Perkembangan Zaman Gagalnya Minat Baca

Membaca adalah suatu hal yang sangat (harus) menjadi patokan setiap manusia pada umumnya, baik itu membaca sebuah buku, suatu peristiwa dan apalagi sekarang ini adalah perkembangan zaman, melalui media-media masa yang menyediakan banyak berita, tentu pada zaman ini adalah zaman yang begitu terang dengan apa-apa yang diinginkan begitu gampang. Seperti yang dikatakan oleh Najwa Sihab “Membaca ialah upaya merekuk makna ikhtiar untuk memahami alam semesta”.

Hal itulah mengapa buku sering dikatakan adalah jendela dunia, karena tanpa kita mengelilingi luasnya dunia secara mutlak dengan adanya kita cinta membaca buku secara tidak langsung mengetahui seluruh dunia, dengan membaca selain mengetahui sesuatu yang ada di dunia juga melatih pikiran terus terbuka atau mengkaji secara langsung. Mengacu pada perkataan Najwa Sihab begitu mewakili keberadaan saat ini, memang benar membaca dapat menjelajahi dunia. Namun yang menjadi perbincangan saat ini adalah perkembangan media masa, ratusan media menyediakan segala alternatif atau rubrik, memberikan kenyamanan secara tidak langsung terhadap manusia yang ingin mengungkapkan suatu permasalahan atau keinginan-keinginan, seperti keinginan rakyat terhadap bapak negara. Tetapi adanya zaman yang begitu bersyukur, keadaan para remaja saat ini tidak mengoprasikan dengan baik, baik itu membaca atau mengirim sebuah tanggapan kesuatu media.

Perkembangan zaman ini tidak jauh memberikan ruang yang mana mengakibatkan atau dampak sisi negatifnya adalah para remaja keselurahan dari pandang kacamata saya pribadi bermain game online, untuk mengoperasikan media yang sudah tersedia, terutama untuk membaca sangatlah minim dalam artian sedikit. Padahal pada ranah usia seperti itu sangat diharuskan untuk membaca, karena membaca adalah apa yang telah dikatakan di atas. Pada segi positifnya perkembangan zaman ini sudah mengubah segala macam, baik dari segi kultural telah jauh beda dengan masa lalu, cara pengaplikasiaannya yang sangat mudahkan, apalagi dari sisi globalisinya secara pengaplikasiannya juga begitu. Banyak dari beberapa hal itu seperti, soal penjualan online. Perkembangan zaman yang di maksud di sini adalah cara bagaimana anak-anak bangsa untuk membaca, sebagai penurus bangsa. Terutama kita sebagai penerus atau yang akan menjadi wali dari anak kita yang akan menjadi penerus bangsa, solusinya adalah bagaimana kita bisa mendidik sebaik mungkin dengan cara memulai sebuah pendekatan memberi bahan bacaan yaitu buku, itu yang harus menjadi permulaan agar terdidik dengan baik, untuk menjadi sebagian cinta terhadap minat baca.

Baca Juga :  Ishak Hasan Terpilih sebagai Rektor Universitas Teuku Umar

Membaca dari ranah perkembangan minat baca Indonesia berada diperingkat kedua paling bawah dikutip di media ruangguru pada tanggal 23-April-2022. Bagaimana di sini untuk meningkatkan minat baca yang sejahtera, karena mengapa ada hal seperti itu untuk mengharuskan? Minimnya dalam (akan) membaca juga akan mengakibatkan kemampuan kita rendah dalam berinovasi. Padahal inovasi sendiri adalah sebagian dari kunci kemajuan bangsa dan negara. Bahkan demokrasi akan berkembang di suatu masyarakat yang warganya adalah membaca (pimpinan DPR RI kordinator bidang kesejahteraan rakyat). Memang butuh sekali ada sebuah gerakan literasi nasional, generasi literasi sekolah, atau komunitas pembaca dan berbagai gerakan lainnya. Untuk perkembangan zaman adanya media komunikasi memang sangat berkembang, namun perkembangannya tidak bisa mengembangkan minat baca, itulah cacatnya di dalam perkembangan zaman di negara ini.

Adanya suatu perkembangan hanyalah stagnan di situ-situ saja sebagaimana yang berkembang. Perkembangan zaman teknologi di Indonesia ini jika memang betul-betul ingin fokus pada bidang tertentu semisal, pengelolaan tambang fosfat bisa-bisa saja. Tapi mau bagaimana Indonesia masih minim hal itu, seperti peristiwa tambang fosfat (kaya) di pulau Madura saja masih belum ditangani oleh pihak negara, yang mana para investor masih melirik. Pengembangan dengan berjalannya kehidupan yang bisa dikatakan maju, namun perkembangan hal itu telah gagal pada minat baca. Mungkin dengan keadaan ini menggantungkan kepala negara, tentu tahun akan berjalan dengan lama.

Maka dari itu kita sebagai agent of change bersama-sama untuk sadar diri dengan adanya media-media yang sudah berkembang dengan adanya perubahan zaman harus tahu memilih-memilah mana yang lebih utama dilakukan untuk perkembangan yang lebih maju, terutama membaca. Suatu hal yang terjadi dan akan terjadi serta cara mengatasi adalah lahir dari suatu membaca tanpa membaca akan terjadi kesalahan untuk bertindak. Itulah keutamaan membaca. Benar-benar membaca yang utama, karena perkembangan sudah gagal mengubah mindset yang sudah terjadi dari dulu minimnya minat baca, yang ada hanya stagnan saja. Itulah tujuan utama kita semangat membaca.[]***

Baca Juga :  Pentingnya Bimbingan Konseling pada Anak Usia Dini

Pengirim :
Ach. Atikul Ansori, mahasiswa Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Universitas Islam Negeri Khas Jember, email : aangmz009@gmail.com

banner 300250