Pentingnya Keimanan dalam Menjaga Kesehatan Mental

Dalam hasil penelitian kehidupan manusia baik di masa lalu, masa sekarang, maupun di masa depan mulai disadari bahwa adanya hubungan antara kondisi kesehatan fisik dengan kondisi kesehatan psikis atau mental seseorang. Manusia bisa terkena penyakit fisik dikarenakan penyakit gangguan psikis atau mentalnya terguncang. Di antara beberapa faktor yang dapat menyebabkan gejala terjadinya penyakit kesehatan mental telah teridentifikasi bahwa potensi timbulnya gejala tersebut adalah tentang keyakinan dan keimanan dalam beragama.

Hal ini diakibatkan karena sebagian dokter beranggapan bahwa penyakit kesehatan mental tidak memiliki hubungan penyembuhan secara medis. Banyak penderita penyakit kesehatan mental yang dapat disembuhkan dengan cara pendekatan agama. Kepercayaan dan keimanan dalam beragama dipercaya mempunyai pengaruh yang besar terhadap menjaga kesehatan fisik maupun kesehatan mental manusia. Kesehatan mental seorang manusia dapat dilihat dari bagaimana cara orang tersebut berbicara, berpikir, dan berperilaku dalam kehidupan sehari – hari, selain itu juga dalam hal spiritual atau agama.

Di zaman milenial seperti sekarang ini, banyak orang yang kesehatan mentalnya terganggu akibat kurang kuat dalam menghadapi masalah yang datang. Kebanyakan terjadi pada remaja hingga orang tua. Pada remaja biasanya diakibatkan karena masalah di sekolah atau di perkuliahan, masalah keluarga, hingga masalah percintaan. Mereka merasa trauma dan sering menyalahkan diri sendiri dengan apa yang telah terjadi. Banyak yang sampai nekat rela mengakhiri hidupnya.

Selain itu pada orang tua terjadi karena masalah ekonomi pada keluarga dan masalah pekerjaan. Mereka semua hanya terlalu sibuk memikirkan masalah mereka hingga lupa bahwa mereka masih memiliki Tuhan Yang Maha Esa yang selalu ada kapanpun kita membutuhkannya. Kehidupan di dunia memang terkadang membuat semua orang lupa kepada siapa mereka harus meminta, kepada siapa mereka harus berdo’a, dan kepada siapa mereka harus bersyukur. Sehingga disaat mendapat masalah yang sangat berat mereka bingung mencari tempat untung meminta bantuan dan pada akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya, berfikir dengan cara seperti itu masalah akan teratasi.

Baca Juga :  Bagaimana Teknologi Mengubah Cara Kita Memilih Pemimpin

Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa sangatlah penting dan wajib dilakukan oleh semua makhluk hidup terutama manusia. Secara spesifik kesalehan dan seringnya orang dalam melakukan dan mengikuti kegiatan keagaman baik dilakukan sendiri maupun bersama – sama atau berjamaah menjadikan hubungan kesehatan mental lebih baik. kegiatan keagamaan yang sering dilakukan yaitu beribadah. Bagi seorang muslim beribadah melaksanakan sholat 5 waktu dan membaca kitab suci Al-qur’an merupakan hal yang wajib dilakukan. Hal tersebut adalah bukti keimanan kita sebagai umat muslim.

Sementara itu terdapat seorang tokoh yang bernama Dadang Hawari, beliau menyatakan bahwa sholat merupakan tempat dimana umat manusia melepaskan masalah pikiran dan seluruh perasaannya dari semua urusan di dunia yang membuat hidup mereka merasa stress. Para pakar menganjurkan bahwasannya seorang umat muslim yang melaksanakan sholat 5 waktu dengan tertib sama dengan mereka melakukan upaya menenangkan fikiran dan hati sebanyak 5 kali sehari. Hal itu membuahkan hasil positif yaitu ketenangan hati yang bisa didapatkan setiap hari dan dapat meningkatkan kekebalan dalam hal menjaga kesehatan mental.

