Bahasa Arab yang sejak tahun 1972 telah menjadi bahasa internasional dan menjadi bahasa resmi dari 25 negara di dunia, semakin hari semakin meluas penyebarannya. Selain sebagai bahasa komunikasi dan bahasa ilmu, bahasa Arab yang merupakan bahasa Al-Qur’an dan Hadis tentunya juga otomatis menjadi bahasa special bagi penganut agama Islam. Karenanya, sebagai seorang muslim sudah sewajarnya mempelajari bahasa Arab yang menjadi bahasa yang digunakan dalam kitab suci dan ajaran-ajaran Islam. Dari beberapa informasi yang didapatkan terkait bahasa Arab, dapat disimpulkan bahwa bahasa Arab adalah pemersatu dunia, identitas muslim, bahasa yang paling banyak menyandang nama, bahasa yang penting bagi masyarakat Islam mana pun, dan bahasa Arab adalah salah satu unsur utama dalam proses pendidikan di pesantren. Walaupun untuk belajar bahasa Arab tidak harus di pesantren atau lembaga formal, dan seperti halnya belajar bahasa asing lainnya, belajar bahasa Arab berarti belajar keterampilan, yang diharapkan nantinya dapat terampil berbicara, menyimak, membaca, dan menulis dengan bahasa tersebut.

Baca Juga :  Memahami Pentingnya Alat Penilaian Pembelajaran

Bahasa adalah system lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri, percakapan (perkataan) yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun, baik budinya, menunjukkan bangsa, budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan). Arab adalah nama bangsa di Jazirah Arab dan timur tengah.

Syaikh Musthofa Al-Ghulayani dalam bukunya bahasa Arab lengkap dengan terjemahannya “Jami’uddurus Arobiyah” mendefinisikan bahasa Arab sebagai berikut :
اللغة العربية هي الكلمات التي يعبرها العرب عن أغراضهم
“Bahasa Arab adalah: kalimat yang dipergunakan bangsa Arab dalam mengutarakan maksud dan tujuan”.

Bahasa Arab juga didefinisikan dengan:
الكلمات التي يعبر بها العرب عن أغراضهم وقد وصلت إلينا من طريق النقل و حفظها لنا القرآن والأحاديث الشريفة وما رواه الثقات من منثور العرب و منظومهم.
“Berbagai kata yang digunakan orang-orang Arab untuk mengungkapkan berbagai maksud atau tujuan mereka, disampaikan pada kita dengan jalan menukil ebagia, dihimpun dan dijaga kepada kita oleh al-Quran al-Karim dan hadits-hadits mulia, dan berbagai riwayat terpercaya berupa prosa-prosa dan syair-syair Arab”.

Jadi dapat kami ambil kesimpulan bahwa Bahasa Arab adalah tutur kata yang digunakan oleh bangsa di jazirah arab dan timur tengah. Sesungguhnya bahasa Arab adalah dari agama, sebagaimana perkataan Ibnu Taimiyah Rokhimahullah: “Diketahui sesungguhnya belajar bahasa Arab dan mengajarkannya adalah fardlu kifayah”. Dan beliau juga berkata: “Sesungguhnya bahasa Arab adalah agama, dan mengetahuinya adalah fardu (wajib), dan sesungguhnya pemahaman kitab dan sunnah adalah fardlu, dan tidak bisa difahami kecuali dengan bahasa Arab, dan sesuatu yang wajib tidak akan terselesaikan kecuali dengan yang wajib maka hukumnya adalah wajib”.

Bahasa Arab juga terbagi atas pengertian bahasa dan istilah. Secara bahasa kata “Arab” dapat dipahami sebagai gurun sahara, tanah tandus yang tidak memiliki air dan pohon yang hidup di atasnya. Sedangkan kata “bahasa” merupakan sarana komunikasi yang dipakai manusia agar saling berinteraksi, berhubungan antara sesama manusia. Sementara secara istilah bahasa Arab merupakan bahasa yang dipakai oleh manusia yang bertempat tinggal di Gurun Sahara, Jazirah Arab.

