Potensi Tenaga Kerja di Industri Mebel Cahyo Jati Sleman

Sleman, TERASMEDIA.NET – Industri mebel di Yogyakarta semakin hari semakin meningkat, hal tersebut diharapkan juga dapat menyerap banyak tenaga kerja. Seperti salah satu mebel di Kabupaten Sleman, Jl. Gumuk, Majasem, Bokoharjo, Kec. Perambanan, yaitu mebel Cahyo jati yang semakin meningkat dari jumlah pendapatan, jumlah tenaga kerja maupun kebutuhan bahan baku.

Bapak Panggih selaku Owner mengatakan bahwa jumlah tenaga kerja saat ini berjumlah 15 orang karyawan, itu bisa meningkat jika permintaan tidak bisa terkendali. Gaji karyawan juga bervariasi dari Rp. 50.000 – Rp. 80.000 perhari, mulai dari jam 8 sampai jam 4 sore dan ada gaji bonus lainnya. UMK Cahyo jati sudah sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur No.373/KEP/2021 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2022 yang ditetapkan 19 November 2021 di Yogyakarta.

Baca Juga :  Membangun Usaha dari Nol, Kini Toko Sepatu Riska Makin Berkembang

Kebutuhan tenaga kerja di industri mebel ini dibagi dua job desk yaitu tukang kayu dan finishing. Tukang kayu adalah membuat dan merakit furniture dari bahan mentah menjadi barang jadi, sedangkan Finishing adalah penyempurnaan akhir dari barang jadi yang dibuat oleh tukang kayu.

“Untuk mencari tenaga kerja di Kabupaten Sleman sendiri tidak sulit karena kebanyakan di sini juga usaha mebel, jika kita kewalahan mengatasi permintaan atau tidak bisa mengerjakan produk yang diminta konsumen, kita akan memberikan kepada mitra kita untuk mengerjakan permintaan tersebut” ujar Bapak Panggih, Selasa (08/11/2022).

Cara pemenuhan kebutuhan bahan baku Mebel Cahyo Jati menggunakan strategi rantai pasokan sedikit pemasok dan sistem MRP (Material Requirement Planning). Sedikit Pemasok dalam hal ini Cahyo Jati sudah menjalin kemitraan yang baik terhadap beberapa pemasok bahan baku. Sistem MRP yang digunakan mebel ini menghilangkan lead time dan meningkatkan efisiensi produksi.

Baca Juga :  Perkuat Skills Menulis PD PGMI Korwil VIII Jateng-DIY Gelar Webinar

“Kita membeli bahan baku dari mitra yang sudah kita jalin sejak lama, jarang sekali kita membeli bahan baku dari pemasok lain” ujar Bapak Panggih.[]***

Pengirim :
Muhamad Imam Rusdi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (Mahasiswa Manajemen, FE, UST), Dosen Manajemen Operasional Putri Dwi Cahyani, S.E, M.E.I

banner 300250