Ibadah lain yang bisa dilakukan oleh seorang umat muslim yaitu ibadah puasa. Ibadah puasa juga bisa dianggap sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental menjadi lebih baik. mengapa demikian? karena seorang yang melaksanakan ibadah puasa akan bisa mengontrol dan mengendalikan diri mereka dari hawa nafsu yang datang dari dalam diri mereka sendiri maupun dari luar. Selain itu umat muslim yang sudah terbiasa melakukan ibadah puasa akan terlatih untuk sabar dalam menghadapi cemooh dan penilaian negatif yang diberikan orang lain diluar sana. Sehingga kita dapat menyaring mana yang patut untuk di dengarkan dan mana yang tidak patut untuk di dengarkan demi menjaga kesehatan mental.

Baca Juga :  Ancaman Kecerdasan Buatan yang akan Menggantikan Manusia di Masa Depan

Seperti yang sudah di sebutkan tadi bahwa di zaman modernisasi seperti sekarang ini mulai mengabaikan unsur – unsur spiritual dan lebih mengagungkan sifat yang mengandung nilai – nilai materi dalam kehidupan, sehingga menciptakan krisis, oleh karena disebabkan nilai-nilai agama semakin memudar dalam bersikap dan bertingkah laku. Dari aspek itulah penyebab berbagai permasalahan kejiwaan manusia di dalam kehidupan. Berdasarkan urain teori tersebut, bisa dimengerti bahwa pada intinya agama merupakan kebutuhan pokok manusia karena hanya dengan agama dapat memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi manusia secara fisik maupun secara batin atau mentalnya di dalam kehidupan sehari-hari.

Kesehatan mental sendiri menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki pengertian sebagai berikut ialah kemampuan adaptasi manusia dengan diri sendiri dan dengan alam sekitar secara umum, sehingga merasakan senang, bahagia, hidup dengan lapang, berperilaku sosial secara normal, serta mampu menghadapi dan menerima berbagai kenyataan hidup. Ketenangan batin merupakan kunci kebahagiaan manusia, manusia tidak akan merasakan kebahagiaan apabila batinnya merasa tidak tenang dan gelisah.

Maka dari itu, setelah melaksanakan sholat 5 waktu dianjurkan untuk berdzikir terlebih dahulu. Menurut seorang tokoh yang bernama Al – Ghazali, manusia terdiri dari dua dimensi fisik dan batinnya. Oleh karena itu, kedua dimensi tersebut perlu tumbuh dan dikembangkan supaya kesehatan mental dapat terjaga dan tercapai dengan sempurna. Karena manusia yang sehat mentalnya adalah manusia yang bisa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki kesadaran untuk terus berusaha untuk selalu berlapang dada dalam menerima segala ketentuan dan segala takdir yang didapat dari Allah SWT.

Baca Juga :  Strategi Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini

Pada intinya usaha dalam penguatan kedua dimensi fisik dan batin tersebut dapat dilakukan dengan cara beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menanamkan iman dan tauqid seperti melaksanakan ajaran – ajaran dalam beragama. Apabila tahapan tersebut bisa terlaksanakan dengan baik maka akan terbentuk suatu kepribadian yang baik dan juga kuat. Oleh karen itu, pada akhirnya bisa mengantarkan manusia kepada rasa kebahagiaan dan kesehatan mental atau bahkan bisa menciptakan suatu perkembangan dalam hal potensi diri secara sempurna.

Dengan demikian, dari teori dan penjelasan yang telah disebutkan di atas bahwa terapi keagamaan bisa dipahami sebagai jenis perawatan dan penyembuhan penyakit kesehatan mental dengan menggunakan metode psikologi yang dipadukan dengan ajaran keagamaan pada permasalahan – permasalahan yang muncul dan bersumber dari kehidupan emosional untuk dikembalikan kepada kesehatan dan keseimbangan psikis seorang manusia. Yang dimaksudkan dengan agama adalah pengalaman dunia dan dalam diri dari manusia tentang ketuhanan disertai dengan keimanan dan keperibadahan untuk mencapai suatu kebahagiaan di dalam dunia dan di akhirat kelak baik secara psikis maupun secara fisik seseorang.

Maka dari itu sangat penting sekali untuk kita semua menjaga rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dapat hidup dengan aman dan merasa tentram baik hati maupun fikiran. Janganlah sampai kita melupakan hal tersebut karena Allah SWT akan selalu ada untuk kita semua.[]***

Pengirim :
Nur Alifah, mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang, email : alifahnur2911@gmail.com

banner 300250