Peran Media Terhadap Kehidupan Sosial di Indonesia

Oleh : Yoga Ahmad Alauddin*

Di era digital ini media sangat berpengaruh bagi kehidupan sosial di indonesia hal ini dicontohkan dengan beberapa aktivitas warga yang meniru sosok yang mungkin viral di media sosial saat ini. Hal ini menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan oleh bangsa kita sendiri untuk bisa lebih selektif dalam memberikan sebuah berita atau konten dari media yang ada.

Dari beberapa kejadian yang ada mulai dari pohon pisang dan tawuran antar pelajar yang viral di media sosial kini banyak masyarakat yang meniru hal tersebut. Karena menurut walter Lipmen interpretasi media terhadap berbagai peristiwa secara radikal dapat mengubah interpretasi manusia terhadap realitas dan pola bertindak mereka. Perkembangan media di saat ini pun meningkat sangat drastis hampir setiap orang tidak luput dalam melihat media di setiap harinya. Maka dari itu media menjadi hal yang sangat sensitif dalam merubah realitas sosial yang ada di Indonesia, peranan media ini sangat besar sehingga bisa saja media seakan-akan meraka bisa mengontrol kehidupan kita.

Baca Juga :  Latih Keterampilan Public Speaking, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM Jadi Podcaster

Seperti salah satu contoh dampak dari media yang mempengaruhi kehidupan sosial misal nya baru-baru ini viral akan pemuda yang memukuli pohon pisang seraya mengatakan “Salam dari binjai” dan ini ditiru oleh anak-anak di lampung yang memukili pohon pisang dengan meniru gaya “Salam dari binjai” yang akhirnya meresahkan para pemilik pohon pisang. Setelah itu juga ada juga beberapa pemuda yang mengkisahkan tawuran pada masa mudanya dulu dan setelah itu,banyak para pelajar yang mengikuti perbuatan mereka seperti kejadian di 12 november 2021 di purwakarta dan tanggal 8 november 2021 di bantul.

Setelah itu ada juga prank yang sempat marak dilakukan kalau prank itu menuju ke hal yang baik mungkin saja akan berdampak positif akan tetapi lain ceritanya jika prank itu menuju ke hal yang negative seperti contoh nya prank sampah yang dulu sempat viral di media sosial tentunya ini sangat meresahkan warga justru yang mereka anggap lucu menjadi malapetaka bagi masyarakat yang lainnya.

Baca Juga :  Kapan?

Dari tiga kasus tersebut bisa dilihat bahwa media memang sangat berpengaruh bagi kehidupan sosial. Bahkan secara tidak langsung bisa menggerakkan masyarakat untuk berbuat seperti hal itu.Bahkan menurut pakar neurosiece Prof Dr Hamka menyatakan bahwa respon di media sosial dalam bentuk like bisa membuat ketagihan para pengguna media.Dalam permasalahan ini ada beberapa hal yang harus di garis bawahi untuk menjadi perhatian bagi kita bersama agar bisa lebih selektif dalam menangapi media yang ada. Dan alangkah baiknya bagi para konten kreator atau narasumber di media bisa menyajikan hal yang positif bagi para masyarakat di indonesia.

Hal seperti ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menciptakan realitas sosial yang baik di Indonesia. Banyak dari konten kreator dan narasumber yang tidak memikirkan dampak negatif dari apa yang mereka sajikan. Tidak semua yang mereka anggap baik bisa ditangkap dengan baik juga oleh masyarakat. Ada yang malah justru terprovokasi untuk meniru hal yang mereka anggap bisa mengangkat reputasi mereka di media dengan membuat perbuatan yang serupa.

Baca Juga :  Mengintip Sistem Pendidikan di Arab Saudi

Dan akhirnya meresahkan masyarakat di sekitar mereka yang terkena dampak dari perbuatannya.Dampak seperti ini lah yang harus difikirkan oleh para konten kreator, streamer, atau media,sebelum mereka membuat sebuah konten yang mana akan ditonton oleh banyak orang. Karena secara tidak langsung mereka akan menjadi public figur yang nantinya akan di contoh oleh masyarakat yang melihat konten mereka. []

*Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Muhamadiyah Malang – Jawa Timur, email : yogaaluddin@gmail.com

banner 300250