Peran Guru Terhadap Pembelajaran

Peran guru dalam dunia pendidikan sangatlah penting karena guru sebagai ujung tombak perubahan dunia pendidikan untuk mencerdaskan generasi bangsa yang akan datang. Sehingga di butuhkan seorang guru yang profesional dalam dunia pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat yang makin berkembang. Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkunganya.

Guru memiliki peran penting dalam kegiatan belajar mengajar. Guru bukan hanya berperan sebagai pengajar yang mengajarkan ilmu-ilmu saja, tetapi juga sebagai pendidik, motivator, fasilitator, pembimbing dan evaluator proses belajar mengajar (Langgulung, 1988) . Hal ini berarti bahwa pekerjaan guru tidak dapat dikatakan sebagai suatu pekerjaan yang mudah dilakukan oleh sembarang orang, melainkan orang yang benar-benar memiliki wewenang secara akademisi, kompeten secara operasional dan profesional.

1. Guru sebagai pengajar dan pendidik
Selain menjadi pengajar guru juga berperan sebagai pendidik. Peranan ini akan dapat dilaksanakan bila guru memenuhi syarat-syarat kepribadian dan penguasaan ilmu. Guru akan mampu mendidik dan mengajar apabila dia mempunyai kestabilan emosi, memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk memajukan anak didik, bersikap realistis, bersikap jujur, serta bersikap terbuka dan peka terhadap perkembangan, terutama terhadap inovasi pendidikan.

Baca Juga :  Berkebinekaan Global Berdasarkan Profil Pelajar Pancasila

Sehubungan dengan perannya sebagai pendidik dan pengajar, guru agama harus menguasai ilmu agama yang memumpuni, mempunyai pengetahuan yang luas, menguasai bahan pelajaran, menguasai teori dan praktek mendidik, teori kurikulum, metode pengajaran, teknologi pendidikan, teori evaluasi dan psikologi belajar dan sebagainya (Hamalik, 2009).

2. Guru sebagai motivator
Peran guru sebagai motivator merupakan sebuah keharusan, peserta didik merupakan unsur masyarakat yang berhubungan langsung dengan keluarga dan lingkungan, sehingga tidak tertutup kemungkinan banyak terjadi diluar sana yang bisa membuat mareka tertekan bahkan terjadi gangguan mental, maka guru harus mampu menginspirasi karena peserta didik tidak bisa memisahkan persoalan pribadi dengan persoalan sekolah.

Dalam proses pembelajaran motivasi merupakan aspek dinamis yang sangat penting. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang, akan tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga ia tidak berusaha untuk mengerahkan segala kemampuannya.

3. Guru sebagai fasilitator
Sebagai fasilitator, guru dituntut untuk mengorganisir semua unsur pendidikan terutama peserta didik, fasilitator harus memiliki kemampuan, kemapanan ilmu pengetahuan serta memenuhi kualifikasi standar kompetensi.

4. Guru sebagai pembimbing
Siswa adalah individu yang unik. Keunikan itu bisa dilihat dari adanya setiap perbedaan. Walaupun secara fisik mungkin individu memiliki kemiripan, akan tetapi pada hakikatnya mareka tidaklah sama, baik dalam bakat, minat, kemampuan dan sebagainya. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing, membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya sebagai bekal hidup mereka, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugastugas perkembangan mareka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia ideal yang menjadi harapan setiap orang tua dan masyarakat.

Baca Juga :  Relevansi Kenaikan Harga Sembako dengan Waktu Menjelang Ramadhan

5. Guru sebagai evaluator
Guru sebagai evaluator berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan, sebagai evaluator guru berfungsi untuk menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan atau menentukan keberhasilan siswa dalam menyerap materi kurikulum dan untuk menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan (Sanjaya, 2011). Dengan menalaah pencapaian tujuan pengajaran, guru dapat mengetahui apakah proses belajar mengajar yang dilakukan cukup efektif memberikan hasil yang baik dan memuaskan atau sebaliknya.

Peran tersebut menunjukkan bahwa untuk menjadi guru yang baik tidaklah mudah. Dalam proses pembelajaran guru merupakan tolak ukur tercapainya tujuan pembelajaran. Jika, guru dapat mengelola kelas dengan baik maka akan tercipta pembelajaran yang kondusif, efektif, efesien dan menyenangkan. Guru juga memiliki peran penting dalam menginspirasi dan mendorong murid untuk mencapai tujuan mereka serta membantu membangun rasa percaya diri dan motivasi dalam belajar. Dalam menjalankan perannya guru harus memiliki kompetensi yang memadai dan selalu mengembangkan diri agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Baca Juga :  Bisa Sukses Karena Mindset

Perkembangan siswa yang seragam tidak akan seimbang apabila guru masih bertahan dengan pola ajar yang lama yakni guru hanya sekedar menyampaikan materi saja tanpa adanya inovasi yang diciptakan oleh seorang guru. Menjadi guru terasa mudah apabila tumbuh rasa ikhlas dari dalam dirinya, sehingga seorang guru akan terus belajar mengembangkan dirinya untuk menjadikan pendidikan yang lebih baik

Seorang guru apabila benar-benar memahami perannya sebagai guru karena semua yang kita kerjakan akan dipertanggung jawabkan. Sudah sepantasnya guru bangkit dari zona nyaman untuk memajukan dunia pendidikan dengan terus mengupgrade ilmunya.[]

Penulis :
Muthmainnah Jannati, Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta, Hp/WA : 082375753362

banner 300250