Bahasa Arab adalah bahasa Semitik dalam rumpun bahasa Afro-Asiatik dan bersahabat dengan bahasa Ibrani dan beberapa bahasa Neo Arami yang telah dipakai di jazirah Arab sejak zaman dahulu. Bahasa Arab banyak memiliki penutur daria bahasa-bahasa yang lain dalam kelompok bahasa Semitik. Saat ini bahasa Arab telah dipakai secara umum dan luas di muka bumi. Bahasa Arab telah digunakan lebih dari 280 juta orang di bumi, mereka kebanyakan berdomisili di Timur Tengah dan Afrika Utara (Andriani, 2015: 41-42). Dalam Islam bahasa Arab diyakini sebagai bahasa peribadatan karena ia dipakai dalam Al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah Swt: “sesungguhnya kami telah menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kalian bisa memahaminya” (QS. Az-Zukhruf:3).

Baca Juga :  Pentingnya Kesadaran dalam Keselamatan Berkendara

Bahasa Arab adalah sumber utama dalam mempelajari Al-Qur’andan As-Sunnah. Di dalam penjelasan ilmu tafsir, bahasa Arab memiliki keistimewaan di antaranya dapat memahami makna kebahasaan dalam Al-Qur’an, dan juga memahami makna yang terkandung di dalamnya. Terkait hukum menguasai bahasa Arab, Imam Syaf’I telah menjelaskan tentang pentingnya bahasa Arab. Dengan adanya perbedaan kebutuhan setiap kaum Muslim tentang bahasa Arab, dan juga kebutuhan bagi orang-orang yang menginginkan mendapat ilmu agar memahami Al-Qur’an, As-Sunnah dan memahami hukum-hukum yang terkandung di dalamnya(al-Syâf’I,1940: 84), mengatakan dalam buku yang sama bahwa ia menganggap orang akan berdosa ebagi berbicara tentang hakikat Al-Qur’an tetapi mereka tidak memiliki dasar pengetahuan dan penguasaan bahasa Arab.

Keutamaan Bahasa Arab dapat dibagi ke dalam dua bagian. Pertama, bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an; Kedua, bahasa Arab adalah bahasa yang mampu bertahan hidup dan mengalami perkembangan. Sebagai bahasa Al-Qur’an, bahasa Arab selalu memelihara dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Umat Islam meyakini bahwa Al-Qur’an hanya dalam bahasa aslinya. Tafsir terhadap Al-Qur’an maupun terjemahan tetap dianggap penting tetapi diyakini bukan Al-Qur’an. Karena, sudah ditafsirkan oleh manusia. Terdapat sekitar sepuluh ayat dalam Al-Qur’an menjadi dasar keyakinan ini. Di antaranya enam yang menjelaskan qur’anan ‘arabiyyan, yaitu Al-Qur’an itu berbahasa Arab. Hal tersebut dapat ditemukan dalam: Q.S Thaha , 20:113; Fushshilat, 41:44; Yusuf, 12: 2; az-Zumar, 39:28; as-Syura, 42:7; dan az-Zukhruf, 43:2 (Arif, 2017: 38).

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti” (QS.Yusuf/12:2).

Ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas, Ibnu katsir berkata: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada Rasul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab ini pun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Quran menjadi sempurna dari segala sisi.”( Hijriyah, 2018: 54)

