Peran Ilmu Sosial dalam Negara Demokrasi

Republik adalah bentuk negara yang dipilih oleh para sesepuh kemerdekaan untuk negara Indonesia. Negara yang terbentuk dan berdiri di atas banyaknya mayat para pahlawan kemerdekaan. Perjuangan yang tidak mudah untuk menjadikan Indonesia ini menjadi sebuah negara yang demokratis. Menurut Ramdhan dalam opininya Menyelamatkan Demokrasi, Indonesia diipuja sebagai negara demokratis terbesar di Asia Tenggara. Demokrasi ialah gagasan dan prinsip tentang kebebasan yang dibatasi oleh aturan hukum. Pada bentuk pemerintahan demokratis, pemegang kekuasaan adalah pemerintah dan rakyat yang tentunya dibatasi oleh aturan hukum.

Makna demokrasi ini sering diidentikkan dengan makna kebebasan, maka harus ada pembatasan dalam sistem pemerintahan. Negara telah membuat pembatasan yuridis yang dikenal dengan Rule Of Law, segala sesuatu harus berdasarkan hukum dan tidak boleh melanggar batas hukum. Sistem demokrasi ini dilaksanakan oleh rakyat dan pemerintah. Bergerak di dalam masyarakat yang majemuk, sehingga peranan ilmu-ilmu sosial sangat dibutuhkan di dalamnya. Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia di dalam kelompok besar maupun kecil. Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu berhadapan dengan masalah sosial, contohnya seperti penyimpangan-penyimpangan dalam negara demokratis ini. Sudah terdapat batasan dan aturan, tetapi masih banyak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan sistem demokratis di Indonesia.

Contoh kasus pelanggaran demokrasi yang ada di Indonesia yaitu, money politic pada masa pemilu. Money politic ini sepertinya selalu hadir dalam masa – masa pemilu di Indonesia. Mereka para calon memanfaatkan masyarakat yang ekonominya masih rendah dengan memperalat mereka dan sebagai imbalannya mereka memberi uang atau barang. Ada juga money politic yang bermain dengan aturan janji penyuapan dengan kesepakatan agar orang itu tidak melaksanakan haknya untuk memilih, atau dia melaksanakan haknya tetapi sesuai kesepakatan. Money politic ini merupakan aksi kampanye yang dilarang. Mereka memberikan uanguang dan sembako berupa beras, minyak, gula, dan lain sebagainya untuk menarik simpati rakyat dengan tujuan agar rakyat memberikan suaranya kepada partai yang bersangkutan. Maraknya aksi kampanye seperti ini menunjukkan masyarakat Indonesia krisis akan kepercayaan diri. Apa jadinya jika pemimpin yang menang karena sembako – sembako yang disebarkan? Bukan karena dari suara hati rakyat?. Apa jadinya negara ini kelak?

Baca Juga :  Penyebab dan Dampak Meningkatnya Dispensasi Nikah di Indonesia

Kemudian, pelanggaran yang kedua adalah cowing atau intimidasi. Biasanya cowing dilakukan dengan cara oknum mengintimidasi warga agar mencoblos salah satu calon. Perlakukan tersebut akan menimbulkan rasa waswas pada warga. Takut cedera jika tidak mengabulkan apa yang diminta oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab. Kemudian yang terakhir, kejadian yang sudah tidak asing lagi ditelinga, yaitu tragedi Trisakti 1998. Kejadian yang menewaskan empat orang mahasiswa Trisakti. Dilatarbelakangi oleh mahasiswa yang melakukan demonstrasi besar – besaran yang menuntun Soeharto turun dari jabatannya karena kiris ekonomi pada waktu itu. Mereka melakukan aksi damai, tetapi dihalangi oleh para blokade polri dan militer. Setelah berjam – jam bernegosiasi, para mahasiswa pun memilih mundur bersamaan dengan para blokade yang bergerak maju. Para aparat keamanan menembakkan peluruh ke kubu mahasiswa yang menyebabkan kocar – kacir dan bercerai – berai. Mahasiswa berlarian dan bersembunyi di Universitas Tri Sakti, namun para aparat terus mengejar dan melakukan penembakan.

Dari kasus-kasus tersebut sudah menjelaskan betapa bobroknya demokrasi di Indonesia. Dalam kehidupan bernegara dengan masyarakat yang majemuk, diperlukan peranan ilmu-ilmu sosial, yaitu ilmu sosiologi yang mempelajari interaksi antar individu-individu, individu-kelompok, dan kelompok-kelompok. Ilmu antropologi yang menjelaskan budaya sosial. Ilmu psikologi yang mempelajari tentang sikap dan reaksi kejiwaan. Berkaitan dengan kebutuhan yang melahirkan ilmu ekonomi. Kekuasaan politik yang melahirkan ilmu politik. Relasi manusia dengan alam yang melahirkan ilmu geografi. Perubahan, konflik dan revolusi yang melahirkan ilmu sejarah. Proses penyampaian pesan yang melahirkan ilmu komunikasi. Norma dan peraturan yang melahirkan ilmu hukum. Kebutuhan pendidikan yang melahirkan ilmu pendidikan (Nor’ainah dalam artikelnya

Peranan Ilmu-ilmu Sosial untuk Masyarakat dan Persatuan Nasional

Baca Juga :  Pengaruh Besar Kualitas Prasarana Transportasi Terhadap Aktivitas Masyarakat

Penerapan ilmu sosiologi yang berkaitan dengan interaksi, harapannya dapat membenahi interaksi yang kurang antara rakyat kecil dan oknum partai dalam berdemokrasi. Interaksi masyarakat dan pemerintah harus dibangun kembali. Negara yang maju adalah negara di mana pemerintah dan masyarakatnya mempunyai satu suara yang sama, satu tujuan yang sama untuk memajukan negaranya. Ilmu komunikasi diterapkan dalam penyampaian aspirasi rakyat. Dalam negara demokrasi, rakyat juga mempunyai kekuasaan atas negara. Suara rakyat juga harus didengarkan demi kemajuan Indonesia. Berkaitan dengan ekonomi, diharapkan pemerintah dapat menilik rakyat yang anjlok ekonominya. Kesejahteraan harus merata dari sabang sampai merauke. Dengan adanya nilai – nilai sosial, kehidupan masyarakat di dalam negara demokrasi ini akan menjadi lebih baik.[]

Pengirim :
Idiana Anggraeni Putri, mahasiswi program studi Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum, Fakultas Ilmu Sosial, Hukum dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta

banner 300250