[Puisi] Saat Corona Melanda

Oleh : Boy Silaban*

Bermula dari Wuhan
Menyebar kemana mana tanpa pemberitahuan
Melampaui batas pikiran dan nalar
Mengungkai segala Umat tanpa sadar
Covid-19, nama sandang resmi mu
Menutup tahun keberuntungan
Membuka awal tahun ketakutan

Haruskah Negara ku destinasi wisata mu?
Dimana soliditas nya dimakan oleh kemiskinan
Kedatangan mu mengambil orang yang kami cintai
Menahan menyentuh orang yang kami kasihi
Portal mu mengunci semua pusat rekreasi sosial kami, tempat kami mengekspresikan pikiran bahkan perasaan
Hari demi hari penuh kekhawatiran
Segala doa terbaik sudah dipanjatkan

Kehadiran mu memberi kami tahanan rumah, tiga hari, tujuh hari, satu bulan bahkan lebih
Bahkan belajar, bekerja, dan beribadah pun sudah dirumahkan
Menunggu berkat penuh harapan
Ya Tuhan, bantulah para tenaga medis
Untuk menemukan yang dicari, obat, dan vaksin
Seperti ucapan-Mu, bahwa semua penyakit ada obatnya
Tuntunlah kami para umat-Mu
Bersatu dengan penuh semangat
Bersama kita putuskan rantai penyebaran!

Baca Juga :  Terkurung oleh Keadaan

*Penulis berdomisili di Desa Lumban Holbung Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, email : boysilaban12032003@gmail.com

banner 300250