Bahasa Arab memiliki keutamaan-keutamaan tersebut dan tidak menyulitkan bahkan memudahkan kita dalam belajar Islam. Yang patut disayangkan adalah jika kita tidak menguasai dan memahaminya kemudian tidak berusaha mempelajari dan menguasai bahasa Arab. Memahami bahasa Arab secara baik salah satu tujuannya adalah mejaga kita agar tidak terjerumus kedalam perkara-perkara yang bersifat syubhat atau samar-samar, tidak jelas, dan mengada-ngada dalam persoalan beragama, dan hal ini sudah banyak terjadi pada individu maupun kelompok yang mengatakan mereka Islam. Imam Asy Syafi’iberkata:
“Tidaklah terjadi kebodohan dan perpecahan umat manusia kecualikarena mereka meninggalkan bahasa ‘Arab dan lebih menyenangibahasanya Aristoteles”.
“Seseorang tidak akan mengetahui penjelasan susunan kata yangdikandung ‘ilmu Al Qur`an jika ia tidak mengerti akan luasnyabahasa ‘Arab”.

Dari penjelasan di atas, memiliki kemampuan bahasa Arab sebetulnya memiliki tujuan agar mempermudah seseorang menjalani kehidupan yang benardalam untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur`an itu melalui bahasamu (wahai Muhammad) agar mereka mendapat pelajaran”(Q.S Ad-Dukhan:58).
“Dan demikianlah Kami menurunkan al-Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar (al-Qur’an) itu memberi pengajaran bagi mereka”(Q.S Thaha/20:113).
“(Yaitu) Al-Qur’an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa”(Q.S az-Zumar/39:28)

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa bahasa Arab memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat muslim. Bahasa Arab dapat digunakan dalam proses pelaksanaan ibadah kepada Allah Ta’ala, dan juga dipakai sebagai dasar ajaran agama Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa kerja sama bilateral maupun multilateral dengan Negara-negara muslim. Pentignya menguasai bahasa Arab karena Al-Qur’an, As-Sunnah, kitab turost, kitab modern, bacaan sholat, seperti do’a-do’a dalam setiap proses peribadahan lainnya memakai bahasaArab. Oleh karenanya, bahasa Arab memiliki peranan yang sangat besar dalam memaham iIslam secara univiersal. Sebab, mustahil seseorang dapat memahami ajaran agama Islam secara baik, benar dan mengamalkannya tanpa menguasai bahasa aslinya.

Baca Juga :  Komisioner Komisi Independen Pemilihan Aceh Tamiang Dilantik

Kesimpulan

Telah dijelaskan bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia. Bahasa Arab, sebagai bahasa Al-Qur’an, memainkan peran penting dalam pemahaman dan praktik keislaman. Kesempurnaan Al-Qur’an dalam bahasa Arab diakui sebagai faktor penentu, dan keutamaan bahasa Arab disoroti melalui ayat-ayat yang menekankan kejelasan dan kemudahan pemahaman.

Pentingnya bahasa Arab dalam mendalami agama Islam di Indonesia juga dibahas, dengan penekanan pada bahasa Arab sebagai pemersatu umat Islam dan fondasi dalam membentuk identitas serta pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Islam.

Dalam pembahasan, diuraikan definisi bahasa Arab, peran bahasa dalam komunikasi, dan keutamaan bahasa Arab. Bahasa Arab dianggap sebagai sumber utama dalam mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta memiliki keistimewaan sebagai bahasa Al-Qur’an yang harus dipelajari oleh umat Islam.

Pemahaman bahasa Arab dianggap sebagai kewajiban esensial, dan kesulitan dalam pembelajaran dianggap sebagai tantangan yang harus diatasi untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memahami ajaran Islam. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengusaan bahasa Arab memiliki peran vital dalam memahami, mengamalkan, dan mendalami ajaran Islam, terutama melalui pemahaman Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kesimpulan tersebut menggarisbawahi pentingnya bahasa Arab dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia, di mana bahasa ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai kunci pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai agama Islam. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab dianggap sebagai suatu keharusan bagi umat Islam guna memahami ajaran Islam secara menyeluruh dan mendalam.[]

Pengirim :
Fatimah Shofiatin Nisa, Dola Chintya Wisda, Ma’al Lahfah Salsabila (Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani) Yogyakarta, email : fatimahshofiatinnisa@gmail.com

banner 300250