Pentingnya Bimbingan Konseling untuk Anak Usia Dini di Lembaga Sekolah

Bimbingan konseling adalah proses pemberian bantuan psikologis kepada anak dengan tujuan membantu anak dalam mengembangkan potensinya, sehingga dapat berkembang secara optimal dan nantinya dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Bimbingan dan Konseling di dunia pendidikan tidak hanya berlaku di jenjang SD-SMA saja tetapi jenjang PAUD/TK juga sangat dibutuhkan, karena di usia 4-6 Tahun anak sangat memerlukan pendampingan ekstra yang bisa didapatkan dari keluarga maupun dari sekolah.

Ranah Bimbingan dan Konseling antara PAUD/TK dan SD-SMA sangat jauh berbeda, jika di SD-SMA Bimbingan dan Konseling digunakan untuk mengarahkan siswa yang bermasalah tetapi Bimbingan dan Konseling di lembaga PAUD/TK diterapkan secara serius karena anak usia dini masih memerlukan perhatian yang lebih dari orang tua maupun guru dan bersifat pencegahan dan pengembangan.

Cara bimbingan dan konseling antara PAUD/TK dan SD-SMA pun berbeda, jika di SD-SMA anak dibimbing secara lebih privat di ruang BK, maka bimbingan dan konseling di PAUD/TK jauh sangat berbeda, guru akan mebimbing pada saat pebelajaran sedang berlangsung yaitu dengan cara mengobservasi tingkah laku dan perkembangan anak , karena hal tersebut merupakan hal yang paling efektif dalam mebinbing anak serta alasan menggunakan metode tersebut karena pada saat proses pembelajaran tingkah laku anak akan terlihat secara jelas.

Baca Juga :  Kondisi UMKM di Indonesia

Bimbingan dan Konseling untuk anak usia dini sudah menjadi keharusan diberikan dengan melihat bagaimana tumbuh kembang anak dapat berkembang secara optimal baik dari segi fisik,psikis, maupun sosio-emosionalnya.Tetapi sampai saat ini masih banyak lembaga sekolah PAUD/TK yang belum menerapkan BK di sekolah.

Padahal anak tidak akan mampu melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan dan pendampingan dari guru dan orang tua. Dalam membimbing anak yang satu dengan anak lainnya juga berbeda disesuaikan dengan latar belakang dan kondisi permasalahan yang dihadapi anak, karena perasalahan setiap anak pastinya jga berbeda. Sebelum membibing anak guru hendaknya mengidentifikasi masalah yang dihadapi anak.

Bimbingan juga harus berifat fleksibel dan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Di dalam pelaksanaan bimbingan, orang tua hendaknya di ikusertakan agar mereka mengetahui seperti apa perkembangan anak.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidik Merangkap Sebagai Konselor Anak Usia Dini

Selain itu keikutsertaan orang tua secara tidak langsung juga mengajarkan kepada orang tua bagaimana mendidik dan membimbing anak yang benar sesuai kebutuhan anak, karena saat ini banyak orang tua yang belum paham apa saja yang dibtuhkan anak. Pada saat melakukan bimbingan kepada anak dan orang tua hendaknya guru menggunakan bahasa yang santai, nyaman, dan menyenangkan agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman antara orang tua dan guru.
Jika guru merasa kemampuan di bidang BK masih belum mencukupi, maka hendaknya guru melakukan kerjasama dengan pihak lain yang lebih kompeten seperti dengan psiklogi, dokter anak, maupun psikiater atau orang yang ahli dibidang permasalahan yang dihadapi anak dengan tujan agar bimbingan terhadap anak dapat berjalan secara optimal agar mendapatkan hasil yang optimal juga.

Baca Juga :  Menanamkan Rasa Cinta Kebersihan pada Anak Usia Dini

Selain menggunakan cara tersebut agar mendapatkan hasil yang optmial maka hendaknya bimbingan kepada anak dilakukan secara berkelanjutan dengan contoh evaluasi perkembangan anak dengan orang tua satu bulan sekali agar perkembangan dan perutumbuhan anak terlihat, jika bimbingan tersebut bersifat sementara maka guru dan orang tua tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal karena setiap harinya pasti akan ada permasalahan yang dihadapi anak.[]

Pengirim :
Ika Widyas Tuti, mahasiswa Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung

banner 300250