Rasisme Kesehatan Terhadap Black People di Amerika Serikat

Amerika Serikat merupakan negara penjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) yang mana mencakup diskriminasi terhadap ras di dunia. Hal tersebut pun membuat Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang terdiri dari berbagai macam ras dan etnis dimana berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa ras kulit putih non-Hispanic hanya menunjukkan angka 57,8% yang berarti mengalami penurunan dari tahun 2010 sebanyak 65,7% (The Century Foundation, 2019). Angka penunurunan terhadap ras kulit putih dapat menunjukkan semakin banyaknya ras lain di Amerika Serikat selain ras kulit putih.

Walaupun Amerikat Serikat merupakan negara yang dikenal sebagai penjunjung tinggi hak asasi manusia yang mana berarti termasuk melindung segala ras dari segala bentuk rasisme. Namun, pada faktanya di Amerika Serikat sendiri masih banyak terjadinya pelanggaran hak asasi manusia dalam bentuk rasisme terutama yang diterima oleh ras hitam. Black people atau yang dikenal dengan ras hitam di Amerika Serikat sendiri kebanyakan berasal dari keturunan Afrika – Amerika. Rasisme yang diterima oleh Black People di Amerika Serikat tidak hanya berasal dari masyarakat sipil yang tidak memperlakukan mereka dengan semestinya tetapi juga berasal dari pemerintahan Amerika Serikat. Salah satu bentuk rasisme yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap ras kulit hitam adalah dalam bidang kesehatan.

Baca Juga :  Pola Pikir Membantu Pelaksanaan Kurikulum Negara

Berbicara mengenai rasisme yang terjadi dalam bidang kesehatan di Amerika Serikat maka hal tersebut akan tertuju pada sistem yang berlaku pada kebijakan perawatan kesehatan dimana menyebabkan perawatan di Amerika Serikat adanya sikap tidak proporsional pada orang kulit hitam serta kelompok terpinggirkan lainnya. Rasisme dalam bidang kesehatan ini terdiri dari berbagai bentuk seperti cakupan asuransi kesehatan, akses layanan untuk kesehatan yang tidak merata. Namun, diskriminasi yang paling terlihat dalam bentuk kesehatan sejak lama terhadap ras kulit hitam di Amerika Serikat adalah terkait asuransi. Pemerintah Amerika Serikat sendiri menyatakan bahwa orang yang memiliki pendapatan kecil cenderung akan memiliki kesehatan yang buruk tetapi disisi lain dikarenakan faktor pendapatan yang kecil membuat sulitnya peluang untuk individu tersebut membayar asuransi. Pada faktanya sendiri, masyarakat Amerika Serikat yang merupakan ras kulit hitam memiliki pendapatan yang jauh lebih kecil daripada ras kulit putih.

Kebijakan terkait kesehatan di Amerika Serikat sebenarnya sudah ada sejak lama salah satu nya yaitu Undang-Undang Hubungan Perburuhan Nasional tahun 1935 memperluas hak berserikat bagi para pekerja, yang menghasilkan upah dan tunjangan yang lebih tinggi seperti asuransi kesehatan bagi mereka yang diwakili oleh serikat pekerja. Namun, undang-undang tersebut tidak berlaku untuk industri jasa, rumah tangga, dan pertanian, dan mengizinkan serikat pekerja untuk mendiskriminasi pekerja ras dan etnis minoritas yang dipekerjakan di industri lain seperti manufaktur. Kemudian upaya lain yang dilakukan adalah melalui diciptakannya the Affordable Care Act (ACA) yang telah membuat asuransi individu lebih terjangkau (Yearby et.al, 2022). Namun, keberadaan ACA tidak cukup untuk menghilangkan rasisme kesehatan di Amerika Serikat karena ketidaksetaraan pekerja terhadap ras dan etnis seperti ras kulit hitam masih rendah yang mana dibuktikan pada tahun 2019, 66% penerima asuransi kesehatan merupakan masyarakat berkulit putih (NCBI, 2020).

Baca Juga :  SD N Perumnas Condong Catur Geliatkan Perwujudan Profil Pelajar Pancasila dalam Pendidikan Abad 21

Rasisme yang diterima oleh ras kulit hitam di Amerika Serikat dalam bidang kesehatan semakin dirasakan ketika adanya pandemic Covid-19 yang mana tingkat kematian yang diterima ras kulit hitam jauh lebih banyak dibandingkan ras kulit putih ataupun kelompok lainnya (Yearby, et.al, 2022) di Amerika Serikat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebijakan perawatan kesehatan AS yang berkontribusi pada sistem perawatan yang tidak adil dan adanya ketidakproporsionalan pemerintah terhadap tunjangan kesehatan di Amerika Serikat.

Fakta mengenai rasisme yang masih terjadi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pada dasarnya pemerintahan negara maju seperti Amerika Serikat pun mengalami kegagalan dan terdapat kecacatan terhadap kebijakan yang dikeluarkan. Kegagalan Amerika Serikat dikarenakan Amerika Serikat dikenal sebagai negara yang mengenalkan serta menjungjung tinggi hak asasi manusia di negara-negara dunia bahkan memberikan bantuan perlindungan terhadap warga sipil di negara lain. Amerika Serikat pun gencar untuk mempromosikan hak asasi manusia hingga sekarang di dunia internasional. Namun, pada kenyataannya pemerintah Amerika Serikat tidak dapat melindungi masyarakat minoritas di negara mereka sendiri terutama melindungi ras kulit hitam. Angka kematian besar yang diderita oleh ras kulit hitam sudah seharusnya menyadarkan pemerintah Amerika Serikat untuk bertindak lebih ketat terhadap rasisme terutama yang dilakukan oleh pemerintah. Sedangkan untuk rasisme yang dilakukan oleh individual pemerintah Amerika Serikat juga harus bersikap lebih tegas untuk memberikan sanksi yang dilakukan oleh pelaku rasisme.[]

Baca Juga :  1001 Warung Kopi Menjadi Salah Satu Potensi Wisata di Belitung Timur

Pengirim :
Luthfiah Nur Arafah, Email: luthfiaharafah@gmail.com, No hp: 08568289921

banner 300250